YANG……Jangan goda aku!

Kalo dipikir-pikir, ternyata untuk membuat diri jadi anak baek-baek susahnya bukan main, banyak banget yang ngegoda. Mau sholat saja harus berjuang ampe titik keringat penghabisan. Sholat dhuhur sering kelewatan, ya gimana lagi abis pulang sekolah cuci mata dulu ame temen-temen. Eh, nyadarnya udah jam tiga. Mau sholat Ashar tanggung masih dijalan nunggu sampai rumah aja, kan lebih nyaman alias khusu’, rencananya sih!. Sampe rumah beda cerita, ternyata badan terasa capek en ngisi perut dulu yang keroncongan dari tadi. Apalagi matahari masih nampak tinggi, wes…nunggu matahari tenggelem ya jo.. Perut kenyang badan lelah yang paling enak rebahan sebentar. Yo, wis kebablasan berlayar ke pulau kapuk alias bobok pules. Sholat asharnya hilang ditelan waktu magrib. Bangun-bangun dengar suara HP. Nih yang ditunggu-tunggu si cayang janji mau datang ngapel jam 6.30. Buru-buru mandi en berhias diri agar pujaan hati terpesona. wow..wow…dijamin lewat deh sholat magribnya. Abis gimana! takut si cayang keburu datang en ai belum siap, nanti marah donk! Ai kan gak mau marahan… yuuuuu
Selanjutnya. Do,i datang ngajak jalan, kencan berduaan, naik motor pinjeman, makan di warung lesehan, pulang larut malam, badan kelelahan, terus tidur kepulesan, sholat isyak kelewatan, dan subuh kesiangan. Moga-moga aja bangun umur masih adaan. Sobat ini hanya kisah anak remaja di negeri seberang. Gamma yakin sobat yang lagi baca tulisan ini gak seperti itu. Ah jadi malu’…

Sebaliknya sobat, untuk membuat diri jadi anak gak baek-baek gampang bukan kepalang.Gimana nggak gampang, banyak setan gentayangan. Gamma yakin deh, kalo narkoba jelas nggak pernah coba. Minuman keras nggak pernah ngrasa. Judi, amit-amit jabang bayi. Berzina, boro-boro deh, jauh kemana-mana. Tapi kalo perbuatan yang mendekati zina?…ssssttt jangan ngomong-ngomong sering banget… habis gimana lagi, yayang sih suka godain aja. Kata yayang kalau nggak mau di kiss, or di gandeng tangan berarti nggak cinta? Ko, nyalahin orang. Ente di kadalin…

Sobat, kita sadar kalo ninggalin sholat itu dosanya lebih besar dari pada orang yang berzina kemudian hamil lalu diaborsi. Sholat juga sebagai indikator amal seseorang. Sampai-sampai dalam timbangan amal diakherat kelak, jika sholat seseorang udah oke maka semua amal lainnya dianggap oke juga. Kita juga paham segala perbuatan yang mendekati zina dilarang oleh Allah, tergolong perbuatan keji dan mungkar. Tapi mengapa perbuatan itu terulang dan terulang lagi? Jawabnya, karena iman kita belum kuat. Bagaimana cara menguatkan iman kita? Banyak hal yang mesti kita benerin, yaitu ; Niat kudu kuat, Ilmu mesti mantap dan lingkungan yang bersahabat disingkat NIL.

N I L …

Benar sobat, kalo kita melangkah tanpa niat ibarat hidup tanpa tujuan. Langkah jadi takpasti, jiwa jadi sunyi, hanya keramaian-keramaian sesaat yang kita dapat. Setelah itu sunyi lagi. Angan-angan kosong membumbung tunggi yang sering melintas, akhirnya terperdaya oleh syahwat yang terus mendesak jiwa. Pada akhirnya kita digolongkan temannya syetan, udah barang tentu termasuk orang-orang yang celaka en orang-orang yang merugi. Seperti yang Allah firmankan dalam surat Al-mujadillah:19.

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”

Siapa sih yang mau jadi temennya setan, ayo unjuk tangan! Tentu nggak ada yang mau, abis tempat tinggalnya dineraka. Hiii seremmmm!

Nah, Untuk jadi anak baek-baek yang jelas nggak cukup modal niat doang. Ibarat kita mau pergi ke suatu tempat tapi nggak tahu rute atau jalan mengarah kesana, ya dijamin muter-muter atau malah kesasar. Maka sobat mesti cari kendaraan yang udah punya sopir (cari kelompok dan ada gurunya). Bisa juga dengan belajar sendiri or cari tahu sendiri. Tapi hati-hati, seperti halnya kalo kita berjalan sendiri biasaanya godaan akan lebih besar. Sama dengan belajar sendiri or seorang diri, biasanya banyak malesnya. Yang jelas sobat mesti punya ilmunya, paham aturannya, agar langkah kita untuk menuju kebenaran emang sesuai dengan keinginan Allah. Hanya Alqu’an dan Hadist lah sumber rujukan kita dalam melangkah. En Rosullullah Muhammad Solallahu’alaihi wassalam lah figur idola kita. Tuntunan umat islam bukan Jennifer Lopest atau madona, bukan Agnes monica atau Tukul Arwana, atau siapa saja. Tapi, kalo emang perilaku mereka sesuai dengan islam boleh sih kita contoh. Oce…coy. jika tida sesuai ..no..way…Akan disebut anak gaul bila; Alqur’an dan Al-hadist sebagai tuntunan, dan Rosullullah Solallahu’alaihiwassalam sebagai panutan.

Eh, ternyata banyak juga sobat yang niatnya ingin berubah udah kuat, ilmunya udah mantep. Tapi susah untuk meninggalkan maksiat. Malahan ada yang semula udak baek-baek jadi amburadul. Apa tuh penyebabnya!… ternyata usut demi usut oleh team investigasi Cinta, disimpulkan penyebab utamanya adalah “pergaulan” alias “lingkungan bergaul”. Ngaku aja, awalnya gak mau mengenal pacaran. Paham kalo pacaran bisa menimbulkan fitnah dan banyak peluang berbuat maksiat. Eh, lama-lama kegoda juga ama temen genknya. Setelah mereka bilang, “Hanya anak udik githo, yang nggak kenal pacaran” en temen lain bilang,” nggak jamannya hari gini nge-jomblo, kaya’ primitive aja”.

Awalnya baju selalu sopan kebaya panjang, rok ukuran panjang. Tapi sekarang….Tuh, disana. gadis-gadis cantik berpakaian ketat dan mini. Kaus ketat dan celana ¾ ala Jennifer Lopez yang berpinggang rendah. Saat gadis-gadis itu membungkuk untuk turun dari angkutan umum, tampaklah pemandangan alam. Punggung yang terbuka sebagian karena memakai kaus yang “kekecilan” dan celana dengan gaya “mrosot en nglombrot” ikat pinggang kedodoran. Tak perlu membungkuk, cukup dalam posisi duduk biasa, gadis itu sudah memamerkan hampir 1/3 punggung dan sebagian panggulnya. Pusing…pusinggggg

Sebenarnya salah siapa sih, kalo kemaksiatan itu terjadi? Apa karena cowok (ihwan) penggoda, atau cewek (akhwat) suka digoda?

Bang ….

Sudah sunatullah kalo cewek (akhwat) demen ama cowok (ihwan) dan sebaliknya. Ditambah lagi diusia sobat sekarang sedang gede-gedenya strom emangnya listrik. Maksudnya godaan yang paling besar adalah “syahwat” atau asmara. Sobat, emang sih syahwat itu nikmat untuk yang sudah ijab (udah nikah), tapi akan jadi laknat kalo nekat (tuh, dipojok sana siapa tuh). Karena sangking beratnya godaan syahwat maka antara keduanya (ahkwat dan ihwan) harus saling menjaga.

Ukhti (sobat perempuan), katakan ama abangmu. “ Bang…jangan lama-lama kau tatap wajah ini, dinda tak kuasa menahan getaran rasa yang terus menyusup dikalbu. Aku takut bang badan ini panas dingin, muka merah jambu karena tersipu malu. Bang… jangan kau teruskan kata rayuan manismumu, kata sanjungannmu hingga aku terbuai mengawang laksana terbang diatas awan, gatotkaca kali. Bukankah abang tahu kelemahanku itu nggak bisa mendengar kata bujuk rayu!. Bang…jangan terlalu dekat kita bersanding, takut getar-getar sukma membuai rasa hingga jatuh dilembah dosa. Aku menginginkan abang selalu bersamaku biar bisa membimbing diri yang fakir ilmu ini semakin beriman pada Allah. Aku ingin abang menjadi laki-laki yang gagah bukan laki-laki yang lemah. Seperti yang Rosulullah salallahu alaihi wassalam sabdakan: “ Orang yang gagah (kuat/cerdas) adalah orang yang mampu menundukan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya…”

Dinda….

Sobat, kalo boleh jujur, boleh..boleh.. cowok (ihwan) itu punya sifat agresif atau dalam bahasa cinta disebut penggoda. Sifat ini akan muncul jika ada aksi or gaya aksi dari lawan jenis, seperti wanita tebar pesona, kerlingan mata wanita, de el el. sifat ini bisa mendatangkan rahmat bisa juga laknat. Bagi yang udah merit, agresif ama pasangannya bisa mendatangkan rahmat. Tapi tuk yang belum nikah atau yang pacaran, dengerin tuh yang lagi …fall in love… kalo sobat nekat bakalan kena laknat, naudzubillah.

Akhi (sobat laki-laki), katakan pada Adinda jantung hatimumu (tuk yang belum merit, ya). “Dinda, Jangan kau goda mata ini dengan dandanan yang banyak membuka auratmu, jangan sampai aku tak sanggup menahan nafsu hingga Allah membenciku. Dinda, jangan keluarkan kata merdu dari kalbumu, ku takut jantung ini berdetak tak beraturan hingga gejolak darah muda tak mampu ku tahan. Dinda, jangan beri sedikitpun kesempatan padaku tuk menyentuhmu, karena itu awal dari nafsu menguasaiku yang akan selalu menagih jika aku ketemu kamu. Dinda, jangan mau jika kuajak pergi berduaan, karena aku takut curi-curi kesempatan hingga terbuai oleh syahwat yang terus memburu kenikmatan semu. Aku ingin kedekatan kita bukan malah menjauhkan kita dari syurga. Aku nggak mau kedekatan ini membuahkan kita berdua masuk neraka. Andai aku bukan yang terbaik untukmu, ku rela melepaskan atribut cintaku padamu. Demi tuk menjadi yang terbaik bagi Allah. Biarlah aku menangis menahan rindu gejolak nafsu padamu demi ketakutanku dari siksa Robb-ku. Dari pada aku menangis karena diputus cinta oleh mu. ..terharu…menangis…menagis…

Sobat masih ingat pesan bang Napi yang sekarang udah jadi ustad Napi: “ kemaksiatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Dan kesempatan terjadi bukan karena disengaja saja tapi boleh jadi karena coba-coba, Maka waspadalah…waspadalah…waspadalah”. ( ‘Athaya ).

1 Response so far »

  1. 1

    anum said,

    subhanallah menarik sekali artikel ini, jzkllh khairan


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: