Arjuna mencari solusi cinta!

a_004.gifSobat Gamma, gak ada jenuh-jenuhnya ya ngabahas cinta. Emang cinta gak ada matinyee…Sobat Gamma punya kisah menarik, perlu banget kita bahas. Tentang apa sih…! Simak aja…

…Arjuna, kelas dua SMA. Setelah mendapat pengetahuan tentang cinta dari Gamma dan buku-buku lainnya. Kalo berpacaran itu dilarang oleh agama, karena banyak kemaksiatan didalamnya. Sementara, cinta dan nafsu Arjuna bergejolak mencari muara untuk menampungnya. Arjuna memilih untuk nikah muda dibawah tangan (tidak terdaftar di KUA). Tanpa sepengetahuan kedua Orang tuanya, saudara-saudaranya juga temen sekelasnya. Hanya ustad yang menikahkan dan dua saksi. Alasan Arjuna memilih nikah muda adalah Arjuna takut perbuatan dosa. Daripada melakukan maksiat dan hati selalu gelisah dilanda asmara yang kian tak terbendung, dengan nikah semua jadi halal itulah kata Arjuna….

Nah Sobat, pernah mendengar kisah mirip itu? Atau mengalami sendiri? Bagi-bagi pengalaman dengan Gamma, dong!. Sobat, kisah diatas merupakan solusi cinta yang dipilih Arjuna yaitu dengan Nikah Muda-Dibawah Tangan. Ada sobat lain yang memilih solusi dengan Sobatan saja, atau jadi Kakak-Adik. Manakah solusi yang baik untuk kita yang tetep ingin berpegang teguh dengan ajaran islam..! Yuk, kita bahas.

Nikah Muda-Dibawah Tangan (NM-DT)

Mungkin sobat masih inget pesan Rosullallah SAW: “ Wahai pemuda jika kamu telah sanggup untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu akan menjaga kehormatanmu. Kalau belum mampu maka tundukanlah pandangan dan berpuasalah. Karena itu benteng bagi kamu “ (HR. Al-Hakim).

Solusi yang dipilih Arjuna ada benarnya, tapi tidak 100% benar. Kalo alasan menikah agar tidak melakukan kemaksiatan. Berarti Arjuna menikah hanya untuk melegalkan atau menghalalkan sesuatu yang sebelumnya diharamkan saja. Nah, bisa dikatakan Arjuna menikah karena nafsu. Bukankah jihad yang ringan itu melawan hawa nafsu. Ko’ jadi marah-marah gini, sih…

Disisi lain, Arjuna sedang menjalankan kewajiban sebagai muslim, mencari Ilmu. Masih ingat perintah Allah, “ Mencari Ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Dan Arjuna juga sedang mengemban amanah Orang tuanya. Amanah apa..?. Sobat, Orang tua itu memiliki tiga kewajiban terhadap anak-anaknya, yaitu ; melahirkan, mendidik dan menikahkan.

Arjuna lagi menjalani proses pendidikan yang dipilih orang tuanya untuk di didik lewat sekolah formal. Seharusnya Arjuna taat mengikuti proses pendidikan, selain kewajiban diri sebagai muslim untuk menuntut ilmu, juga kewajiban anak untuk taat perintah ortu. Maka, bisa dikatakan Arjuna sudah tidak taat pada Orang tua. Apa nggak dosa tuh?

Kalo mau jujur, nih. ..awas jangan tersinggung, ya! Jika sobat gamma tidak serius sekolah, asal berangkat dari rumah, tapi tau’…nyampenya dimana! Ada yang ke rumah temennya, ke Mall, ke pasar de el el, itu semua wujud tidak taat pada Orang tua. Apalagi sekolah jadi ajang nyari kecengan atau tempat peragaan busana model kurang bahan, Inga’….inga’…. apa itu yang diinginkan ortumu?. Tentu tidak…

Pesan Allah tentang kewajiban kita berbakti pada kedua orang tua kita, salah satu diantaranya dalam surat Al-Isro’ ayat 23.
“ … dan hendaknya kamu berbuat baik kepada Ibu dan Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia”.

Ayo.. kata-kata “ah” biasanya muncul saat apa yo?…ngerasa nggak! Pernah berkata seperti itu pada Ortu. Bener kan, saat males disuruh, “ aaahh…..nggak ah males….
Allah juga melarang kita berlaku kasar pada ortu, membentaknya, apalagi lebih dari itu. Kalo nikah tanpa sepengetahuan ortu. Apakah ortu sudah tidak dianggap lagi?…emangnya lahir dari mana sih….(gonjrenggg…gonjrenggg). Nah, kira kira yang dilakukan Arjuna dari kisah diatas membuat orang tuanya marah besar, nggak ya?….bayangkan ( ambil bantal dulu, biar enak ngebayanginnya,…. ).

Sobat, bagaiman rasanya, kepala Arjuna ya. Bila, Pas lagi banyak Pe-Er, juga mau ulangan ditambah SPP belum dibayar karena uangnya kepake untuk kebutuhan berumah tangga, terus istri sakit harus kedokter. Mau ke ortu minta tolong, takut.….wah pusinggggg seribu keliling.

Nah kira-kira. Apa udah siap nih, sobat ngadepin problema rumah tangga? Bukan nakutin lo, tapi fikirkan dengan matang sebelum memilih solusi untuk menikah muda. Apalagi Ketika udah terjadi ijab-qobul yang dikenak dengan ikatan Mitsaqon gholidhoh, ikatan yang kuat dan agung dan semua yang dilakukan keduanya akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah. En suami lah sebagai pemimpinnya yang diberi tugas dan tanggung jawab. Suami yang harus menjaga keluarga dari siksa api neraka, dan membimbingnya ke syurga.

Sobat, nikah dibawah tangan alias tidak tercatat di KUA, amat berisiko dalam penyelesaian masalah diperadilan Negara kita. Emang, sih. Secara agama sudah sah. Tapi inget Negara kita belum menggunakan aturan islam sepenuhnya. Jika ada masalah dalam rumah tangga harus diselesaikan secara kekeluargaan, tidak bisa di peradilan pemerintah. Biasanya istri (wanita) yang jadi korban.

Oke, semakin jelas, kan!. Gamma hanya memberi pandangan saja. Kolo sobat udah siap nikah cepetan aja… mumpung..….( ayo mumpung apa? Mumpung laku kali’…). Kalo belum mampu, harus jaga pandangan dan berpuasalah…Ok. Masih banyak yang harus kita kerjakan untuk umat. Hidup kita harus berarti bagi orang lain. Itulah asset kita untuk di akherat.

Menurut penelitian Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larsoon (1984) menyatakan,” Remaja memerlukan waktu 45 menit untuk merubah Mood, dari rasa gembira ke rasa sedih , (Republika 12 mei 2006). Jadi kalo lagi nafsu bergejolak, kita butuh waktu 45 menit untuk mengalihkannya, dengan beraktifitas, mengalihkan pandangan, dan menghilangkan ilustrasi maksiat. Dengan banyak berinteraksi dengan temen-temen yang baik untuk bergaul, yang bisa membuat kita semakin deket dengan Allah.

Kakak- Adik

Sobat, ini ada kisah sobat kamu yang mencari solusi cinta dengan jadi kakak- adik.
“… Jona dan Airin teman sejak kecil. Jona dua tahun lebih tua dari Airin. Sama-sama dibesarkan di keluarga yang islami. Keduanya tahu kalo berpacaran itu tidak ada tuntunan dalam agama, juga dilarang ortu mereka. Hampir setiap hari mereka ketemu, dengan beribu alasan. Kadang minta dianter foto copy, kadang ngebakso, sering juga belajar bersama sambil ngobrol bersama (tapi banyak ngobrolnya. Akhirnya keduanya mengikrarkan diri sebagai kaka-adik. Suatu hari kebetulan Airin lagi praktikum lapangan biologi dipersawahan, bersama kelompoknya. Dari kejauhan Jona melihat Airin lagi ngoblol ama salah satu temen cowok sekelompok…eh ternyata Jona cemburu….”. nggak salah tuh
Sobat, mana ada sih kakak-adik ko’ cemburu. Kalau jalan sering bergandengan tangan dan obrolannya romantis banget. Pinginnya selalu berdua. Kalo nggak ketemu sehari ada kerinduan. Kadang selalu terbayang-bayang wajah adik atau kakak. Yang bener aja!..kakak-adik apa kakak-dedek. Ama adik atau kakaknya sendiri malah sering berantem, ee…ama adik atau kakanya orang laian malah mesra. Wah blegedes….. ingat bukan muhrim..

Sobat, sepakat nggak! Kalo model kakak-adik seperi Airin dan Jona itu tipuan cinta? Model seperti ini Gamma istilahkan “ Cinta Berkedok Keluarga atau CBK”. Model CBK tetap tidak ada ajaran dalam islam. Sobat gamma yang sedang CBK, harus siap-siap ninggalin, nih. Kalo pingin jadi pemuda yang di idamkan penghuni syurga.

Sobatan Aja..

Dalam islam tidak ada larangan, sobatan laki-laki dengan perempuan. Yang penting sesuai dengan batasan-batasan yang telah diatur dalam islam. Laki-laki dan perempuan yang boleh melihat dan menyentuh aurat (yang biasa terlihat) hanyalah muhrim.

Yang termasuk muhrim yaitu terdapat hubungan nasab atau keturunan ( Ibu dengan anak laki-lakinya, Ayah dengan anak perempuannya, paman dengan keponakan perempuannya, bibi dengan keponakan laki-lakinya, saudara kandung, saudara tiri, mertua dan anak kecil yang belum baligh (belum memahami aurat), dan ikatan suami istri, ( suami dengan istrinya).

Selain muhrim dilarang melihat, apalagi menyentuh, katakan Haram..sekali lagi Haram (emangnya Dora), kecuali wajah dan telapak tangan untuk wanita. Untuk laki-laki, menurut kitab sholam Safinah, dari pusar sampai lutut. Batasan-batasan dalam berinteraksi dengan lawan jenis, menurut Ustad Cahyadi Takariawan (dalam buku Kado Buat Sahabat oleh Mbak Izzatul Jannah);

§ Punya agenda interaksi serius
Agenda yang serius dengan lawan jenis misalnya, membicarakan kepanitiaan, mengerjakan tugas sekolah, berorganisasi, de el el. Yang semuanya tidak dicampuri obrolan pribadi, dari hati ke hati gitu, loh.

§ Menutup Aurat
Ngobrol boleh asalkan pakaiannya menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan. Kalo nggak, wah bisa barabe! Nyetrom. Ada juga lo, mode pakaian wanita menutup aurot tapi transparan alias yang terlihat lekuk badan. Seperti itu kata Rosullallah;… dianggap wanita yang berpakaian tapi telanjang.

§ Menjaga Pandangan
Sobat, saat kita berbicara ama temen, tapi mata kita melihat tanah terus (kebawah) terkesan nggak serius ya! Pokoknya nggak asyik, deh. Lantas gimana dong kalo temen ngobrol kita lawan jenis. Apa kuasa mata ini memandangnya?, apa sanggup debaran jantung ditahan?. Apalagi laki-laki, yang punya kelemahan dimata. Jangan diberi kesempatan matanya melihat auratmu (wanita), bisa mumet dia, nggak bisa tidur semaleman,… kenapa?..nyamuknya banyak kali’. Bukan tidak boleh memandang, tapi menjaga pandangan. Batasan pandangan itu tidak sampai menimbulkan sahwat.

§ Tidak berkholwat
Pesan Rosullallah,” Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah setan (HR.Abu Daud).
Berkholwat adalah berduaan ditempat sepi maupun rame atau merasa berduaan untuk membicarakan hal-hal pribadi. Peluang yang besar jika laki-laki dan perempuan berduaan untuk melakukan perbauatan maksiat. Kalo sudah kena virus muka merah jambu alias badan panas dingin, rasa malu akan hilang dan……sensor men.

Apa namanya, ya kalo ada sobat gamma yang mengaku nggak pacaran tapi sering jalan berdua bareng, atau jalan rame-rame tapi pinginya disamping dia terus. Kalo disebut namanya jantungnya berdebar, pokoknya dia itu paling asyik, deh. Kalo ditanya, “ kamu pacaran ya ?. Jawabnya,” nggak kita sobatan aja!…tapi kok seperti itu. Kalo githu tanyakan ama rumput yang bergoyang. So, pasti Sobat lebih tahu isi hati sobat sendiri. Nah, Itulah yang dikenal dengan STM (Sobatan Tapi Mesra). STM tidak ada dalam kamus anak gaul yang islami. Baca lagi batasan berinteraksi dengan lawan jenis. Agar aman dari kemaksiatan dan cinta yang kita miliki tetap suci, sepertinya nggak usah jadian aja ya. Baik namanya pacaran, kakak adik atau STM dengan lawan jenis. …setuju nggak!…

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    nindy said,

    Kerenzzzzz,,,,,,,,

  2. 2

    dani said,

    bagus dan sangat setuju…..

  3. 3

    ima said,

    emmmm hati si pengen dan mengiyakan tapi nglakuinnya beraddd bgt bro…..

    gimana donk ……

    amlan yang kudu diakuin misalnya…..

  4. 4

    henky said,

    allhamdulillah,,ane jd semangat ne bwat sobatan 5 ukhti,,


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: