Maret 10, 2009
· Disimpan dalam Artikel
Sejarah Palestina dan Rakyatnya:
(Bag ke-2)
Geografi Palestina (Relief Tanah dan Iklim)
Oleh: Tim dakwatuna.com

Secara mendasar, wilayah Palestina mungkin dapat kita bagi (dengan memotong garis bujur) menjadi tiga wilayah. Yaitu wilayah pinggiran pantai, dataran tinggi pegunungan yang menyebar di hampir seluruh wilayah Palestina dan galur Yordan (wilayah dataran rendah Yordan). Wilayah pinggiran Palestina menyempit karena bersebelahan dengan gunung Karmel di Haifa sampai 200 meter dan meluas ke arah selatan mencapai 30 kilometer di wilayah Gaza. Di wilayah inilah terkonsentrasi pemukiman penduduk dan kegiatan ekonomi dalam skala besar. Saat itu sekitar tiga perempat penduduk Palestina terkonsentrasi di wilayah ini, di tambah aktifitas ekonomi di pelabuhan khususnya di Haifa, wilayah-wilayah ini merupakan pusat kegiatan pertanian strategis terutama produksi asam. Adapun dataran tinggi di wilayah tengah Palestina, meliputi pegunungan Nablus, al Khalil (Hebron) dan perbukitan Nagev yang luasnya mencapai 1000 meter. Kemudian gunul Halhul mencapai 1020 meter, gunung Jurzaim dan ‘Aibal mencapai 940 meter. Dan di rangkaian pegunungan el Jalil di wilayah utara Palestina, di situ ada gunung tertinggi di Palestina, menjulang gunung el Jurmeq luasnya mencapai 1208 meter.
Baca entri selengkapnya »
Februari 25, 2009
· Disimpan dalam Artikel
Sejarah Palestina dan Rakyatnya
(Bag ke-1)
Tanah Palestina
Oleh: Tim dakwatuna.com
Muqaddimah
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, shalawat serta salam semoga terjurahkan kepada junjungan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan seluruh shabatnya.
Tulisan yang ada di hadapan pembaca ini adalah bagian pertama dari seri “diraasat manhajiyah fiil qadhiyah al filistiniyah” (kajian sistematik/metodologis tentang issu Palestina). Kajian ini dimaksudkan untuk melakukan ekstensifikasi kepedulian intelektual dan kebangsaan berkenaan dengan issu Palestina. Ini merupakan seri kajian ilmiah dan dokumentatif yang membahas berbagai sisi dalam masalah issu Palestina, sebagai pengantar bagi siapa saja yang ingin – kelak di kemudian hari – melakukan kajian dalam bidang yang lebih spesifik (spesialis keilmuan tentang Palestina).
Buku “ardhu filistin wa sya’buha” (Tanah dan Bangsa Palestina) ini berbicara tentang tanah Palestina dari sisi sejarah dan geografi, kedudukannya dalam Islam, menangkis klaim-klaim Yahudi yang menyatakan mereka lebih berhak atas tanah Palestina. Juga berbicara mengenai perkembangan permukiman Yahudi dan perampasan mereka atas tanah Palestina, mengungkapkan kebohongan dan kepalsuan klaim-klaim yang mengatakan bahwa rakyat Palestina telah menjual tanah mereka kepada orang-orang Yahudi. Kemudian berbicara mengenai al Quds dan tindak penodaan terhadap tempat-tempat suci Islam berupa upaya-upaya penggusuran, pencaplokan, penghancuran dan yahudisasi.
Selanjutnya buku ini berbicara tentang pembentukan komunitas bangsa Palestina sepanjang sejarah, mengenai rakyat Palestina yang berada di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948, mengenai kehidupan mereka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, kondisi mereka di luar Palestina dan menjelaskan penderitaan orang-orang Palestina serta berbagai aksi pembantaian dan penyiksaan yang mereka alami. Kami memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar menjadikan amal ini tulus karena-Nya, Dzat Yang Maha Mulia.
Penulis
Baca entri selengkapnya »
Januari 26, 2009
· Disimpan dalam Artikel

Jalur Gaza adalah sebuah wilayah di Palestina, luasnya sekitar 365 km persegi, dihuni oleh sekitar 1,5 juta orang, terkenal banget karena perjuangan rakyatnya yang heroik, gigih ‘n gak kenal lelah ngelawan penjajah Zionis Israel. Selama 2 tahun lebih or setelah kemenangan HAMAS (Harakah Al Muqawamah Al Islamiyah) pada pemilu yang berlangsung hari Rabu, 25/1/2006, Gaza diembargo, diblokade oleh Zionis, tapi Gaza gak mati, Gaza tetep idup walaupun dalam penderitaan yang begitu dahsyat..
Baca entri selengkapnya »
Desember 22, 2008
· Disimpan dalam Artikel
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi. Baca entri selengkapnya »
September 16, 2008
· Disimpan dalam Artikel
Author: Abu Saifulhaq Asaduddin

Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :
Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata: / ‘Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.’ / Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat: / Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.
Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : ‘Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.’
Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.
- Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin �eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.
- Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.
- Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.
- Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria ‘Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !’ Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.
- Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.
- Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.
- Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim �eAlaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan. Baca entri selengkapnya »
Juli 13, 2007
· Disimpan dalam Artikel
Hadits Nabi Muhammad SAW : “ Qoolannabiyyu Shollallaahu ‘Alaihi Wasallama Libni Mas’uudin Rodhiyallaahu ‘Anhu , Yabna Mas’uudin Juluusuka Saa’atan Fii Majlisil ‘Ilmi Laa Tamassu Qolaman Wa Taktubu Harfan Khoirun Laka Min ‘Itqi Alfi Roqobatin , Wa Nazhoruka Ilaa Wajhil ‘Aalimi Khoirun Laka Min Alfi Farosin Tashoddaqta Biha Fii Sabiilillaahi , Wa Salaamuka ‘Alal ‘Aalimi Khoirun Laka Min ‘Ibadati Alfi Sanatin . Artinya , : “ Telah berkata Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam kepada Sahabat Ibnu Mas’ud R.A ( namanya ‘Abdullah bin Mas’ud ) , Wahai Ibnu Mas’ud dudukmu sesaat di Majlis Ilmu yangmana engkau tidak memegang pena dan engkau tidak menulis satu hurufpun itu lebih baik bagimu daripada engkau membebaskan seribu budak , dan pandanganmu kepada wajah orang alim ( Ulama ) itu lebih baik bagimu daripada engkau bersedekah dengan seribu kuda di jalan Allah , dan ucapan salammu kepada orang alim ( Ulama ) itu lebih baik bagimu daripada engkau beribadah seribu tahun . Baca entri selengkapnya »