PROSA CINTA BUAT BUNDA

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana,

Bukan!, kau lebih dari itu,

Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah Sinopsis semesta

Itu saja.

***

Tangan bunda adalah perpanjangan tangan Tuhan, begitu yang pernah gue baca. Bahkan, kata sebuah hadits, seandainya di dunia ini ada makhluk yang pantas disembah, maka makhluk itu adalah ibu. “Ibumu…… Ibumu…… Ibumu….” Begitu ulang lisan mulia Rasulullah hingga tiga kali, ketika salah seorang sahabat menanyakan siapa yang paling pantas untuk dihormati. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Hanya itu……!!! Yang kupinta

Sobat Gamma yang funky tapi tetep syar’I. Hari ke hari yang Qta lalui terus mengukir kisah perjalanan hidup kita. Semua yang telah terjadi pada kehidupan sebelumnya tak bisa diulang kembali. Waktu tidak bisa diputar kebelakang seperti jarum jam yang bisa kita atur sekehendak hati, namun matahari dan bulan sebagai patokan putaran waktu tak bisa berbalik arah kecuali kiamat akan tiba. Kini yang masih tersisa dari perjalana waktu yang kita lewati hanyalah kenangan masa lalu. Entah kenangan manis dari perbuatan baik kita ataupun kenangan pahit oleh perilaku buruk kita. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Aku Ingin…… BEBAS!!!

Hai guys! lagi Bete ya? Udah bosen dikelas, pingin cepet pulang! Kalo udah begitu badan jadi rasa gatel-gatel ye… (emang lo lagi kudisan kali!) bukan lagi kudisan tapi lagi korengan, huh ! parah lagi. Rasanya bebas kalo denger bunyi, teeeetttt…..teeettttt……..cihuiii bel pulang telah berbunyi. Gamma kalo disekolahku itu bukan bel pulang, tapi bel masuk kelas. Wah, ya udah kamu masuk lagi aja (he..he..). ok deh apa pun bunyi bel nya, taaaat …taaat lah, tuuut…..tuuut lah, tooot…..toootlah, tiiiit…sekali aja takut ada yang tersinggung, pokoke pulang. Perasaan bahagia tak tertutupi lagi. Ada yang langsung berlari keluar, ada yang teriak assyiiiik…dengan beribu anganan dalam benaknya. Ada yang ngebayangin makana enak dirumah. Ada yang bahagia karena udah janjian ama seseoran sehabis pulang sekolah. Namun, pada kenyataannya bayangan indah itu tidak semua tercapai, malah kadang sebaliknya. Kebebasan yang sobat bayangkan saat suntuk dikelas akan berakhir saat bel pulang berbunyi. Padahal sejatinya kebebasan tersebut tidaklah lama kita rasa, sesaat kemudian kan hadir problema baru kan menghampiri. Heh…kok binun, paham gak mangsudnya.

Gini sobat ternyata perasan bebas pulang sekolah harus kadang berakhir saat tiba dirumah. Atau bahkan belum sampai rumah perasaan bebas tersebut udah dihampiri masalah baru. Misal, tadi waktu masih dikelas ngebayang makan enak pake sambel trasi, lalapannya daun-daun yang masih suegeer, misal daun jendela yang baru dibikin. Weleh…ngaco emangnya kita rayap doyan kayu. Sambil nonton TV acara faforite, pokoke enak deh! Tapi…namun…ternyata, udah kelamaan, waktu lihat meja makan…eng ing eng…hanya ada nasi putih seorang diri tak ada yang menemani. Saat mau ambil piring, jreeeeng. Semua piring masih belum mandi alias masih kotor belum dicuci. Maklum sobat, emak sibuk ngurusin adik yang lagi sakit. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Akhir sebuah Cinta


By : Kang Sum

Kain Putih yang menutupi rambut Chika melambai-lambai tertiup angin saat duduk di serambi masjid al-Hijri UIKA Bogor selepas shalat Dzuhur. Suasana masjid yang sejuk membawa hati dan fikiran terasa tenang dan tentram. Chika tidak langsung beranjak pulang setelah dua mata kuliahnya berakhir, sangat sayang jika dia buru-buru pulang tanpa bercakap-cakap terlebih dahulu dengan teman kuliah barunya, Indri.

Dari dalam masjid sepasang mata misterius tampak memperhatikannya, sosok pemuda dengan sorot mata tajam penuh kesejukan, rambut tertata rapi dengan baju koko putih yang dipakai sangat serasi dengan wajahnya yang bersih bercahaya.

“Hey…, Chika!! Liatin siapa sih loe? serius amat!” Indri mengagetkan Chika yang sedang asyik membalas jauh tatapan sesosok pemuda yang sekilat telah pergi entah kemana.

“Ah elu, In. ngagetin aja! Eh…In, tadi ada Cowok ngelitain gua terus lho… Wah, ganteng banget In, serius!!” Chika membalas dengan ceria dan memainkan kerlingan matanya yang putih.

“Huh, Ge-er aja loe! Sudah ah, kita ngobrolnya di Shelter, sambil nunggu bis Rudi.” Indri mencubit pinggang Chika dan beranjak pergi meninggalkan Chika yang sedang mengaduh kesakitan bercampur geli.

Chika mengikuti Indri, berjalan disampingnya dan saling menceritakan pengalaman hidupnya. Bercerita tentang hal yang tidak pernah diduga oleh manusia, sesuatu yang terkadang luput dalam ingatan, walaupun hanya sekedar untuk diingat.

Hari berlari dalam dekapan sang malam, berkejaran dengan manusia-manusia pencari dunia. Semuanya berjalan seperti hembusan nafas yang datang pergi silih berganti, semua jiwa merangkak mengejar hari yang penuh cinta. Mendamba kebahagian dan keindahan surga. Semua manusia selalu saja disemayamkan benih-benih cinta, merembes kedalam hati menyejukkan jiwa.

Sejak hari itu Chika merasa ada sesuatu yang tersembunyi dalam hatinya, tatapan mata pemuda di masjid membuat dirinya merasa penasaran, siapa gerangan sosok pemuda itu. Tatapan matanya dirasa benar untuk dirinya, bukan untuk orang lain. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Mimpi yang Mati

By : Nindy 

 

Seorang gadis memincingkan matanya, melihat sebuah taman yang indah. Entah apa yang dia rasa saat ini. Hatinya peluh, menjerit kesakitan. Kebahagiannya runtuh, mencabik sang angkara murka. Air matanya Menghiasi taman taman langit, sehingga menjulangkan sebuah pertanya. Mengapa dia begini???

            Dia berharap, disana akan ada hati yang bisa di sirami dengan dahaga kerinduan sang Rembulan……

“ah,,,,,,,” selalu……selalu setiap beberapa hela menit dia menghelakan nafasnya.

Dia mungkin merasa bodoh, anganya begitu tinggi. Angan tentangnya, yah….angan memiliki suatu yang lemah. Manusia yang tak pernah luput dari dosa, manusia yang hanya bisa bersandar pada Sang Pencipta. Dia merasa terkutuk, seketika dia mengerutkan keningnya.

“kenapa aku bisa begini?” selalu,,,pertanyaan itu yang ada diotaknya.

Tak henti bertanya pada dirinya sendiri, begitu bodoh pikirnya. Sejenak dia menghentikan tetesan air matanya yang tak terbendung lagi untuk tak jatuh dia taman mimpi. Karena keramaian kota membuatnya menahan itu semua. Lalu lalangnya manusia manusia dihadapanya, membuat dia kelu untuk menampilkan beberapa secercah kehidupanya. Sungguh dramatis.

            Sepoyan angin ditaman langit itu, membawa dia bersemayam pada mimpinya,

“ah,,,cinta, kasih saying, belahan jiwa dan belahan hati ku fikir hanya mimpi” gumamnya. Tak jauh, ya kebodohan itulah yang membuat dia semakin terpuruk.

            Cintanya hilang, sang kumbang berkhianat, dia telah pergi,,,,,cintanya musnah. Sungguh tak tau apa yang dia rasa. Setelah sang kumbang pergi, kehidupanya liar. Obat-obatan haram menjadi santapan setiap hari. Bersenggama dan bersetubuh dengan pria lain dijadikan kegiatan rutin setiap hari demi untuk sebuah materi. Dia sejenak berfikir, air matanya mulai mengalir, dan tak tahan dia bendung. Tak dihiraukan pula manusia-manusia yang sibuk dengan dirinya sendiri berlalu lalang dihadapanya. Dia mulai tersengguk, dia mulai menangis. Kebahagian adalah hal mustahil baginya. Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Surat Merah Jambu…

Ini kali pertamanya ke uraikan senyumku dengan lebarnya,,,,,langkahku menuju walimah sahabatku begitu ringan dan riang,,,,,saat itu memang langit aga sedikit mendung. Cuacanya kurang mendukung untuk sebuah pesta pernikahan, tapi kegiranganku menutupi langit-langit yang tak bercahaya…… Rini,,,ya,,,nama itulh yang akad di Qabulkan oleh seorang ikhwan yang tampan dan gagah berani untuk memperjuangkan islam..ahaahaahaa hatiku senang sekali dibuatnya..
Persahabatn yang kubina selama ini yayayaya….kupercaya semua nantinya pasti akan sibuk dengan kehidupnya masing-masing. apalagi mereka yang sudah berkeluarga. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Komunis

Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar Merah yang diasuh oleh seorang Ibu guru berjiwa Komunis. Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol besar Dan ia mulai mengajar kepada anak2 TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak BerTuhan).
Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata pada anak2 TK di kelasnya itu: ” Anak-anak, penghapus papan tulis ini kelihatan gak???”, sambil tangannya mengacung-acungkan penghapus di depan kelas…
“KELIHATAAAAAN !!!”, kata anak2 TK serempak dan bersemangat.
“Yang terlihat menunjukan Keber-ada-an maka, Kalau penghapus ini kelihatan artinya penghapus ini ada nggaaak?”, tanyanya lagi kepada mur id murid nya.
“ADAAAAAAAA! !”, kata anak2 itu penuh semangat.
Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu mengambil sebuah kapur putih. Kemudian berkata kembali pada mur id -mur id nya:
“Anak-anak KAPUR ini kelihatan nggaak???”, sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.
“KELIHATAAAAAN !!!”, kata anak2 TK serempak dan bersemangat.
“Nah !! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada…nggak? ” ,tanyanya lagi kepada murid- muridnya.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Sayangku.. Ramadhanku…

Oleh : Suminta

Belaian cintamu begitu indah kurasakan
Rasa sayangmu tak henti-hentinya kau berikan
Satu… sepuluh.. bahkan dua kalinya..
Selalu kau berikan padaku

Kau izinkan aku selalu menemanimu
Untuk kesekian kalinya…
Kau pasrahkan dirimu untukku
Untuk selalu kusentuh dan kureguk cintamu

Kaulah sayangku…

Malu, dengan semalu-malunya diriku
Berjumpa dengan cantiknya dirimu
Takut, dengan ketakutan diriku
Jika sampai diriku kehilanganmu

Tetaplah selalu hadir disampingku
Untuk selalu membasahi tubuhku
Dengan kesejukan cintamu
Dengan rahmat dan ampunanNya
Kaulah sayangku..
Ramadhanku….

Komentar (2) »

MERDEKA…!!!

Oleh : Suminta

Disinilah kami hidup..
Membangun negri yang tercinta
Yang entah kapan bisa hidup…. didalam kehidupn

Negri,
Yang entah kapan bisa maju…. didalam kemajuan
Semua…
Entah kapan…

Sementara itu…
Di negri ini..
Anak negri ramai bermain…, tertawa…., dan bergembira….

Ramai bermain: menghabiskan waktu… energi… dan kekuasaan…

Tertawa : menindas yang lemah… memiskinkan yang miskin… membodohi yang bodoh..

Bergembira: diatas penderitaan oprang lain.. mengalahkan yang lemah… mengeroyok sang pahlawan… Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kering..!!!

Oleh : Suminta

Panasnya matahari terasa sejengkal

Sejuknya angin telah beranjak pergi

Burung-burung kemarau terlihat malas mengepakkan sayapnya

Tumbuh-tumbuhan…, pohon-pohon…, semuanya sekejap terdiam, layu tak berkembang..

Sementara…

air dihulu malu untuk menampakkan diri..

Bumi tak berani merekatkan tanahnya, akhirnya ’betah’ terbelah…

Inilah akhir sebuah goresan kesuburan

Inilah ” kering ”

Semuanya diam..pandangnn di penuhi noktah-noktah hitam

Menelusuri relung-relung jiwa yang bergejolak

Telinga menutup diri dari ayat-ayat suci..

Inilah akhir goresan kesejukan

Inilah ”kering” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »