Arsip untuk Mei, 2008

Menemukan Syahadat yang Hilang….

Jika diantara kita ditanya, “bisa baca syahadat pa tidak?” so pasti kita akan menjawab “ ya, pasti bisa-lah...”. Malahan ada juga yang merasa tersinggung dengan pertanya itu dikiranya ngeledek. Memang benar sih, syahadat itu mudah untuk diucapkan dan dihafalkan. Kalimat yang berbunyi “Asyhadu Alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah”, memang tak asing terdengar ditelinga kita. Maklum sejak bayi lahir kita sudah mendengar kaliamat itu lewat adzan dan iqomah yang diperdengarkan ditelinga kanan dan kiri kita. Saat ustazd ceramah tak lupa mengucapkan kalimat itu. Saat ijab qobul pernikahan selalu diawali dengan syahadat, juga saat terakhir mayat dikebumikan tak lupa ditalkin dengan kalimah syahadat. Kalimat ini sudah menjadi budaya masyarakat kita untuk diucapkan dalam berbagai acara. Dasyat memang! Ikrar suci sudah menjadi tradisi seolah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Tapi benarkah ikrar suci terbukti nyata dalam fakta kehidupan kita?

Sobat, bibir tipis kita sering berkata ” Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosullullah” yang artinya ”saya bersumpah tiada ILLAH (Tuhan : pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan mahluknya, yang patut disembah, yang patut di ibadahi, yang patut dituruti semua perintahnya) selain Allah, Dan saya bersumpah bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah”. Apakah saat bibir kita berucap kata ikrar mengucap dua kalimah syahadat , kedua teliga kita juga ikut mendengarkannya? Apakah hati kita ikut meyakinininya dan apakah kaki tangan dan semua panca indera kita ikut membuktikannya dengan gerak dan langkah perilaku hidup kita?

Baca entri selengkapnya »

Komentar (7) »