…Malam yang sepi, hening, hanya suara hewan-hewan malam yang masih bertahan mengisi suasana. Rembulan diluar sana masih menunaikan tugasnya menerangi bumi. Sekali waktu mempersilahkan awan untuk lewat. Sementara Aku di dalam kamar susah memejamkan mata. Dipelupuk ini selalu hadir bayangan gadis itu. Gadis yang memancarkan getaran-getaran aneh, getaran yang menyengat jantungku saat mata beningnya beradu pandang dengan mataku. Kucoba alihkan dengan membaca buku, namun wajah gadis manis berkacamata dengan kerudung hitam itu seolah hadir dalam lembaran-lembaran buku bacaanku.
Aku menuju halaman rumah, ku coba menikmati kecantikan bulan dimalam hari, agar kecantikan gadis yang aku jumpai di masjid Al-Hijri selepas sholat dhuha tadi pagi bisa hilang. Ternyata bulan tidak sanggup membantuku. Sorot mata gadis itu seolah menyatu dengan cahaya bulan yang keemasan, nampak semakin elok, anggun dan menawan.
”Perasaan apa ini….perasaan apa ini… ,” teriak batin-ku, bingung dengan apa yang terjadi.
”Apakah aku telah jatuh hati padanya?…..,”



