Arsip untuk Cerpen dan Puisi

Belajar dari Pohon Kelapa

Aku iri padamu pohon kelapa…….
Kehadirannya membuat banyak manfaat bagi orang banyak,
kecilmu (tunas) dijadikan simbul Pandu Pramuka lambang kebersamaan.
Daun mudamu (janur) dijadikan simbul/tanda sebuah acara silaturahmi (hajatan).
Daun tuamu dimanfaatkan lidinya untuk sapu pembersih kotoran.
Buah mudamu (degan) dijadikan minuman penghilang dahaga,
sedang buah tuanya dijadikan santan yang memiliki multi manfaat,
saat kamu tua kering keriput jadilah kopra diambil minyaknya.
Batangmu sebagai tiang penyangga bangunan ataupun jembatan.
Kamu serahkan kehidupanmua untuk manfaat bagi umat manusia……..
Begitu banyak arti hidupmu pohon kelapa…..

Sedangkan Aku……
Sampai di usiaku kini….

Komentar bertahan »

MakNA CinTA…KU

…Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjanglebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang Sementara pena begitu tergesa-g esa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur Cinta sendirilah yang menerangkan cinta Dan percintaan!…”

(Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M. dalam KCB2)

Komentar (1) »

HakEkaT CiNTA……ku

cinta adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang jadi untung,mengubah sedih jadi riang, mengubah setan jadi nabi, mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat, mengubah kikir jadi dermawan, mengubah kandang jadi taman, mengubah penjara jadi istana, mengubah amarah jadi ramah ,mengubah musibah jadi muhibah, itulah cinta!….

( Diadaptasi dengan banyak perubahan dari puisi Rumi dalam Masnawinya, dalam KCB2)

Komentar bertahan »

Doa untuk Kekasih…


untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa…


Allah yang Maha Pemurah…

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat – saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU…

Baca entri selengkapnya »

Komentar (5) »

Sayangku.. Ramadhanku…

Oleh : Suminta

Belaian cintamu begitu indah kurasakan
Rasa sayangmu tak henti-hentinya kau berikan
Satu… sepuluh.. bahkan dua kalinya..
Selalu kau berikan padaku

Kau izinkan aku selalu menemanimu
Untuk kesekian kalinya…
Kau pasrahkan dirimu untukku
Untuk selalu kusentuh dan kureguk cintamu

Kaulah sayangku…

Malu, dengan semalu-malunya diriku
Berjumpa dengan cantiknya dirimu
Takut, dengan ketakutan diriku
Jika sampai diriku kehilanganmu

Tetaplah selalu hadir disampingku
Untuk selalu membasahi tubuhku
Dengan kesejukan cintamu
Dengan rahmat dan ampunanNya
Kaulah sayangku..
Ramadhanku….

Komentar (2) »

MERDEKA…!!!

Oleh : Suminta

Disinilah kami hidup..
Membangun negri yang tercinta
Yang entah kapan bisa hidup…. didalam kehidupn

Negri,
Yang entah kapan bisa maju…. didalam kemajuan
Semua…
Entah kapan…

Sementara itu…
Di negri ini..
Anak negri ramai bermain…, tertawa…., dan bergembira….

Ramai bermain: menghabiskan waktu… energi… dan kekuasaan…

Tertawa : menindas yang lemah… memiskinkan yang miskin… membodohi yang bodoh..

Bergembira: diatas penderitaan oprang lain.. mengalahkan yang lemah… mengeroyok sang pahlawan… Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kering..!!!

Oleh : Suminta

Panasnya matahari terasa sejengkal

Sejuknya angin telah beranjak pergi

Burung-burung kemarau terlihat malas mengepakkan sayapnya

Tumbuh-tumbuhan…, pohon-pohon…, semuanya sekejap terdiam, layu tak berkembang..

Sementara…

air dihulu malu untuk menampakkan diri..

Bumi tak berani merekatkan tanahnya, akhirnya ’betah’ terbelah…

Inilah akhir sebuah goresan kesuburan

Inilah ” kering ”

Semuanya diam..pandangnn di penuhi noktah-noktah hitam

Menelusuri relung-relung jiwa yang bergejolak

Telinga menutup diri dari ayat-ayat suci..

Inilah akhir goresan kesejukan

Inilah ”kering” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Selama Kita Ada

Oleh : Suminta

Selama hari masih tetap menemani

Maka janji akan tetap terpatri didalam sanubari…

Selama siang masih setia mendampingi malam

Maka bulan akan selalu merindukan cahaya terang…

Selama udara masih bisa kuhirup

Maka jiwa akan tetap hidup….

Selama hati masih selalu lembut

Maka kata akan terasa sejuk…

Selama diri dapat menghitung hari

maka jalan Ilahi mebentangkan diri…

Komentar bertahan »

Untuk Bidadari

Oleh : Suminta

jika mengharap hati seluas langit maka berhentilah mengharap pada makhluk-Nya di bumi.

Hanya untaian kata yang bisa membuatmu tersenyum

Melepas dahaga yang kian hari kian menjadi

Mengetuk jiwa-jiwa yang merindukan kesejukan

Meniti hari menunggu pendamba cinta Ilahi

Puncak cinta menunggu adalah kesabaran

Ennati hari indahnya surgawi

Merelakan waktu yang tersu bergulir

Menapaki jejak sang permaisuri

Komentar bertahan »

Syukur

Oleh : Suminta

Kubersujud, bersyukur atas karunia-Mu

Atas jiwa yang Kau hembuskan

Atas nafas yang Kau berikan

Atas segala yang ada dihati dan di raga

Semua karuniMu tiada tara..yang tidak mudah kubalas..

Namun, jiwa yang berdosa

Selalu dan selalu saja . berdosa.

Namun, dzat yang maha pengampun

Selalu dan selalu saja. Mengampuni…

Kubersujud dan bersujud lagi..

Menyeka air mata dan kembali bersyukur..

Entah berapa lama lagi. Kuberdosa. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.