Hanya itu……!!! Yang kupinta

Sobat Gamma yang funky tapi tetep syar’I. Hari ke hari yang Qta lalui terus mengukir kisah perjalanan hidup kita. Semua yang telah terjadi pada kehidupan sebelumnya tak bisa diulang kembali. Waktu tidak bisa diputar kebelakang seperti jarum jam yang bisa kita atur sekehendak hati, namun matahari dan bulan sebagai patokan putaran waktu tak bisa berbalik arah kecuali kiamat akan tiba. Kini yang masih tersisa dari perjalana waktu yang kita lewati hanyalah kenangan masa lalu. Entah kenangan manis dari perbuatan baik kita ataupun kenangan pahit oleh perilaku buruk kita. Sobat, kadang kita suka terpesona oleh kenangan masa lalu yang membanggakan. Hingga kita merasa orang yang hebat atau lebih dari yang lain. Kadang pula kita terpedaya dengan masa lalu yang buruk. Tak jarang perbuatan buruk kita atau kisah yang menyedihkan di masa lalu itu mengahantui kita sampai detik ini. Hingga kita merasa rendah diri, merasa diri ini kotor penuh dengan dosa. Sobat, sejatinya setiap perjalannan waktu memiliki catatan masing-masing. Tidak ada jaminan perbuatan masa lalu yang baik menjadikan kita masuk syurga jikalau tidak dipertahankan kebaikan itu dimasa kini dan masa yang akan datang. Sebaliknya perbuatan dosa besar kita dimasa lalu tidak serta merta menjadikan kita masuk neraka diakherat kelak jika diakhiri dengan pertaubatan nasuha dimasa kini dan dimasa yang akan datang. Seperti yang Rosululloh sabdakan :Barang siapa yang amal perbuatan hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung, dan barang siapa amal perbuatan hari ini sama dengan hari kemarin maka dia merugi, dan barang siapa yang amal perbuatan hari ini lebih jelek dari hari kemarin maka dia dilaknat Nah sobat, ada satu kisah yang dialami oleh Rini dengan perjalanan hidupnya saat nafsu asmara mengendalikan cinta remajanya hingga melupakan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu keimanan. Yo’ kita simak aja kisahnya. Eh, iya…Kalo ada kesamaan nama atau cerita nggak apa-apa ya…. “ Saat duduk dibangku kelas tiga SMU, Rini mulai menjalin kasih dengan pria idamannya tanpa sepengetahuan orang tuanya.Ketampanan dan kecukupan materi laki-laki itu mampu meluluhkan Rini yang tergolong anak pendiam di kelasnya, sampai-sampai aqidah rela dia gadaikan. Rini sadar kalo laki-laki yang dia cintai beda agama, ortunyapun akan marah besar jika tahu hal itu. Kisah cinta Rini begitu bebas ,seolah tak ada Alloh yang mengawasi. Hingga cinta berjalan enam bulan dan Rini telah mengandung dua bulan…jeggeeeerrrrr (naudzubillah mindzalik). Rini tak berdaya menghadapi masalah ini, saat doi sekaligus ayah si kecil dalam rahimnya mengajak menikah Rini tak menolaknya. Dibenak Rini yang penting anak ini harus punya ayah, walau kegelisahan hati ada karena telah menyakiti orang tuanya yang tidak tahu semua kejadian ini otomatis memutuskan harapan ortu padanya dan yang lebih menyiksa hatinya, Rini telah menjual keimanannya demi keputusan ini….singkat ceritanya….sejak kejadian hamil, nikah sampai melahirkan Rini tidak memberi kabar ke ortu dan tidak diketahui rimbanya. Barulah anak berusia satu tahun Rini mendapat hidayah Allah dia pulang kerumah menemui ortunya dan menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya. Ahirnya ortu Rini mengharuskan Rini untuk bertaubat dan kembali ke Islam lagi…….Rini harus mengorbankan cintanya kepada orang yang dicintai demi kembali kepada islam. Bagimana dengan anak Rini? Bagaimana perasaannya Rini?………tanya aja deh sama Rini…..
Masihkah ada ampunan untukku?
…. Besar memang dosa yang telah diperbuat Rini. Berzina berkali-kali hingga punya anak dan menikah pula dengan non muslim, yang jelas-jelas dilarang oleh Alloh. Berpindah aqidahnya hingga murtad dari agama islam dan dia telah melakukan dosa besar terhadap kedua orang tuannya. Tapi janji Alloh adalah benar, sebesar apapun dosa kita selama nafas kita belum sampai kerongkongan atau sebelum sakaratut maut tiba kita bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulaginya lagi niscaya Alloh akan mengampuninya. Seperti sabda Rosululloh , Tidak ada artinya jika dosa besar jika disertai dengan istigfar(minta ampun), dan tidak dianggap dosa kecil jika dikerjakan terus-menerus”. Sobat, kadang kita sudah mencoba tuk berbuat baik dan beribadah sebaik mungkin menurut kita, tapi tetap ada saja kemaksiatan yang kita lakukan. Hingga merasa belum betul-betul menjalankan syariat islam dengan benar dan ingin terus dan terus memperbaikinya. Semoga hal ini seperti yang disabdakan Rosululloh,“ Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikanya, maka merasa sedih /menyesal atas perbuatan dosannya, maka ia sorang mukmin (beriman)” Yah, harapan kita moga Alloh mengaktagorikan kita hamban yang masih punya iman. Dan terus membimbing kita menjadi mukmin yang benar. Kalau bukan bimbingan Alloh kita tidak sanggub menggapai syurga-Nya.

Tak perlu kau sesali…!

Sobat, masa lalu yang mengukir kenangan buruk ataupun bergelimang dosa tak perlu kita sesali atau menjadikan kita rendah diri terhadap orang lain. Kita perlu bersyukur karena kini Alloh telah menunjukan jalan yang baik jauh dari kemaksiatan dan dosa-dosa lainnya. Mungkin karena perbuatan dosa-dosa itulah yang mengahantarkan kita menjadi beriman pada Alloh sekarang ini. Siapa tahu karena istigfar kita , permintaan ampun kita berulang-ulang karena dosa-dosa kita bisa mendekatkan hati kita yang semula jauh pada Alloh menjadi dekat tanpa hijab. Nabi bersabda: Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya, andaikan kamu tidak berbuat dosa niscaya Allah Akan mematikan kamu, dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa lalu istigfar dan diampuni bagi mereka itu. Mungkin juga perbuatan dosa seorang mukmin yang telah berusaha sebaik mungkin menjaga agar tidak berbuat dosa disengaja oleh Alloh melakukan perbuatan dosa untuk menghinsdari ujub atas ibadahnya. Seperti sabda Rosulullah : andaikan perbuatan dosa itu tidak lebih baik bagi seorang mukmin dari pada ujub (merasa sombong karena amal kebaikannya) mak Allah tidak akan membiarkan seorang mukmin beruat dosa untuk selamanya. Sobat ujub itu dapat menjauhkan seorang hamba kepada Allah dan dosa dapat menarik seorang hamba dekat kepada Allah. Sobat Semua yang telah terjadi tak perlu larut dalam penyesalan yang berlebihan, sesungguhnya semua yang kita alami merupakan kehendak dan ujian Alloh sebagai bukti kita tetap beriman pada-Nya.Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” (QS. Al Ankabuut: 2)
Kutunggu rahmat-Mu

Banyak sekali Alloh mengingatka kita dia ayat-ayatNya, diantaranya dalam surat An-Nur:15,Dan seandainya bukan karena karunia Alloh dan Rahmat-Nya kepadamu di dunia dan akherat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar.….” Sobat, kita sadar betul bahwah semua yang terjadi pada diri ini semua karena kasih sayang Alloh. Kita bisa pintar bukan karena kita rajin belajar tapi karena alloh masih sayang pada kita sehingga otak kita mampu mencerna ilmu dengan baik. Kita masih bisa beriman kepada Alloh karena Alloh masih menjaga keimanan kita. Kisah Rini, sebejat apapun kelakuannya ternyata Alloh memberikan rahmat padanya niscaya semua kan berbalik 360 derajat. Maka tak satupun makluk yang bisa menghalangi rahmat Alloh yang datang pada hamba-Nya, dan sebaliknya jika murka atau azab Alloh akan menimpa pada hamba-Nya maka tak satupun makluk yang bisa menghalaunya. Ada sobat yang nyleneh….katanya, Kalo semua karena rahmat dan kasih sayang Alloh, ya udah saya bermaksiat ria aja nanti kalo hidayah dan rahmat Alloh datang terus bertaubat, jadi untung bisa bermaksiatan dulu, enak euee…”. Adalagi nih sobat nyleneh, katanya ” ngapain gue ibadah capek capek siapa tahu nanti Alloh menjadikan gue orang tukang maksiat, jadi rugi waktu..” wah sobat dua ini weesss edan tenan..(gila betulan). He fren-fren, kayaknya lo udah siap masuk nerake yee! Yang udah rajin ibadah aja masih takut dimasukin neraka apalagi kaya’ lo begitu. Emang betul Allah itu akan menyesatka siapa yang dikehendaki dan memberi hidayah/petunjuk siapa yang dikehendaki. Tapi inget pren, apa lo pingin jadi salah satu orang yang dikehendaki untuk disesatkan. Tahu gak lo, kalo kita mati nanti dalam keadan sesat berarti mati kita syu’ul khotimah dan jaminannya neraka. Apa lo gak pingin jadi salah satu orang yang dipilih Allah untuk mendapat rahmat-Nya hingga kita bisa dimasukan kedalam syurga karena rahmat Alloh itu, ini baru enak tenan. Sekarang bagaimana untuk cara tuk ngedapetin rahmat Alloh tersebut. Firman Alloh: sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan dan mempebaiki amalnya.

1 Response so far »

  1. 1

    achoey said,

    Assalamualaikum

    Terus berkarya
    Terus berdakwah


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: