Cintaku Hanya Untuk-MU

a_004.gifNgomong-ngomong cinta, Bulu kudu’ jadi merinding jadi merinding en jantung jadi berdebar-debar, dak…dik…duk….“Cinta memang indah namun deritanya tiada berakhir” kata si Pat kai temennya Sung go kong. Kalo kata si petualang cinta yang suka hinggap sana-sini sih beda lagi. Cinta diartikannya sebagai Cerita Indah Namun Tiada Arti”, hambar amat, ya….

Nah, lain halnya bagi sobat yang sedang jatuh cinta, alias fall in love, katanya “Cinta itu indah, keindahannya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya bisa dinikmati oleh rasa ”. Semua jadi indah, semua-mua bisa bicara, daun melambaikan tangan sebagai tanda merestui cintanya. Gemericik air seperti irama cinta yang menambah syahdu suasana. Semua hati jadi sejuk, sesejuk embun pagi. Sengatan matahari terasa hangat dibadan, menambah gairah cinta. Semua jadi enak dan menyenangkan. Singkong terasa keju, oncon terasa sagu, air putih terasa madu,…weleh-weleh romantis abis deh..awas air liur keluar.

Kalo kata sobat muslim yang sedang patah hati lain lagi ceritanya. Cinta itu katanya bulsit penuh dengan kebohongan dan menyakitkan, kecian deh. Keindahannya semu yang penuh tipu daya. Manisnya laksana tebu, jika habis manis sepah dibuang,…masak sepah ditelan, yang bener aja. Dunia terasa kiamat, semangat jadi lenyap, harapan tinggal kenangan, kini tinggalah kesedihan dan keputusasaan, makan jadi tak enak, tidur jadi tak nyeyak,..banyak nyamuk kaliii.

Sobat, semua orang berhak memaknai cinta sesuai keinginannya. Cinta itu indah, cinta itu pahit, cinta itu manis, cinta itu derita, cinta itu buta, cinta itu seni, cinta itu sex, cinta itu motivasi de el el. Semuanya seperti yang mereka rasakan.

Dari cerita diatas Gamma jadi inget pendapat Ulama beken Ibnu Qoyyim Al-Jauziah, ”Bahwa cinta itu kesenangan jiwa, hiburan kalbu pembersih akal dan penghilang kegundahan. Cinta mengharuskan kepada yang sedang terpanah olehnya untuk mengkususkan cintanya kepada yang dicintainya. Dan janganlah menyekutukan cinta kepada kekasihnya dengan sesuatu yang lain. Karena seseorang tidak bisa membagi-bagi cintanya dengan adil”. Wao, mantep banget, baca sekali lagi ah .

Kalo menurut kamus bahasa arab cinta dari kata Al-Mahabbah yang berarti Inti atau benih. Cinta merupakan cikal bakal munculnya kehidupan. Manusia hadir dibumi karena cinta, tumbuhan hidup karena cinta, bahkan jagat raya ini ada karena cinta.

Al-Mahabbah berasal dari kata Al-Mahabbath artinya air yang meluap karena hujan yang lebat. Dapat diterjemahkan; suatu luapan rasa sayang yang sangat, rasa ingin sekali untuk bertemu, selalu ingin berkata, ingin ber-ekspresi dengan mencurah- ruahkan kepada yang dicintainya dengan sepenuh jiwa raga.

Sobat muslim setuju nggak bahwa Cinta itu fitrah. Semua orang berhak memiliki cinta, semua orang berhak mencintai dan dicintai. By the way …sobat punya cinta nggak?, tentu punya donk!. Sobat harus inget bahwa Cinta harus punya makna, jangan sampei cinta kita hambar bagai sayur tanpa garam, bagai kendaraan tanpa kemudi or bagai berjalan tanpa tujuan. Awas nabark loooh!. En sobat juga perlu waspada kalo Cinta juga bisa merubah segalanya, pemalas menjadi semangat, penakut jadi pemberani, sedih jadi bahagia. Dan Cinta perlu muara, bagaikan air yang mengalir perlu ditampung agar tidak berantakan. Hasrat cinta yang bergejolak perlu dicurahkan. Lalu, kemana cinta kita akan bermuara???…. makin seru, khan.. Yuk, kita bahas satu per satu.

Cinta itu fitrah

Ahhhh… jadi inget waktu itu. Saat pertama menjadi remaja. Tak tahu penyebab awalnya, yang jelas aku sudah bisa membedakan kalo temenku Desi berwajah cantik rupawan, si Anto wajahnya genteng menawan. Eh… ternyata pada suatu malam aku mimpi melihat bebek berduaan, saling kejar-kejaran, bercanda riang. Dan,disaat bersamaan …weleh, celana basah… kenapa?. Ternyata aku sedang mimpi basah (ihtilam). Tanda sudah baligh dan sudah terbebani tanggung jawab semua perbuatan yang dilakukan (mukallaf). Dan Itulah (…ssttt, jangan ngomong-ngomong ya…) awal ada perasaan tertarik sama same one temen sekelas. Itu kali ye.. namanyee cintee..cihuii…deh!

Kalo kakak ku yang cewe’ beda lagi. Waktu itu kakak pulang sekolah berlari sambil menangis dan langsung memeluk ibu. Cerita kakak ke ibu, sambil kakak ketakutan, “ Buk bahaya buk, cepet kakak bawa kedokter. Ada kelainan dan luka dalam tubuh kakak, nih banyak darah segar (sambil kakak menunjuk darah yang ada di roknya)”.

Ibu hanya tersenyum, kata ibu “, tidak ada yang perlu dihawatirkan, itu tandanya kakak sudah remaja, sudah baligh. Mulai sekarang kakak harus makin rajin ibadah karena semua sudah ditulis sebagai amal kakak sendiri, baik dosa atau pahala.

Bener kata ibu tadi, seperti sabda Rosullallah :
“ Diangkat pena ( tidak dicatat amal perbuatan) dari tiga anak manusia; Orang yang tidur sampai ia terbangun, anak hingga baligh, dan orang yang gila sampai ia sembuh”.

Secara alami perasaan tertarik dengan lawan jenis akan muncul ketika anak muda sudah baligh. Lihat tuh, sobat cewe’ lagi ngaca di jendela, pake minyak wangi lagi. Itu teh (gak peke’ teh) agar menarik perhatian kita (cowo’)…ke GR-an. Pasti kalo mau berangkat sekolah dandannya lama, puter kiri, puter kanan, angkat bahu dikit, senyum baru jalan, deh. Heh!, ngapain sih! ngurusin orang lain, jangan-jangan kita tertarik ama dia?..ya kali.

Wajar khan! Sebab, rasa cinta itu ada pada semua mahluk hidup. Cowo’ cinta ama Cewe’ atau sebaliknya. Nggak normal jika cewe’ cinta sama cewe’ atau cowo’ cinta sama cowo’, ati-ati lo dikutuk Allah seperti kaum Adt, yang hoby homo en lesbi. Walaupun rasa cinta itu halal kita miliki, tapi cara mengespresikannya mesti sesuai dengan aturan agama. Jangan seperti hewan, saat hasrat bergejolah, tak memandang maksiat, main sikat saja. Wah..wah.. bisa yabaha, …kebalik tuh…bisa bahaya.

Sobat mesti dicatet, ayo ambil pena…Cinta yang kita miliki bukan hanya cinta pada lawan jenis aja. Tapi cinta lain yang kudu ada, seperti cinta kita terhadap orang tua, cinta kepada adik dan kakak, cinta pada pelajaran, en yang kalah pentingnya Cinta kepada Allah subhanallahu wata’ala.

Cinta harus bermakna

Sobat pernah ngrasain nggak!. Kalo cinta itu bisa menyenangkan jiwa, mengibur kalbu yang lara. Pembersih akal yang penat karena masalah yang menghimpit, atau malahan cinta bikin mumet?…Yang pasti cinta dapat menghilangkan jiwa yang gundah-gulana.

Baru denger saja, kata cinta mampu membuat pikiran melayang, bagi yang sedang mabuk kepayang dilanda asmara. Namun getir dirasa bagi yang terluka oleh panah asmara, tertipu rayuan cinta yang tak tertata atau terbuang oleh jebakan cinta berujung dosa.

Cinta memaksa kita untuk serius, nah lo. Tidak bisa asal cinta, iseng-iseng bercinta atau latihan bercinta. Karena cinta bukan barang mainan yang bisa kita permainkan sekehendak kita. Cinta melibatkan perasaan dua hati yang mencoba saling menyatu. Cinta hidup menyatu dalam jiwa manusia yang tidak bisa diraba oleh tangan didengar oleh telinga atau dilihat oleh mata. Cinta hadir tidak memerlukan fisik ataupun pembuktian fisik. Cinta hadir untuk mendatangkan rasa indah. Cinta hadir untuk membuat suasana sekeliling penuh warna. Cinta hadir untuk membangkitkan gairah hidup. Dan cinta hadir tuk menjadikan semangat ibadah pada Allah.

Sobat, jangan terpedaya oleh bujuk rayu nafsu. Yang menjadikan topeng cinta tuk mengumbar syahwat. Karena cinta tidak mesti butuh fisik sebagai pembuktian. Jelaslah, bahwa ciuman, pegangan, dan sebangsanya bukan mutlak wujud dari cinta, tapi wujud nafsu syahwat.

Sobat, cinta yang kita miliki harus punya tujuan, agar cinta punya makna. Kemanapun cinta melangkah harus berpegang pada aturan islam. Sehingga cinta bisa melangkah pasti, dan mampu menerjang aral melintang. Seperti “Cinta Monyet”, jangan bilang monyet dong! Yang bercinta kan bukan monyet…. kalo gitu cinta Onyet..deh. Dalam kamus Bahasa Indonesia, Cinta Monyet diartikan “Rasa kasih antara laki-laki dan perempuan berdasarkan kemesraan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah, mengikuti nafsu). Percaya deh, sobat Gamma bukan o-nyet, jadi nggak punyak cinta monyet. Cinta ini hadir seiring dengan pertumbuhan fungsi argan-organ biologis. Perkembangan dari anak-anak menuju remaja, dan sekaligus sebagai ujian awal keimanan mereka untuk menundukan hawa nafsu. Jadi dalam islam cinta monyet nggak mesti ada.

Sebelum kita menjatuhkan cinta kita pada sesuatu, ada dua pertanyaan yang mesti dijawab oleh hati nurani kita. Mengapa aku mencintainya? dan Untuk apa aku mencintainya?, ko’… mirip judul lagu ya?… Sobat bisa dipasti-in akan muncul beribu kemungkinan jawaban. Tentunya bervariasi, tergantung keinginan yang mendorong dia bercinta. Yuk kita… lihat.
Mengapa Aku mencintainya?…. mungkin karena: dia cantik dan berkulit putih; atau mungkin dia tampan dan bertubuh atletis; bisa juga karena dia seksi dan matanya belo’; or karena dia punya mobil dan funky; bisa jadi karena dia rajin ngaji dan murah senyum; atau karena dia pemarah dan galak. Semua jawaban kita benar, karena itu pilihan cinta sobat sendiri. Setelah itu baru pertanyaan berikutnya.

Untuk Apa Aku mencintainya?… apa untuk : menghilangkan kesepian dan teman curhat ….abis pusing dirumah sendirian; mungkin untuk penghibur hati yang luka oleh mantan do’i (dia mirip banget sih); or mungkin agar ongkos gratis bisa numpang setiap hari; atau inging menikmati keseksiannya. Wah..wah…Semua sah-sah saja, karena itu pilihan cinta kamu.

