Menemukan Syahadat yang Hilang….

Jika diantara kita ditanya, “bisa baca syahadat pa tidak?” so pasti kita akan menjawab “ ya, pasti bisa-lah...”. Malahan ada juga yang merasa tersinggung dengan pertanya itu dikiranya ngeledek. Memang benar sih, syahadat itu mudah untuk diucapkan dan dihafalkan. Kalimat yang berbunyi “Asyhadu Alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah”, memang tak asing terdengar ditelinga kita. Maklum sejak bayi lahir kita sudah mendengar kaliamat itu lewat adzan dan iqomah yang diperdengarkan ditelinga kanan dan kiri kita. Saat ustazd ceramah tak lupa mengucapkan kalimat itu. Saat ijab qobul pernikahan selalu diawali dengan syahadat, juga saat terakhir mayat dikebumikan tak lupa ditalkin dengan kalimah syahadat. Kalimat ini sudah menjadi budaya masyarakat kita untuk diucapkan dalam berbagai acara. Dasyat memang! Ikrar suci sudah menjadi tradisi seolah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Tapi benarkah ikrar suci terbukti nyata dalam fakta kehidupan kita?

Sobat, bibir tipis kita sering berkata ” Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosullullah” yang artinya ”saya bersumpah tiada ILLAH (Tuhan : pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan mahluknya, yang patut disembah, yang patut di ibadahi, yang patut dituruti semua perintahnya) selain Allah, Dan saya bersumpah bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah”. Apakah saat bibir kita berucap kata ikrar mengucap dua kalimah syahadat , kedua teliga kita juga ikut mendengarkannya? Apakah hati kita ikut meyakinininya dan apakah kaki tangan dan semua panca indera kita ikut membuktikannya dengan gerak dan langkah perilaku hidup kita?

Makna Syahadah

Sobat, biar lebih ”mak nyess!!!” pemahaman kita tentang syahadat yo’ kita kupas seputar syahadat. Kalimat syahadat yang sering kita ucapkan dikenal dengan syahadatain atau dua kaliamat syahadat. Yaitu kesaksian kita kepada Allah dan kesaksian kita terhadap Rosul Muhamad utusan Allah.

Kata syahadah mengandung tiga makna;

1) Iqrar (pengakuan) kita kepada Allah dan Rosulullah. Sehingga syahadat yang kita ucapkan merupakan suatu pengakuan diri bahwa tidak ada Illah selain Allah dan saya ”mengakui” bahwa Muhammad adalah utusan Allah. 2) Sumpah kita kepada Allah dan Rosulullah. Sehingga syahadat yang kita ucapkan mengandung arti, saya ”bersumpah” bahwa tidak ada Illah selain Allah dan saya ”bersumpah” bahwa Muhammad adalah utusan Allah. 3) Suatu ikatan Perjanjian kita kepada Allah dan Rosulullah. Perjanjian kita untuk mengikuti perintah Allah dan Rosul-Nya.

Suatu contoh, Kalau ada orang yang ngaku-ngaku cinta sama kita apakah kita akan percaya begitu saja? Tentu tidak! Karena semua orang bisa ngaku-ngaku suka tanpa kita diketahui apakah dia main-main atau serius. Siapa tahu lain dibibir lain pula dihati. Akhirnya untuk meyakinkan keseriusaanya kita minta orang itu untuk bersumpah. Setelah bersumpah-pun kadang masih ada keraguan, khawatir sumpahnya palsu. Jangan sampai seperti pepatah habis manis sepah dibuang atau ada uang abang disayang tiak ada uang abang ditendang. Akhirnya dibuatlah ikatan perjanjian (pernikahan) yang didalamnya terdapat hak dan kewajiban masing-masing. Barulah kita perlu bukti atas sumpah dan janjinya dari perbuatan dan tingkah laku sehari-hari, misal adanya kasih sayang, perhatian, tanggung jawab, dll.

Sobat tatkala mulut kita berikrar mengakui tiada Illah kecuali Allah dan Muhammada Rosullallah, dibarengi dengan sumpah pembenaran dari ikrar tersebut didalam hati serta adanya pembuktian janji dalam kehidupan sehari-hari dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka inilah yang dikatakan Orang beriman.

Saat iman sudah bersemayam dalam diri seseorang. Bukan berarti lepas semua beban dan tinggal ongkang-ongkang kaki sambil kipas-kipas. Akan datang ujian keimanan dengan berbagai model dan bentuk yang Allah pilihkan untuk kita. Ujian iman bisa dalam bentuk kekayaan melimpah, kemiskinan yang tak berujung, musibah yang beruntun, hasrat cinta yang menggelora, jodah belum juga tiba, atau ujian yang lainnya. Sobat, itu semua karena Allah ingin mengetahui kesungguhan kita Benarkah Tiada Illah kecuali Allah” sudah mendarah daging dalam diri kita! Atau masih mengawang dibawa angin lalu. Kita tengok sobat-sobat kita yang lunglai menghadapi ujian keimanan hingga mereka lupa akan syahadat yang pernah diucapkan. Kita tinggalkan masa lalu yang kelam dan kembali menguatkan semangat untuk sungguh-sunguh menepati sumpah dan janji yangtelah kita ucapkan dalam syahadat. Bagi yang sanggup istiqomah meneguhkan diri menghadapi semua ujian, janji Allah dalam surat Fushishilat:30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Yo’ kita tanya pada diri kita sembari mengoreksi diri. Kita tanya dari hati yang paling dalam dan biarlah hati pula yang menjawab.

Benarkah tiada tempat berlindung selain pada-Nya, adakah terbersit dalam hati terlintas dalam pikiran atau pernah kita lakukan mencari perlindungan dari benda-benda yang dikeramatkan, paranormal, dukun, jin, setan atau sebangsannya?. Benarkah! tiada yang selalu kita rindu dan kita cintai selai-Nya, adakah cinta kepada kekasih mengalahkan cinta kita pada Allah dan Rosullullah. hingga sholat terlewatkan, iman tergadaikan, akhlaq tak terkontrol lagi! demi mengejar kepuasan diri. Sobat, benarkah Dia yang paling kita takuti hingga kita akan selalu tunduk pada perintah dan larangan-Nya. Hanya kepada-Nyalah kita menghambakan diri karena Dialah yang menciptakan kita dan alam semesta ini. Hanya kepada-Nya kita menghinakan dini, tiada daya dan kekuatan sedikitpun tanpa Dia yang menggerakannya. Hanya Dia tempat kita menyembah dan berserah diri, sesungguhnya sholat kita, ibadah kita, hidup dan mati kita hanya untuk Allah azza wajalla.

Syahadat yang gugur

Saat Allah di persekutukan dengan mahkluknya, dengan menjadikan apapun ciptaan-Nya memiliki kekuatan seolah diatas kekuatan Allah. Sehingga kita meresa tergantung pada hal tersebut maka ”Syirik-lah kita” dan gugur syahadat kita. Saat kita mengakui masih adanya nabi dan rosul setelah Rosulullah Muhammad Sholallahu alaihi wassalam, maka gugurlah syahadat kita. Sobat, jika terjadi seperti itu. Sesegera mungki taubatan Nashuha dan mengulang syahadat kita. Jika kita menolak bahwa Alqur’an adalah kita wahyu Allah yang kita jadikan tuntunan dan pedoman hidup kita, maka gugurlah syahadat kita.

Sobat, siapa tahu tanpa kita sadari kita pernah menyekutukan Allah, atau megiyakan masih adanya nabi setelah Muhammad SAW, atau mengagap Alqur’an hanyalah kitab biasa yang sama dengan buku lainnya. Ayo’ shobat kita putihkan aqidah kita dengan mengucap kembali dua kalimah syahadat.

Asyhadualla ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah

Saya mengakui dan berjanji dengan sepenuh hati, bersumpah atas nama Allah bahwa tiada Tuhan yang patut saya sembah, tempat saya bergantung atas hidup dan matiku hanyalah Allah yang maha agung penguasa alam semesta, dan nabi besar Muhammad SAW adalah nabi akhirul zaman nabi penutup para nabi dan pembawa risalah terakhir sampai akhir zaman”.

Kedasyatan Syahadat

Didalam syahadat mengandung kalimah tauhid ” Laa Ilaha Illallah ” yang memiliki kedasyatan dengan banyak keutaman. Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar muazin mengucapkan ‘Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muazin tadi,

Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Barang siapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah kebaikan yang paling utama. Abu Dzar berkata,

Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi,Wahai Rasulullah, apakah ‘laa ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa

sallam bersabda, “Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani )

Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah dzikir yang paling utama. Hal ini sebagaimana terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits marfu’),

Dzikir yang paling utama adalah bacaan ‘laa ilaha illallah‘.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani)

Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah amal yang paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak dan merupakan pelindung dari gangguan setan Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Barangsiapa mengucapkanlaa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.( HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018 )

Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah Kunci 8 Pintu Surga, orang yang mengucapkannya bisa masuk lewat pintu mana saja yang dia sukai Dari ‘Ubadah bin Shomit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barang siapa mengucapkan ‘saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim no. 149)

( Bogor, 18 April 2008, Oleh A. Athaya, dari berbagai sumber)

&&&

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    alif said,

    thank,s banget jadi ngeh! en termotifasi. sukrom moga Allah melimpahkan rahmad untuk team gamma en penulisnya amin.

  2. 2

    lisa said,

    Assalamu,alaikum

    salam kenal buat fans gamma, ternyata asyik banget artikelnya. boleh nggak kalo aku print out untuk literatur…?
    Boleh dong, lain kesempatan tunjukin orang-orang dibelakan layar Blok Gamma yang funky ini…
    wassalam..

  3. 3

    Gamma said,

    @Lisa
    Wa’alaikumsalam wr. wb.
    Salam ta’aruf juga bwt lias… Artikel di sini bebas di copy ko’, jd klo mau ambil, ambil aja.. tp tulis sumbernya yah..
    Orang2 dibelakang layarnya memang sengaja di misterius kan.. hehe.. boonk denk.. Ok deh sarannya kita tampung dulu yah.. Jazakallah..

    @Alif
    Sama-sama…
    Amin…
    Syukron udah ngunjungi blog gamma… Jgn lupa balik lagi yak..

  4. 4

    abuyahya said,

    artikel yg menarik,umat islam skrg mmg krisis syahadat,lihat kondisi umat yg terpuruk dlm kmiskinan,kterbelakangan IMAN,kemerosotan aqidah,akhlaq yg berbuah kriminalitas dimana2.Itu semua krn umat islam ini tdk benar2 m’iplementasikan syahadatnya dlm kehidupan sehari2 dan ironi nya dlm semua bidang. Masih sukanya menikmati RIBA dlm ekonomi,pny mobil /rumah/ nabung/pinjaman bank dll dg hasil RIBA. Dengn alasan SUDAH ZAMANNYA,klu ngk gitu ya ngk HIDUP DONG… ????? padahal HIDUP itu pilihan,qt masih bs hidup tnp RIBA dg menolaknya,menghindarinya.Rela saja hidup ngontrak tp ALLAH SWT ridho drpd pny rumah hasil RIBA. sdhlah didunia ngk tenang dikejar2 tagihan,diakherat dimurkai ALLAH SWT,naudzubillah.
    Belum lagi dibagian pemerintahan kita yg tdk menerapkan hukum ALLAH SWT malahan MENEGAKKAN SISTEM KUFUR dg meng’ESAKAN TUHAN DEMOKRASI yg Mendaulatkan RAKYAT sebagai TUHAN.Bagaimana tdk krn kekuasaan tertinggi ditangan RAKYAT oleh RAKYAT dan untuk RAKYAT. LAntas dimana?? bentuk keimanan umat ini thdp ALLAH SWT yg ESA?? jelas saja kalau disemua bidang bnyk problem karena ngk berpegang pd aturan2 ALLAH SWT.
    Padahal ISLAM itu adalah IDEOLOGI yg menjawab semua problem kehidupan umat disepanjang zaman.Lihat bagaimana pemerintahan ISLAM berhasil memakmurkan rakyatnya baik yg MUSLIM maupun yg KAFIR hidup MAKMUR dan TENANG dlm pemerintahan ISLAM.BAhkan pd masa khalifah Harun ar rasyid sampai tdk ada orang miskin untuk diberi zakat..sampai2 baitul amal KEPENUHAN..subhanalloh. kalau sekarang justru sebaliknya, org miskin dimana2…org berebut meminta zakat,kelaparan dimana2,anak2 dipaksa bekerja,mengemis,menjadi pemulung,berapa bny klg2 yg tdkpunya rumah untuk berlindung dr hujan,berapa bny anak2 yg tdk bisa menikmati pendidikan,adakah para PEMIMPIN iini peduli thd KEIMANAN umatnya?ada org tidak sholat/puasa/zakat/bahkan berzina dll tanpa merasa BERSALAH krn merasa terpaksa dg kondisi sekarang ini…dimana PEMERINTAH yg bertanggung jwb thd umat ini??? seharusnya Para Pemimpin itu bertanggungjwb mengontrol UMAT NYA dgn menegakkan hukum2 ALLAH SWT dimuka bumi. Bila ada hukum yg mengingatkan,mengontrol umat ini bila tidak sholat/puasa/zakat akan diberi sanksi,tentulah umat2 islam akan menjaga dan berusaha turut mengontrol lingkungan mereka untuk tetap dlm koridor aturan2 ALLAH SWT sehingga tdk ada yg akan tetap dlm kemaksiatan,berzina,riba dll krn adanya sikap peduli ber amar ma’ruf nahi munkar,saling mengontrol dimasyarakat dan PEMERINTAH yg menjaga hukum2 islam tetap terjaga dan tegak.subhanalloh betapa damai dan berkahnya hidup dlm naungan ISLAM.

    so,marilah kita berusaha kembali tegaknya hukum2 ALLAH SWT dimuka bumi dan bersatu mewujudkn negara yg menjalankan hukum2 ALLAH SWT.

  5. 5

    aq dari papua timika, salam kenal selamat berjuang team gamma

  6. 6

    Gamma said,

    @Abu Yahya..
    Wahh syukron atas kunjungan dan comment nya yg begitu bersemangat..
    terus semangat..

    @Gawi Lewotana
    salam kenal juga Gawi.. wah jauh yak dari papua.. Gamma dari Bogor nih.. Slamat Berjuang juga Gawi.. Jazakallah udah mampir.. jgn lupa balik lagi yak…

  7. 7

    dodo said,

    salam kenal, artikel yg sangat mambantu, saya berterimah kasih sekali..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: