Aku Ingin…… BEBAS!!!

Hai guys! lagi Bete ya? Udah bosen dikelas, pingin cepet pulang! Kalo udah begitu badan jadi rasa gatel-gatel ye… (emang lo lagi kudisan kali!) bukan lagi kudisan tapi lagi korengan, huh ! parah lagi. Rasanya bebas kalo denger bunyi, teeeetttt…..teeettttt……..cihuiii bel pulang telah berbunyi. Gamma kalo disekolahku itu bukan bel pulang, tapi bel masuk kelas. Wah, ya udah kamu masuk lagi aja (he..he..). ok deh apa pun bunyi bel nya, taaaat …taaat lah, tuuut…..tuuut lah, tooot…..toootlah, tiiiit…sekali aja takut ada yang tersinggung, pokoke pulang. Perasaan bahagia tak tertutupi lagi. Ada yang langsung berlari keluar, ada yang teriak assyiiiik…dengan beribu anganan dalam benaknya. Ada yang ngebayangin makana enak dirumah. Ada yang bahagia karena udah janjian ama seseoran sehabis pulang sekolah. Namun, pada kenyataannya bayangan indah itu tidak semua tercapai, malah kadang sebaliknya. Kebebasan yang sobat bayangkan saat suntuk dikelas akan berakhir saat bel pulang berbunyi. Padahal sejatinya kebebasan tersebut tidaklah lama kita rasa, sesaat kemudian kan hadir problema baru kan menghampiri. Heh…kok binun, paham gak mangsudnya.

Gini sobat ternyata perasan bebas pulang sekolah harus kadang berakhir saat tiba dirumah. Atau bahkan belum sampai rumah perasaan bebas tersebut udah dihampiri masalah baru. Misal, tadi waktu masih dikelas ngebayang makan enak pake sambel trasi, lalapannya daun-daun yang masih suegeer, misal daun jendela yang baru dibikin. Weleh…ngaco emangnya kita rayap doyan kayu. Sambil nonton TV acara faforite, pokoke enak deh! Tapi…namun…ternyata, udah kelamaan, waktu lihat meja makan…eng ing eng…hanya ada nasi putih seorang diri tak ada yang menemani. Saat mau ambil piring, jreeeeng. Semua piring masih belum mandi alias masih kotor belum dicuci. Maklum sobat, emak sibuk ngurusin adik yang lagi sakit.

Nah, makan enak yang dibayangin tadi mana..? ya udah, sekarang saatnya sobat jadi anak yang sholeh or sholehah ikut meringankan tugas emak. Yok cuci piring terus masak sebisanya, paling tidak tuk kita sendiri. Walaupun kita laki-laki nggak usah malu tuk cuci piring atao masak, rosulullah aja sering ikut bantu istrinya belanja atao bantu kerjaan istri beliau. Apalagi sobat seorang wanita. Nggak jamannya kita marah ama ortu ato nyalahin beliau. Oke en setuju….yo’ e. Sobat, terbukti kan, ternyata kebebasan sehabis pulang sekolah berakhir sesampai dirumah dan kita dihadapkan dengan problema baru yang mesti kita hadapai.

Sobat, lha….itu siapa yang lagi duduk bengong sepertinya menungu seseorang. He, awas kesurupan, lagi BeTe ni yeee. Ternyata sobat yang satu ini menghadapi masalah baru. Padahal dia sudah merasa bebas dari bete dikelas dan membayangkan asyik ketemu seseorang setelah pulang sekolah. Wah ternyata dia lebih merasa bete menunggu berjam-jam. Yang ditungu belum nongol batang hidungnya. Bayangan indah yang dirangkai dalam anganan saat keluar dari kelas. Ternyata hanya bertahan beberapa menit, bahkan hanya hitungan detik. Saat melihat tempat yang disepakati tuk ketemu tak terlihat batang hidungnya apalagi orangnya. Hiiii kalo yang datang hidungnya aja gimana ya….nah ternyata sobat, kebebasan yang kita rasakan dialam ini sebenarnya hanya semu en sementara alias sebentar aja.

Kenyamanan dan kenikmatan hidup hanya ada dirasa dan diperasaan kita. Sejauh mana kita mampu menerima dan ridho atas pemberian allah pada kita. Kebebasan yang kita impikan tidak menjamin kenikmatan dan ketentraman hati. Ketentraman hati kan kita capai manakala kita menyadari dengan sepenuh hati bahwa kondisi yang Allah berikan pada kita saat ini adalah yang terbaik. Walau kadang kita ngiri dengan kebahagiaan yang nampak di orang lain. Sobat, suatu kondisi atau keadaan yang dirasa bahagia oleh orang lain tidak menjamin akan membuat bahagia pada diri kita andaipun kondisi atau keadan itu sama. Karena kebahagiaan itu datangnya dari Allah. Justeru sebaliknya walau orang menggap keadan yang kita hadapi tidak membahagiaakan menurut banyak orang, namun kita merasa bahagia dengan kondisi itu, berarti sobat adalah orang yang hebat. Sweerrr, deh! sobat telah menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Em..emm, kebahagiaan tidak bisa diukur dengan banyaknya harta atau kecukupan yang dipinta. Tidak pula pada kebebasan tuk melakukan semua yang diinginkan. Namun kebahagian ada pada tentramnya hati di setiap kondisi. Trusss gimana donk resep tuk menentramkan hati. Jangan bilang siapa siapa ya….(sambil berbisik). ” Hanya dengan mengingat Allah lah hati akan menjadi tentram” .

Kebebasan kan berakhir

Sobat, seperti halnya waktu yang terus berputar, berjalan mengikuti sunatullah. Tak satupun makhluk yang mampu menahan waktu barang sekejab pun. Waktu berputar bebas lepas, kumpulan detik menjadi menit, kumpulan menit membentuk jam, kumpulan jam membentuk hari, kumpulan hari membentuk minggu, terus dan terus hingga alam yang fana ini habis massa aktifnya, yang nggak bisa diisi ulang, wah hangus deh..! betul frent alam akan diganti dengan yang baru. Pokoknya semua-mua serba baru.

Waktu bebas mengalir sesuai petunjuk Robbizzati. Kesenangan dan kebahagiaan dunia yang menghampiri kita atas kehendak Allah. Itu semua sebagai ujian keimanan kita. Jika dengan kesengan dunia menjadikan kita semakin ingat allah maka akan ditambahlah nikmat tersebut, sebaliknya jika membuat lupa Allah maka azabNya amat pedih.

Sobat, kebahagiaan atau kebebasan disunia ini semu belaka. Mo lihat contohnya, oke…oke. Saat kita masih duduk di bangku SMP ngebayang asyiknya menjadi anak SMU. Setelh di SMu ternyata tidak seayik yang dibayangkan. Lebih banyak masalah yang kita hadapi. Akhirnya ingin sekali cepat-cepat lulus. Dengan harapan bisa kerja atau melanjutkan kuliah atau menikah saja. Setelah lulus e lain cerita.

Ceritanya gimana? Sabar dulu ya….minum dulu aahhh. Alhamdulillah akhirnya ujian lulus en mendapat ijazah. Kesana kemari cari kerja gak dapet-dapet. orang rumah ngomel-ngomel udah disekolahin masih juga nganggur…mamah..emak…mather…sekolah bukan untuk cari kerja, tapi tuk cari ilmu…husss gak sopan ngajarin kakolot. Yang mo kuliah, tes perguruan tinggi negeri gak diterima. Kuliah diswasta gak mampu biaya. Truss kumaha? Ya udah kawin aja. Ternyata mo kawin aa batu sandungan juga. Yayang yang udah nyatain cinta beratnya ama kita. Gak mau nikahin, dia hanya mau cinta-cintaan aja. Wah capeek deh.

Jadi ngos-ngosan gini. Gamma jangan yang sedih-sedih terus dong. Oke deh fren..setelah lulus langsung dapet kerja. Tapi men, yang namanya kerja tentu ada aja masalah yang muncul. Tanyaain aja deh ama kakak sobat yang udah kerja. Alhamdulillah masuk PTN, eh ternyata banyak tugas di kampus en lebih susah lagi pelajarannya. Aduk senangnya yan mau nikah. Setelah lulus yayang langsung melamar. Terus punya anak deh, mat menikmatai momongan ya. Kalo pingin tahu suka dan senangnya eh dukanya jadi orang tua, merawat dan mendidik anak de el el..de es te…de es teller, tannyain aja sama out masing-masing.

Ternyata kebahagiaan dan kebebasan di dunia ini hanya sesaat dan ketemu masalah baru kemudian datang kebahagiaan lagi tak lama muncul masalah baru, terus-dan terus seperti itu hingga akhir zaman nanti. Kalo gitu ada gak sih kebebasan yang abadi atau kebahagiaan yang sejati. Ya ada lah…

Sobat,kebebasan sejati yang hakiki adalah saat timbangan amal kita sat di yaumul mizan lebih banyak amal baik kita. So pasti Syurga jaminan kita tuk selamanya kita berdiam. Disyurga tak sedikitpun terdapat kesusahan, bahagia terus dong, so pasti. Sobat mo makan apapun akan tersedia. Mo minum arak gak dilarang, malahan Allah menyiapkan satu sungai yang mengalir sungai khamr, bisa mabuk-mabukan dong. Sobat ingin bercinta, tidak dilarang.disediakan pasangan yang selalu muda menawan tidak membosankan,. Yang selalu perjaka dan selalu perawan. Gak usah diragukan lagi keromantisannya apalagi ketampanan dan kecantikannya. Enakkkkk..tenan. jadi pingin masuk syurga…

Doakan gamma ya moga bisa masuk syurga. Gamma juga ngedoa’in sibat-sobat setia gamma masuk surga semua. Nanti kita bikin bulletin lagi disyurga he..he…boleh gak ya disyurga bikin bulletin…? Sobat kini saatnya kita menetramkan hati kita dengan menikmati yang telah Allah berikan pada diri ini dengan rasa syukur yang besar pada Nya. Jangan bebankan hidup kita dengan mengejar kebebaan dan kenikmatan sesaat yang menipu. Mulailah kita mengiumpulkan sedikit demi sedikit modal yang bisa memberatkan timbangan amal baik kita. Insaallah kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah untuk memasuki syurganya kelak. Amin .(Athaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: