Arsip untuk Februari, 2010

Musibah Sejatinya ujian………

“Sesungguhnya kami telah jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, karena Kami hendak memberi cobaan kepada mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.” (QS Al−Kahfi (18): 7)

Ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah. Pertama, orang yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.

Kedua, orang yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa. Ia tidak pernah menyerahkan apa−apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT.

Ketiga, orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya. Orang yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT menghendaki kebaikan bagi dirinya. (Hikmah_Republika)

Komentar bertahan »

Belajar dari Pohon Kelapa

Aku iri padamu pohon kelapa…….
Kehadirannya membuat banyak manfaat bagi orang banyak,
kecilmu (tunas) dijadikan simbul Pandu Pramuka lambang kebersamaan.
Daun mudamu (janur) dijadikan simbul/tanda sebuah acara silaturahmi (hajatan).
Daun tuamu dimanfaatkan lidinya untuk sapu pembersih kotoran.
Buah mudamu (degan) dijadikan minuman penghilang dahaga,
sedang buah tuanya dijadikan santan yang memiliki multi manfaat,
saat kamu tua kering keriput jadilah kopra diambil minyaknya.
Batangmu sebagai tiang penyangga bangunan ataupun jembatan.
Kamu serahkan kehidupanmua untuk manfaat bagi umat manusia……..
Begitu banyak arti hidupmu pohon kelapa…..

Sedangkan Aku……
Sampai di usiaku kini….

Komentar bertahan »

MakNA CinTA…KU

…Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjanglebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang Sementara pena begitu tergesa-g esa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur Cinta sendirilah yang menerangkan cinta Dan percintaan!…”

(Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M. dalam KCB2)

Komentar (1) »

HakEkaT CiNTA……ku

cinta adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang jadi untung,mengubah sedih jadi riang, mengubah setan jadi nabi, mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat, mengubah kikir jadi dermawan, mengubah kandang jadi taman, mengubah penjara jadi istana, mengubah amarah jadi ramah ,mengubah musibah jadi muhibah, itulah cinta!….

( Diadaptasi dengan banyak perubahan dari puisi Rumi dalam Masnawinya, dalam KCB2)

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.