Tapi inget lo…Semua pilihan jawaban kita akan dipertanggungjawabkan kehadapan Allah. Apakah pilihan kita berbuah dosa atau berbuah pahala. Yang pasti, jangan sampai cinta kita berlumuran dosa sehingga menjadikan kita penghuni neraka, naudzubillah. Yang kita harapkan, cinta yang kita miliki dapat menghantarkan kita masuk syurga, enak tenan…ngikut yuuuu’. Bagai mana caranya donk !…..

Begini Sobat, Jika kita mampu menjadikan perjumpaan dan perpisahan pada orang yang kita cintai karena Allah. Bukan karena nafsu kita ingin ketemu, dan bukan karena cemburu kita berpisah. Tapi karena besarnya cinta kita kepada Allah dan Rosulallah kita saling mencinta. Insyaallah di akhirat akan mendapatkan syurga.

Ingat pesan Rosullallah :” Ada tiga hal yang barang siapa memilikinya, maka dia telah menemukan hakikat manisnya iman. Pertama, hendaknya Allah dan Rosulnya lebih ia cintai daripada selainnya, Kedua, Hendaknya ia mencintai seorang hanya karena Allah, ketiga, Dan hendaknya ia membenci untuk kembali kufur pada Allah dari kekufuran tersebut sebagai mana ia membencinya akan dilemparkan kedalam api neraka” (HR. Bukhori dan Muslim dari Annas).

Sobat, kita perlu bersyukur menjadi umat Muhammad salallahu alaihi wassalam, yang selalu diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dari semua kesalahan yang telah kita perbuat. Sebagai bukti bahwa kita mencinta Allah diatas segalannya adalah hendaknya kita segera mungkin kembali kejalan yang di sukai Allah. Allah menjanjikan ampunan kita bertaubat, itulah bukti cinta Allah pada kita. Seperti yang Allah tuturkan dalam surat Ali-Imron:31.

“ Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa –dosamu, Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”

Cinta bisa merubah segalanya

Sobat, sempet merhatiin nggak. Tuh ” Suny’ temen kita yang dulu waktu kelas satu pendiam banget bak patung pancoran. Sekarang, tuh …weleh-weleh… agresif sekali seperti gosokan. ”Bunga” juga, temen kita yang sangat pemalu itu, inget nggak!. Sekarang dia jadi malu-maluin maksudnya tidak pemalu lagi. Yang dasyat lagi, si Roy anak kampung sawah. tuh yang dulunya paling males masuk sekolah, hoby mbolos dan paling oneng dikelas, tapi sekarang jago abis men!, ringking dua di kelas. Luar biasa…. apa sih rahasianya! Entar sabar dulu pasti dikasih tahu rahasianya. Ada lagi yang sebaliknya, apa lagi!…si Wulan setelah deket ama Yoyo’, ko jadi gitu ya. Dulu dia selalu paka rok panjang, kerudung selalu panjang, kalo jalan selalu menundukan kepala, en nilainya ulangannya selalu mantab habis, delapan selalu kepegang. Tapi sekarang, wah, berbalik 370 derajat…kebanyakan itu… 180 derajat githuh. Rok panjangnya dibuang kelaut diganti celana panjang ketat. Kerudung yang panjang dilelang jadi kerudung yang hanya menutup kepala dan sisanya dilipat pada leher, en nilai ulangan hancur mina. Jangankan nilai enam, empat aja nggak kepegang. Sekarang jelaskan apa penyebabnya….?

Tenyata, usud demi usud. Tenyata mereka kepanah asmara alias jatuh cinta. Ko’ bisa sih cinta membuat mereka berubah githu’. Yang dulu pendiam jadi agresif, pemalu jadi pemberani, pemalas jadi rajin, perokok jadi taubat, jarang sholat jadi males sholat eh … bukan jadi rajin sholat. Dan bisa sebaliknya; periang jadi pemurung, murah senyum jadi cemberut always, males mandi jadi nggak pernah mandi… bau’ tau… de el el. Ternyata kekuatan cinta mampu merubah segalanya. Bisa berupah menuju semakin baik, semakin berprestasi, semakin beriman. Atau sebaliknya, semakin kurang baik, semakin anjlok prestasi en semakin banyak maksiat. ….koreksi diri dulu ah, kalo aku semakin apa ya….

Energi potensial cinta mampu diubah menjadi energi gerak. Energi panasnya api asmara mampu membangkitkan sel-sel syaraf yang rusak ,sehingga peredaran darah jadi lancar menjadikan suplai oksigen keseluruh tubuh normal, wah kaya’ ahli fisika beneran aja!. Ternyata energi cinta emang dasyat abisss! Lebih dasyat lagi kalau energi cinta ini kita gunakan untuk mengubah kebiasaan kita yang masih jahilliyah alias perilaku yang buruk, menjadi kebiasaan yang syar’i sesuai dengan ajaran Allah subhanallahu wata’ala dan Rosulullah salallahu alaihi wassalam.

Demi cinta jangankan harta benda, kadang nyawapun akan dipertaruhkan. Sobat, andai bukan hanya cinta kepada lawan jenis saja kita bisa rela menyerahkan harta bahkan nyawa kita, tapi demi cinta kepada agama Allah dan Rosul-Nya harta dan nyawa kita korbankan. Bukankah kalo kita memperjuankan agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Sobat, yo’ kita berlatih dari sekarang menjadikan cinta kita pada Allah merupakan cinta tertinggi kita diatas kecintaan kita pada yang lain.

Sobat, kadang gunung yang tinggipun akan kita seberangi lautan luas akan kita daki, apa nggak kebalik ? Emang cinta kadang kebolak-balik. Yang biasanya terlihat biasa-biasa saja, karena kita cinta nampak indah mempesona. Dan sebaliknya, yang sebenarnya emang mempesona karena kita nggak cinta, akan nampak biasa-biasa saja. Cinta memang aneh..ya…

Sobat, bagaimana jika yang kita cintai memanggil kita . Apakah kita akan menunda-nundanya?… atau segera datang untuk menemuinya!.. Kalo emang kita cinta padanya tentu akan nurut apa katanya. Tuul nggak!. Nah sekarang, kalo emang kita ngaku cinta ama Allah, saat Allah memanggil kita lewat adzan yang berkumandang. Apakah kita langsung menemuinya dengan sholat, atau nggak! Terus, Apakah kita sudah mentaati perintahnya? Dan apakah kita sudah menjauhi apa yang dilarang-Nya?… Jika jawabnya sudah, maka Allah sudah menjadi kekasih kita.

Cinta perlu muara

Jika cinta telah datang, bagaikan air yang meluap karena hujan lebat. Bergelombang bagaikan air laut yang siap menerjang batu karang. Bergemuruh laksana banjir bandang. Jika tidak terkendali maka cinta bisa menghancurkan segala yang menghadang. Jika terarah dan tertata energinya mampu mengubah segalanya.

Sobat, cinta akan terus mengalir seiring perkembangan usia. Meluap mengikuti Daerah Aliran Cinta (DAC), sampai habis dimuara. Muara cinta tergantung pada tujuan kita bercinta. Jika cinta bermuara pada kepuasan nafsu, maka disepanjang Daerah Aliran Cintanya akan dihiasi dengan perbuatan yang mengumbar nafsu syahwat. Ayo…ngrasa nggak….Jika cinta yang dimiliki bermuara pada materi, maka sepanjang daerah aliran cintanya selalu dihitung untung dan rugi secara materi. Namun, jika cintanya bermuara pada Allah, maka sepanjang daerah aliran cintanya selalu membuat semakin dekat pada Allah.

Cinta yang bermuara pada Allah inilah cinta muslim yang fungky. Jangan pernah menganggap diri kita fungky kalu cinta yang kita miliki menjadikan jauh pada Allah…Sobat udah fungki or belum?. Sobat muslim, disepanjang perjalanan cinta dalam menyusuri DAC hingga ke muara, akan digangu kebersihannya oleh sampah-sampah cinta. Tiada lain; pergaulan bebas remaja yang sarat kemaksiatan, budaya-budaya yang merusak moral, dipasrahkan segalanya demi cinta, mengejar kebahagiaan yang semu de el el. Kalo sampah terus mengganjal daerah aliran maka lambat laun cinta akan macet bahkan mungkin cintanya tak mengalir lagi. Kalo cinta seseorang kepada kita macet dan tak mengalir lagi, maka akan ada putus cinta. Alhasil hati kita terluka dan bermuram durja. Tapi sobat, kalo cinta Allah kepada kita macet or tidak mengalir lagi alias Allah memutuskan cinta-Nya pada kita. Maka kesedihan dunia akhirat yang akan kita rasa. Gimana nggak sedih, syurga terbuka hanya untuk orang-orang yang dicintai Allah saja. Jika demikian, kita yang duputusin cinta oleh Allah akan menjadi penghuni neraka, naudzubillah min dzaliq.

Jelasnya, semua cinta yang kita punya harus bermuara pada Allah. Kita cinta dan sayang pada orang tua, bukan semata-mata karena orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita atau sebagai tanda balas budi pada keduanya, tetapi karena Allah lah yang menganjurkan kita berbakti dan berbuat baik pada keduannya. Jadi berbakti kapada kedua orang tua kita merupakan wujud ketaatan kita pada Allah.

Sobat, kita ngga’ dilarang mencintai lawan jenis kita. Karena cinta itu sebahagian dari nikmat Allah untuk hambaNya. Namun, kalo cinta pada yayang menjadikan kita semakin jauh kepada Allah atau mendatangkan kemaksiatan tentu diharamkan. Terus bagaimana dong! cara mengurangi cinta yang bergelora ?…… kebanyakan remaja masa kini dengan Berpacaran. Bisakah itu???…Kalu pacaran bisa membuat cintamu kepada Allah semakin besar, maka pacaran diperbolehkan. Tetapi kalu pacaran membuat kamu jauh dari Allah dan dijadikan ajang kemaksiatan, maka pacaran tidak diperbolehkan.
Ada nggak pacaran dan da’wah!…atau pacaran sambil ngaji !. Yang ada pacaran dijadikan alat melegalkan kemaksiatan, mengumbar birahi dan kegiatan yang disayang setan. Ingat muara cinta kita hanya pada Allah, dan semua aktifitas harus bermuara kepadaNya.

Kalo kita-kita yang fungky cara membendung gejolak muda , seperti resep Rasulullah. Sabda Rasulullah saw: “Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    bunga said,

    elo emang benar deh,,, gomong soel cinte kagak bakel ade matienye deh,,,, cinte memang begitu sanget inde,,, cinte bise ngalehin segalenye,,, cinte bise mbuat orang laen tu senang,,,,,, karene cinte kite ade,,, ,,,, karene cinte dunie nie begitu sanget indeh,,,, tapi ade kale nye cinte tu mbt kite mareh,,, sebel,,,, benci dan sakiet hati,,,,,, cinte bisa mbt kite dapet mengalahkan segale sesuatu tapi karene cinte pule kite bisa kaleh terhadap segale sesuatu….

  2. 2

    kaulo alit said,

    wah bener banget apa yang ada diatas….
    dari pengalaman pribadi kita susah untuk membedakan cinta atau nafsu….
    astagfirullah……
    selama ini cintaku karen nafsu……
    ampun akuu ya allah…
    berikan aku kesempatan untuk memuarakan cintaku pada-Mu..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: