Serial Keluarga…Istri adalah wakil kepala/pimpinan

Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Itu yang Allah sampaikan didalam surat An-nisa diawal ayat 34. Sehingga tidak terbantahkan lagi kalau Seorang suami adalah pemimpin bagi istri-istrinya dan anak-anaknya. Maka idialnya seorang suami memiliki jiwa kepemimpinan, memberikan uswatun haanah bagi istri dan anaknya, mampu memutuskan segala permasalahan keluarga, maju paling depan dalam menuntaskan permasalahan keluarga, dll.

Namun kondisi idial ini tidak serta merta muncul begitu saja setelah pernikahan.  Sosok pemimpin keluarga bagi seorang suami bisa muncul sejak awal pernikahan atau dalam perjalanan saat mengarungi bahtera rumah tangga. Kwalitas kepemimpinan suami dalam memimpin umah tangga dipengaruhi oleh mental , kematangan jiwa dan peranan istri.  Sehingga dalam semua hal keduanya tidak bisa dipasahkan. Sebagai bukti,  seorang laki-laki akan disebut suami jika memiliki pasangan syah seorang wanita, sebaliknya seorang wanita disebut istri jika telah memiliki pasangan syah seorang laki-laki.

Sebagai seorang pemimpin, suami dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan keluarga harus dibicarakan dengan istri. Pendapan dan masukan istri sebagai bahan pertimbangan, sehingga etika istri dalam menyampaian pendapat dan etika suami dalam menanggapi pendapat harus dilandasi dengan kasih sayang, namun pengambil keputusan tetap ada pada suami. Disinilah nampak nyata peran masing-masing, suami sebagai pimpinan dan istri sebagai wakilnya. Sehingga segala permasalah yang ada di dalam keluarga dipikul dan dijinjing bersama.

”……Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya ) ketika suaminya tidak ada…..QS:An-Nisa-34”.

Alqur’an telah menerangkan dengan jelas, jika suami tidak ada dirumah seluruh tanggung jawab rumah tangga dipegang oleh istri.

Selanjutnya akan muncul pertanyaan, apakah istri sanggup jadi wakil kita ? ….. apakah istri bisa dipercaya ?…

Akhi, Allah telah memberikan kepercayaan dan kesanggupan pada setiap istri-istri kita. Suami-lah sejatinya yang meragukan kemampuan istri-istrinya, berilah kepercayaan padanya dan berdoalah. Begitu pula istri, jagalah kepercayaan yang diberikan suami, dan yakinlah akan kesanggupan untuk menerima amanah itu dan berdoalah.

1 Response so far »

  1. 1

    Artikel yang menarik untuk Keluarga mas..
    Salam Kenal..

    kapan mau aktif Nulis Blog lagi nich?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: