Arsip untuk Agustus, 2007

Sayangku.. Ramadhanku…

Oleh : Suminta

Belaian cintamu begitu indah kurasakan
Rasa sayangmu tak henti-hentinya kau berikan
Satu… sepuluh.. bahkan dua kalinya..
Selalu kau berikan padaku

Kau izinkan aku selalu menemanimu
Untuk kesekian kalinya…
Kau pasrahkan dirimu untukku
Untuk selalu kusentuh dan kureguk cintamu

Kaulah sayangku…

Malu, dengan semalu-malunya diriku
Berjumpa dengan cantiknya dirimu
Takut, dengan ketakutan diriku
Jika sampai diriku kehilanganmu

Tetaplah selalu hadir disampingku
Untuk selalu membasahi tubuhku
Dengan kesejukan cintamu
Dengan rahmat dan ampunanNya
Kaulah sayangku..
Ramadhanku….

Komentar (2) »

MERDEKA…!!!

Oleh : Suminta

Disinilah kami hidup..
Membangun negri yang tercinta
Yang entah kapan bisa hidup…. didalam kehidupn

Negri,
Yang entah kapan bisa maju…. didalam kemajuan
Semua…
Entah kapan…

Sementara itu…
Di negri ini..
Anak negri ramai bermain…, tertawa…., dan bergembira….

Ramai bermain: menghabiskan waktu… energi… dan kekuasaan…

Tertawa : menindas yang lemah… memiskinkan yang miskin… membodohi yang bodoh..

Bergembira: diatas penderitaan oprang lain.. mengalahkan yang lemah… mengeroyok sang pahlawan… Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kering..!!!

Oleh : Suminta

Panasnya matahari terasa sejengkal

Sejuknya angin telah beranjak pergi

Burung-burung kemarau terlihat malas mengepakkan sayapnya

Tumbuh-tumbuhan…, pohon-pohon…, semuanya sekejap terdiam, layu tak berkembang..

Sementara…

air dihulu malu untuk menampakkan diri..

Bumi tak berani merekatkan tanahnya, akhirnya ’betah’ terbelah…

Inilah akhir sebuah goresan kesuburan

Inilah ” kering ”

Semuanya diam..pandangnn di penuhi noktah-noktah hitam

Menelusuri relung-relung jiwa yang bergejolak

Telinga menutup diri dari ayat-ayat suci..

Inilah akhir goresan kesejukan

Inilah ”kering” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Selama Kita Ada

Oleh : Suminta

Selama hari masih tetap menemani

Maka janji akan tetap terpatri didalam sanubari…

Selama siang masih setia mendampingi malam

Maka bulan akan selalu merindukan cahaya terang…

Selama udara masih bisa kuhirup

Maka jiwa akan tetap hidup….

Selama hati masih selalu lembut

Maka kata akan terasa sejuk…

Selama diri dapat menghitung hari

maka jalan Ilahi mebentangkan diri…

Komentar bertahan »

Untuk Bidadari

Oleh : Suminta

jika mengharap hati seluas langit maka berhentilah mengharap pada makhluk-Nya di bumi.

Hanya untaian kata yang bisa membuatmu tersenyum

Melepas dahaga yang kian hari kian menjadi

Mengetuk jiwa-jiwa yang merindukan kesejukan

Meniti hari menunggu pendamba cinta Ilahi

Puncak cinta menunggu adalah kesabaran

Ennati hari indahnya surgawi

Merelakan waktu yang tersu bergulir

Menapaki jejak sang permaisuri

Komentar bertahan »

Syukur

Oleh : Suminta

Kubersujud, bersyukur atas karunia-Mu

Atas jiwa yang Kau hembuskan

Atas nafas yang Kau berikan

Atas segala yang ada dihati dan di raga

Semua karuniMu tiada tara..yang tidak mudah kubalas..

Namun, jiwa yang berdosa

Selalu dan selalu saja . berdosa.

Namun, dzat yang maha pengampun

Selalu dan selalu saja. Mengampuni…

Kubersujud dan bersujud lagi..

Menyeka air mata dan kembali bersyukur..

Entah berapa lama lagi. Kuberdosa. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Sakit ½ jiwa

Oleh : Suminta

Ingin sekali kumenjerit…

Memecahkan daun telinga sunyi malam

Melolong keras menembus angan…

Menerpa bukit-bukit kejahiliyahan

Disa’at panasnya dunia,

Kian hari kian merajalela

Hati murni kian memudar… bak kisah pudarnya pesona Cleopatra.

Menjadi ½ jiwa… 1/2 hati…

Kemarahan yang memletup-letup

Siapa dan untuk siapa?? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Sujudku.. Taubatku…

Oleh : Suminta

Butir-butir permata putih, satu persatu berjatuhan..

Suasana pun seketika menjadi teduh

Dinding kamar terasa merembes

Mengalir membasahi sajadah cinta

Kuciumi dan kucintai

Dengan segenap rasa dijiwa

Dengan setumpuk dosa dan maksiat

Kubersujud

Mengharap ampunanNya

Mengharap keridhoaanNya

Sujudku.. taubatku…

Komentar bertahan »

Murottal

Oleh : Suminta

Allahuakbar!!

Jiwa bergetar…

Menghancurkan tembok-tembok hitam dalam hati

Alunan cinta yang begitu indah

Syair Ilahi bak penentram hati Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Bayang – Bayang Cinta..

Oleh : Suminta

Subhanallah…

Tatapan indah matamu

Meluluhkan jiwaku yang telah kubenamkan dalam CintaNya

Setelah sekian kalinya

Sorot matamu menembus jiwaku

Yang asyik mendendangkan syair-syair Cinta

Bayang-bayang kesejukan cinta

Begitu lekat kurasa…

Entah sampai kapan…

Walau, telah lama kukubur dalam cintaku

Sebagai penjagaan cinta KepadaNya

Walau, indah pelangi kerap kali kurasa Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »