Cuplikan isi Buku “TERORIS CINTA”

1. SAAT TEROR ITU DATANG…!!!

…Malam yang sepi, hening, hanya suara hewan-hewan malam yang masih bertahan mengisi suasana. Rembulan diluar sana masih menunaikan tugasnya menerangi bumi. Sekali waktu mempersilahkan awan untuk lewat. Sementara Aku di dalam kamar susah memejamkan mata. Dipelupuk ini selalu hadir bayangan gadis itu. Gadis yang memancarkan getaran-getaran aneh, getaran yang menyengat jantungku saat mata beningnya beradu pandang dengan mataku. Kucoba alihkan dengan membaca buku, namun wajah gadis manis berkacamata dengan kerudung hitam itu seolah hadir dalam lembaran-lembaran buku bacaanku.

Aku menuju halaman rumah, ku coba menikmati kecantikan bulan dimalam hari, agar kecantikan gadis yang aku jumpai di masjid Al-Hijri selepas sholat dhuha tadi pagi bisa hilang. Ternyata bulan tidak sanggup membantuku. Sorot mata gadis itu seolah menyatu dengan cahaya bulan yang keemasan, nampak semakin elok, anggun dan menawan.

”Perasaan apa ini….perasaan apa ini… ,” teriak batin-ku, bingung dengan apa yang terjadi.

”Apakah aku telah jatuh hati padanya?…..,”

Inilah perasaan aneh yang baru aku rasakan pertama kali. Kalau memang ini perasaan cinta mengapa aku menjadi gelisah dibuatnya, laksana teror yang terus membuat ketidaknyamanan dalam diriku, namun tersimpan pesona keindahan yang mengasyikan. Teror yang aneh, benar-benar aneh…… (aku menghela nafas, lalu bangkit mengambil air wudhu untuk sholat dua rakaat, setelah salam aku bersimpuh  memanjatkan do’a).

”Ya…Robbi, pemilik hati-hati yang suci. Sucikan hati ini dari rasa yang tidak kau kehendaki. kalau memang perasaan aneh ini merupakan nikmat yang bisa menjadikan aku tidak lalai beribadah kepada-Mu, ku terima perasaan ini dengan lapang dada walau dada ini terasa sesak dibuatnya.

Ya…Allah, kalau perasaan aneh ini sebagai ujian keimanan di saat usia remajaku, bimbinglah aku untuk menjalaninya, agar terhindar dari kemaksiatan oleh ulah teror cinta yang bisa menjerumuskanku dalam lembah dosa.

Ya…Malik, pencipta jagat raya. Kalau ini adalah perasaan cinta yang Engkau ciptakan untuk bersemayam dalam rasaku, lindungilah rasa ini agar tidak menguasai nafsuku, hingga tidak mengalahkan cintaku kepada-Mu dan Rosulku…..”.

Untaian do’a terus mengalir, bagai air yang menyirami hati yang gelisah, aku terus hanyut…semakin hanyut terbawa arus do’a, hingga akhirnya tertidur dalam pelukan malam di atas hamparan sajadah biru”….

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Iramayasopa said,

    Subhanallah sungguh indah,,,kalimat2nya sehingga saya terhanyut di buatnya,,,

  2. 2

    nifffah said,

    di jual di mana sih bukunya ??


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: