Arsip untuk Juni 23, 2007

YANG……Jangan goda aku!

Kalo dipikir-pikir, ternyata untuk membuat diri jadi anak baek-baek susahnya bukan main, banyak banget yang ngegoda. Mau sholat saja harus berjuang ampe titik keringat penghabisan. Sholat dhuhur sering kelewatan, ya gimana lagi abis pulang sekolah cuci mata dulu ame temen-temen. Eh, nyadarnya udah jam tiga. Mau sholat Ashar tanggung masih dijalan nunggu sampai rumah aja, kan lebih nyaman alias khusu’, rencananya sih!. Sampe rumah beda cerita, ternyata badan terasa capek en ngisi perut dulu yang keroncongan dari tadi. Apalagi matahari masih nampak tinggi, wes…nunggu matahari tenggelem ya jo.. Perut kenyang badan lelah yang paling enak rebahan sebentar. Yo, wis kebablasan berlayar ke pulau kapuk alias bobok pules. Sholat asharnya hilang ditelan waktu magrib. Bangun-bangun dengar suara HP. Nih yang ditunggu-tunggu si cayang janji mau datang ngapel jam 6.30. Buru-buru mandi en berhias diri agar pujaan hati terpesona. wow..wow…dijamin lewat deh sholat magribnya. Abis gimana! takut si cayang keburu datang en ai belum siap, nanti marah donk! Ai kan gak mau marahan… yuuuuu
Selanjutnya. Do,i datang ngajak jalan, kencan berduaan, naik motor pinjeman, makan di warung lesehan, pulang larut malam, badan kelelahan, terus tidur kepulesan, sholat isyak kelewatan, dan subuh kesiangan. Moga-moga aja bangun umur masih adaan. Sobat ini hanya kisah anak remaja di negeri seberang. Gamma yakin sobat yang lagi baca tulisan ini gak seperti itu. Ah jadi malu’…

Sebaliknya sobat, untuk membuat diri jadi anak gak baek-baek gampang bukan kepalang.Gimana nggak gampang, banyak setan gentayangan. Gamma yakin deh, kalo narkoba jelas nggak pernah coba. Minuman keras nggak pernah ngrasa. Judi, amit-amit jabang bayi. Berzina, boro-boro deh, jauh kemana-mana. Tapi kalo perbuatan yang mendekati zina?…ssssttt jangan ngomong-ngomong sering banget… habis gimana lagi, yayang sih suka godain aja. Kata yayang kalau nggak mau di kiss, or di gandeng tangan berarti nggak cinta? Ko, nyalahin orang. Ente di kadalin…

Sobat, kita sadar kalo ninggalin sholat itu dosanya lebih besar dari pada orang yang berzina kemudian hamil lalu diaborsi. Sholat juga sebagai indikator amal seseorang. Sampai-sampai dalam timbangan amal diakherat kelak, jika sholat seseorang udah oke maka semua amal lainnya dianggap oke juga. Kita juga paham segala perbuatan yang mendekati zina dilarang oleh Allah, tergolong perbuatan keji dan mungkar. Tapi mengapa perbuatan itu terulang dan terulang lagi? Jawabnya, karena iman kita belum kuat. Bagaimana cara menguatkan iman kita? Banyak hal yang mesti kita benerin, yaitu ; Niat kudu kuat, Ilmu mesti mantap dan lingkungan yang bersahabat disingkat NIL.

N I L …

Benar sobat, kalo kita melangkah tanpa niat ibarat hidup tanpa tujuan. Langkah jadi takpasti, jiwa jadi sunyi, hanya keramaian-keramaian sesaat yang kita dapat. Setelah itu sunyi lagi. Angan-angan kosong membumbung tunggi yang sering melintas, akhirnya terperdaya oleh syahwat yang terus mendesak jiwa. Pada akhirnya kita digolongkan temannya syetan, udah barang tentu termasuk orang-orang yang celaka en orang-orang yang merugi. Seperti yang Allah firmankan dalam surat Al-mujadillah:19.

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”

Siapa sih yang mau jadi temennya setan, ayo unjuk tangan! Tentu nggak ada yang mau, abis tempat tinggalnya dineraka. Hiii seremmmm!

Nah, Untuk jadi anak baek-baek yang jelas nggak cukup modal niat doang. Ibarat kita mau pergi ke suatu tempat tapi nggak tahu rute atau jalan mengarah kesana, ya dijamin muter-muter atau malah kesasar. Maka sobat mesti cari kendaraan yang udah punya sopir (cari kelompok dan ada gurunya). Bisa juga dengan belajar sendiri or cari tahu sendiri. Tapi hati-hati, seperti halnya kalo kita berjalan sendiri biasaanya godaan akan lebih besar. Sama dengan belajar sendiri or seorang diri, biasanya banyak malesnya. Yang jelas sobat mesti punya ilmunya, paham aturannya, agar langkah kita untuk menuju kebenaran emang sesuai dengan keinginan Allah. Hanya Alqu’an dan Hadist lah sumber rujukan kita dalam melangkah. En Rosullullah Muhammad Solallahu’alaihi wassalam lah figur idola kita. Tuntunan umat islam bukan Jennifer Lopest atau madona, bukan Agnes monica atau Tukul Arwana, atau siapa saja. Tapi, kalo emang perilaku mereka sesuai dengan islam boleh sih kita contoh. Oce…coy. jika tida sesuai ..no..way…Akan disebut anak gaul bila; Alqur’an dan Al-hadist sebagai tuntunan, dan Rosullullah Solallahu’alaihiwassalam sebagai panutan.

Eh, ternyata banyak juga sobat yang niatnya ingin berubah udah kuat, ilmunya udah mantep. Tapi susah untuk meninggalkan maksiat. Malahan ada yang semula udak baek-baek jadi amburadul. Apa tuh penyebabnya!… ternyata usut demi usut oleh team investigasi Cinta, disimpulkan penyebab utamanya adalah “pergaulan” alias “lingkungan bergaul”. Ngaku aja, awalnya gak mau mengenal pacaran. Paham kalo pacaran bisa menimbulkan fitnah dan banyak peluang berbuat maksiat. Eh, lama-lama kegoda juga ama temen genknya. Setelah mereka bilang, “Hanya anak udik githo, yang nggak kenal pacaran” en temen lain bilang,” nggak jamannya hari gini nge-jomblo, kaya’ primitive aja”.

Awalnya baju selalu sopan kebaya panjang, rok ukuran panjang. Tapi sekarang….Tuh, disana. gadis-gadis cantik berpakaian ketat dan mini. Kaus ketat dan celana ¾ ala Jennifer Lopez yang berpinggang rendah. Saat gadis-gadis itu membungkuk untuk turun dari angkutan umum, tampaklah pemandangan alam. Punggung yang terbuka sebagian karena memakai kaus yang “kekecilan” dan celana dengan gaya “mrosot en nglombrot” ikat pinggang kedodoran. Tak perlu membungkuk, cukup dalam posisi duduk biasa, gadis itu sudah memamerkan hampir 1/3 punggung dan sebagian panggulnya. Pusing…pusinggggg

Sebenarnya salah siapa sih, kalo kemaksiatan itu terjadi? Apa karena cowok (ihwan) penggoda, atau cewek (akhwat) suka digoda?

Bang ….

Sudah sunatullah kalo cewek (akhwat) demen ama cowok (ihwan) dan sebaliknya. Ditambah lagi diusia sobat sekarang sedang gede-gedenya strom emangnya listrik. Maksudnya godaan yang paling besar adalah “syahwat” atau asmara. Sobat, emang sih syahwat itu nikmat untuk yang sudah ijab (udah nikah), tapi akan jadi laknat kalo nekat (tuh, dipojok sana siapa tuh). Karena sangking beratnya godaan syahwat maka antara keduanya (ahkwat dan ihwan) harus saling menjaga.

Ukhti (sobat perempuan), katakan ama abangmu. “ Bang…jangan lama-lama kau tatap wajah ini, dinda tak kuasa menahan getaran rasa yang terus menyusup dikalbu. Aku takut bang badan ini panas dingin, muka merah jambu karena tersipu malu. Bang… jangan kau teruskan kata rayuan manismumu, kata sanjungannmu hingga aku terbuai mengawang laksana terbang diatas awan, gatotkaca kali. Bukankah abang tahu kelemahanku itu nggak bisa mendengar kata bujuk rayu!. Bang…jangan terlalu dekat kita bersanding, takut getar-getar sukma membuai rasa hingga jatuh dilembah dosa. Aku menginginkan abang selalu bersamaku biar bisa membimbing diri yang fakir ilmu ini semakin beriman pada Allah. Aku ingin abang menjadi laki-laki yang gagah bukan laki-laki yang lemah. Seperti yang Rosulullah salallahu alaihi wassalam sabdakan: “ Orang yang gagah (kuat/cerdas) adalah orang yang mampu menundukan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya…”

Dinda….

Sobat, kalo boleh jujur, boleh..boleh.. cowok (ihwan) itu punya sifat agresif atau dalam bahasa cinta disebut penggoda. Sifat ini akan muncul jika ada aksi or gaya aksi dari lawan jenis, seperti wanita tebar pesona, kerlingan mata wanita, de el el. sifat ini bisa mendatangkan rahmat bisa juga laknat. Bagi yang udah merit, agresif ama pasangannya bisa mendatangkan rahmat. Tapi tuk yang belum nikah atau yang pacaran, dengerin tuh yang lagi …fall in love… kalo sobat nekat bakalan kena laknat, naudzubillah.

Akhi (sobat laki-laki), katakan pada Adinda jantung hatimumu (tuk yang belum merit, ya). “Dinda, Jangan kau goda mata ini dengan dandanan yang banyak membuka auratmu, jangan sampai aku tak sanggup menahan nafsu hingga Allah membenciku. Dinda, jangan keluarkan kata merdu dari kalbumu, ku takut jantung ini berdetak tak beraturan hingga gejolak darah muda tak mampu ku tahan. Dinda, jangan beri sedikitpun kesempatan padaku tuk menyentuhmu, karena itu awal dari nafsu menguasaiku yang akan selalu menagih jika aku ketemu kamu. Dinda, jangan mau jika kuajak pergi berduaan, karena aku takut curi-curi kesempatan hingga terbuai oleh syahwat yang terus memburu kenikmatan semu. Aku ingin kedekatan kita bukan malah menjauhkan kita dari syurga. Aku nggak mau kedekatan ini membuahkan kita berdua masuk neraka. Andai aku bukan yang terbaik untukmu, ku rela melepaskan atribut cintaku padamu. Demi tuk menjadi yang terbaik bagi Allah. Biarlah aku menangis menahan rindu gejolak nafsu padamu demi ketakutanku dari siksa Robb-ku. Dari pada aku menangis karena diputus cinta oleh mu. ..terharu…menangis…menagis…

Sobat masih ingat pesan bang Napi yang sekarang udah jadi ustad Napi: “ kemaksiatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Dan kesempatan terjadi bukan karena disengaja saja tapi boleh jadi karena coba-coba, Maka waspadalah…waspadalah…waspadalah”. ( ‘Athaya ).

Komentar (1) »

Wanita “Primadona” Syurga

a_080.gifSobat, kalo mau jujur nih. Kebanyakan wanita pingin punya wajah yang cantik atau manis minimal kalo ngaca nggak malu sendiri. Punya kulit putih atau sawo matang or kalo malem nggak hanya gigi doank yang kelihatan. Saking pinginnya berkulit putih, wajah yang tak bersalah dipermak dengan bermacam-macam zat, didempul dengan berlapis-lapis bedak. Masih untung wajah tidak berontak
Wanita lebih PD kalo punya body sexy bak gitar Perancis, lengkap dengan seperangkat onderdilnya khas wanita yang…,apaan sih! Sampe-sampe disuntik Silikon biar menantang katanya. Kenapa sih sobat wanita menginginkan seperti itu? Jawab sendiri ya.

Ya, tepat sekali jawabannya. Kebanyakan biar menarik perhatian cowok (ikhwan) en jadi primadona. Agar cowok banyak yang naksir or tergila-gila padanya, cowok gila donk!. Selain itu biar dipuja or disanjung en dimanja ama kekasih. Emang sih, wanita paling suka di puja or disanjung. Pingin bukti, coba aja! Kalo nggak membuat muka wanita merah merona terus jantungnya berdebar-debar en fikirannya jadi melayang Fly…Fly…alias tersipu malu, paling-paling kena damprat or disumpahin. Contoh sanjungan nih, “ wajah kamu cantik banget, bagai bulan tertutup awan…” atau “ hidungmu seksi sekali, seperti pinokio…”. Sorry gamma ngaco.

Sobat pernah denger istilah primadona? Itulah julukan yang diberikan masyarakat untuk gadis yang memiliki kelebihan fisik, seperti : cantik, seksi, atau yang menarik lainnya. “Ada primadona desa”, biasanya gadis tercantik didesa itu. Untuk gadis tercantik atau terseksi di kampus akan dikenal ”Primadona Kampus”. Dan Gadis yang tercantik di kuburan, apa namanya… “ Kuntilanak donk! “ walah ngaco lagi.

Terus kita-kita yang nggak cantik, nggak seksi, kasihan ya. Tenang sobat ahwat, nggak usah bermuram durja apalagi bunuh diri masuk sumur yang belum digali. kita semua punya kesempatan menjadi primadona kwalitas tinggi. Primadona negeri akherat yang lebih kekal dan “Allah” yang akan langsung menjadi juri. Nggak perlu cantik or seksi, nggak perlu berkulit putih or sawo matang, nggak perlu badan tinggi semampei. Itulah “Primadona Syurga”. Yang akan di puja dan disanjung pemuda-pemuda yang lebih gagah perkasa, lebih tampan menawan, lebih romantis melankolis sembilan puluh sembilan kali lipat pemuda-pemuda di dunia. Meraka adalah “wildan-wildan (pemuda-pemuda syurga). Wao..kayak apa ya.. jadi pingin ketemu! Nih, sobat cara ketemunya “ada dilayar mata anda”.

Pribadi stabil / Konsisten

Dia wanita yang tegar dengan keimanan seperti ketegaran batu karang dihempas gelombang saat laut pasang. Pribadi yang stabil “liat” ditengah perkembangan jaman yang kian mengenaskan. Pergaulan yang tak tentu arah. Menjerumuskan en menyesatkan generasi– generasi masa kini hingga menjauhkan dari aturan-aturan agama dengan dalih wanita modern or wanita gaul. Wanita yang mampu menempatkan dirinya dalam lingkunganya, ibarat tahi lalat walaupun hitam dimuka namun bisa membuat indah dipandang.Tak membuat empunya rendah diri, malah sebaliknya semakin percaya diri. Itulah primadi yang konsisten, teguh pendirian dalam keimanannya en tak rapuh digoda kesenangan. Sobat, Allah telah menyiapkan syurga untuk mereka, seperti yang difirmankan dalam Qs: Fushshilat:30.
“ sesungguhnya orang-orang yang mengatakan , Robb kami ialah Allah’ kemudian mereka bersikap istiqomah, maka akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. Dan bergembiralah kamu dengan memperoleh jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Taat Ortu

Ketaatan pada orang tua sebagai modal dasar or indikator seorang wanita untuk taat pada suami kelak, juga ketaatan pada perintah-perintah Allah. Ketahuan deh sekarang! So buat sobat-sobat cowok (ikhwan) yang masih punya kecengan hobinya ngebokis ama ortu or nggak nurut ama ortu. Atau mereka suka bolos sekolah or nongkrong di warung or di maal. Mulai sekarang mending kelautin aja, sebelem nanti nyesel lo.

Sobat akhwat, kepingin nggak ortu sobat masuk syurga! Tentu mau donk! Caranya cukup kita menjadi anak yang sholehah. Dengan demikian kita telah membantu ortu dalam mendidik kita dan bisa menjadikan masuk syurga karena kita. Sabda Rosullah;
“ Siapa-siapa yang diuji dengan tingkah polah anak-anak perempuannya lalu ia bersikap baik kepada mereka (menjadi anak sholehah), maka mereka kelak akan menjadi penghalang dari api neraka. (HR: Muslim).

Menyenangkan / Enak Dipandang

Orang tua mana yang nggak merasa senang en bahagia jika melihat anak gadisnya selalu berseri-seri. Bibir manisnya selalu tersungging senyuman manis. Penampilan yang menawan namun tetap sesuai aturan islam. Tidak membantah perintah , penurut en gampang diingatkan. Sobat akhwat, itu semua akan bernilai amal sholeh dihadapan Allah.

Bukan sebaliknya, anak gadis kebanggaan ortu selalu berwajah kusut, muka dilipet-lipet alias selalu cemberut. Tak pernah sedikitpun pancaran keceriaan, hanya raut muka mak lampir yang selalu nampak . Dandanan ala kebarat-baratan alias ala kadarnya yang selalu membalut tubuhnya. Oleh Rosulullah disebut , “wanita-wanita berbusana namun telanjang”. Bukannya makin sedap dipandang tapi akan semakin sedap untuk dilecehkan banyak orang en hanya dilirik sebelah mata oleh cowok-cowok yang tidak tergoyah iman.

Sobat ahkwat masih ada kesempatan kita untuk menata diri. Berlatih untuk enak dipandang ortu dan menyenangkan perasaannya. Berilah kebahagiaan hati dan kepuasan jiwa mereka walau hanya sebatas senyuman manis kita. Kebiasaan baik ini akan memudahkan sobat dalam menata kehidupan dengan suami kelak. Wanita yang membuat sedap dipandang suami, menyenangkan hati suami, InsaAllah sobat akan menjadi idola suami kelak. Dan Rosullullah pernah menyampaikan pesan,
“ Wanita yang meninggal dunia sementara suaminya rela/ridha kepadanya, ia pasti masuk syurga”.

Berilmu

Wanita telah diberi kepercayaan penuh oleh Allah untuk mengasuh dan menddidik anak dengan kasih sayang dan ilmunya. Kepada ibunyalah sang anak belajar mengenal segala sesuatu. Ibu ibarat kawah candra dimuka yang mencetak generasi–generasi muslim masa depan. Generasi yang mampu mengibarkan panji-panji kemengan islam. Sehingga islam mampu menerangi alam dan membuat ketentraman di muka bumi.

seperti pada Apa jadinya generasi mendatang, kalo wanita-wanita sekarang lebih mengumbar hawa nafsu, mengikuti bujuk rayu, menggadaikan keimanan demi kemewahan semu. Tiada pilihan lain wanita-wanita harus menuntut ilmu setinggi mungkin. Sobat nggak mesti kudu ilmu dari sekolah formal yang bayarnya mahal. Tetapi ilmu yang mampu membuat kita dan generasi kita mempu menjunjung keimanan dan ketakwaan. Sehingga suatu saat kelak akan muncul generasi ber-intelektual tinggi dan ketakwaan tinggi. Semua ilmu yang dipunyai membuat semakin dekat pada Allah.

Membuat Dekat pada-Nya

Sobat, kita nggak perlu bangga dengan kecantikan yang kita punya. Kalo gara-gara kecantikan kita menjadikan kufur pada Allah, menjadikan lupa padanya, apalagi membuat orang lain menjadi dosa karena kecantikan kita. Sobat kita nggak perlu sombong dengan kekayaan yang kita punya, hanya orang-orang yang tak berilmu saja yang menghargai en menghormati kita karena kita kaya.

Kita boleh bangga dengan diri kita sekarang ini; tanpang yang pas-pasan, harta yang tak berkecukupan, menjadikan besarnya rasa syukur pada Allah dan menjadikan kita makin bertambah keimanan kita. Sobat Akhwat, jangan sampe seorang ihkwan suka pada kita karena kita cantik, atau kita kaya, atau kita seksi. Ingat dua pesan Rosulullah dibawah ini;

“Janganlah menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin suatu saat kecantikannya akan menistakanmu; jangan menikahi wanita karena hartanya, mungkin karena hartanya ia akan berlaku sewenang-wenang; tapi nikahilah wanita karena baik agamanya. Sungguh budak perempuan yang jelek dan hitam lebih utama dinbanding yang tak beragama” (HR: Ibnu Majah).

“Allah tidak melihat kepada rupamu dan hartamu (penampilan lahir) tetapi Dia melihat hati kamu dan amal kamu”. ( HR.Muslim).

Yo’ kita berlomba-lomba menjadi primadona syurga. Cukuplah Allah yang menjadi juri , cukuplah Allah yang mengawasi. Amal sholeh yang kita lakukan hanya untukNya. (Ashadi)

Komentar (3) »

Ibu Jangan Tinggalkan Aku…

..Diruang ICU, seorang ibu berusia 50-an dalam kondisi koma karena penyakit TBC yang dideritanya. Sementara diluar ruangan sedang duduk gadis berambut pirang (pewarna rambut) dengan dandanan baju kurang bahan, nampak terisak tangis, sesekali menghelai nafas panjang. Terdengar suara lirih dari bibir yang menahan tangis itu…” Ibu ….jangan tinggalkan aku….” sambil jemarinya mengusap air mata terus mengalir. Gadis itu Farida namanya yang sedang duduk dibangku kelas Dua SMU. Nampak penyesalan terpancar dari raut mukanya. Penuh pengharapan agar ibunya sehat kembali.Ia menyesali semua kelakuhan yang telah diperbuat pada ibunya. Alhamdulillah, nampaknya Allah telah membukankan mata dan hatinya tatkala ibunya dalam keadaan koma.

Sobat, saat dipenghujung perjalanan hidup ibunya. Barulah Farida sadar bahwa orang tau adalah orang yang berhak mendapat penghormatan tertinggi setelah Allah. Dan berbuat baik kepada Orang Tua hukumnya wajib.Siapapun orang tua kita, apapun pekerjaannya, apapun agamanya, dimanapun tinggalnya, berapapun umurnya, bagaimanapun tingkah lakunya, de el el. Beliaulah yang membuat kita hadir di Alam ini. Beliau yang merawat dan membimbing kita hingga jadi seperti sekarang ini. Nikmat yang paling panyak kita terima setelah nikmat dari Allah adala nikmat dari kedua orang tua kita. Wajarlah kalau kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua kita mendapat posisi kedua setelah beribadah kepada Allah.

“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun.Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak”. (Qs. An-Nisa:36).

Sebaliknya kedurhakaan anak terhadap kedua orang tuanya mendapatkan posisi di nomor dua dalam urutan Dosa Besar, setelah dosa menyekutukan Allah. Wah sobat agaknya perlu kita bahas mendalam nih tentang cara berbakti pada ortu kita. Jangan-jangan, tanpa kita sadari ada perbuatan kita yang dikategorikan perbuatan durhaka atau tidak taat pada Ortu.

Apa yang harus kulakukan…

Sobat nggak usah bingung mesti bagaimana perlakuan kita terhaap ortu. Allah sudah memberikan aturannya dalam Alqur’an . QS. Al-Israa:23-24;

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
`ah` dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: `Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

Dari ayat diatas, jelaslah bahwa kita diperintahkan (wajib) untuk beribadah kepada Allah dan hanya Allah yang kita sembah tidak ada tuhan lain kecuali selain Allah. Dan juga kita diperintahkan (wajib) untuk berbuat baik pada kedua orang tua. Cara kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita seperti yang telah disebut dalam ayat diatas ,adalah :

? Tidak berkata “ah”

Sobat, biasanya kata “ah” muncul karena apa? Ngaku aja deh!. Masih inget, saat asyik nonton sinetron, ibu menyuruh cuci piring, sobat menjawab “nggak mau ah capek”. waktu itu ngerjain PR matematika, pas memet-mumetnya e..ayah muter musik dangdut kenceng, terus sobat ngedumel marah dalam hati, “Ah, ganggu aja, berisik ”.

Kata “ah” biasanya muncul karena sesuatu sikap atau perbuatan dari orang tua kita yang kurang kita senang. Namun demikian tak pantaslah kalau kita membencinya walaupun hanya sebatas kata-kata “ah”. Berlaku sabar dalam menghadapinya merupakan pilihan terbaik. Rasanya belum seberapa kesabaran kita tersebut jika dibandingkan dengan kesabaran orang tua dalam merawat dan mendidik kita di waktu masih kecil hingga sekarang. Beribu kesabaran penuh pemaafan yang telah mereka ikhlaskan dalam menghadapi tingkah laku kita.

? Tidak menghardik atau membentak

Menghardik atau membentak maksudnya mengeluarkan kata-kata kasar saat kita “tidak sependapat” atau “menolak pendapat” atau “menyalahkan pendapat” orang tua kita. Tidak sepantasnya (dosa besar) kita sebagai anak menghardik atau membentak kedua orang tua kita. Sehingga menyebabkan orang tua terlukai hatinya, naudzubullah.

? Berkata-kata dengan perkataan yang mulia

Sobat, orang tua disamping sebagai bapak/ibu kita, kadang sebagai guru dan sahabat kita. Dalam kondisi apapun, baik senang, marah, kesal, de el el. Kalimat yang kita ucapkan dihadapan orang tua kita haruslah perkataan yang mulia.Kata-kata yang diucapkan dengan penuh khidmat dan hormat, yang menggambarkan etika kesopan-santunan dan penghargaan yang penuh terhadap keduanya.

? Mentaati perintahnya dengan ikhlas

Mentaati perintah orang tua dengan ikhlas selama perintah itu tidak bertentangan dengan hukum syara’ merupakan keharusan. Ketaatan kita merupakan wujud kasih sayang kita pada keduanya. Nah, dengan rajin sekolah apalagi berprestasi itu wujud konkrit berbakti kita pada orang tua. Sebaliknya kalo kita hobi mbolos, jam belajar nongkrong diwarung, dan kasus-kasus lainya yang membuat orang tua sobat resah en sakit hati. Berarti sobat telah melakukan dosa besar pada ortu.

? Meminta izin kepadanya

Abdullah bin Amr meriwayatkan :Sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi saw meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Orang laki-laki itu menjawab: “Ya”. Nabi bersabda: “Pulanglah kamudan minta ijinlah kepada orang tuam, jika mengijinkan, berperanglah kalu tidak, cukup kamu berbuat baik /berbaktilah kepada kedua orang tuanmu”. (HR. Bukhari).

Sobat jelaslah sudah dari hadist tersebut. Jadi kalo hari gini kalo masih ada yang pergi sembunyi-sembunyi takut ketahuan ortu, udah ngak musim deh!. Apa yang kita lakukan mesti ngedapetin restu dari ortu kita. Jangan nylonong “terserah gue”. Memang semua sobat yang ngejalanin semua keputusan yang sobat pilih. Tapi ingat kita telah diperintahkan Allah untuk berbuat baik pada kedua ortu kita. Apakah sobat nggak takut sama Allah?. Sobat masih inget, sabda Rosululah s.a.w yang ngetren banget.

“ Keridhaan Allah itu lantaran keridhaan orang tua, dan murka Allah itu lantaran murka kedua orang tu” (HR.Bukhari).

Sobat, masih mendingan kita melangkah menjalankan keinginan orang tua walaupun sebenarnya kita tidak suka, dari pada kita melangkah mengikuti keinginan kita sementara orang tua tidak rela. Amal kita berbakti pada ortu merupakan amal yang paling baik kedua setelah sholat lima waktu. Sabda rosulullah yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud;

Saya bertanya kepada Rasulullah saw: “Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul Nya?”. Rasulullah menjawab: “Melakukan salat pada waktunya”. Saya bertanya: “Kemudian amal yang mana lagi?” Rasulullah menjawab: “Berbuat baik kepada kedua ibu bapak.” (H.R. Ibnu Mas’ud)

Ortu Sudah Tiada..

Sobat, orang tua itu paling pemaaf untuk anak-anaknya. Sebesar apapun kesalahan yang telah kita perbuat, dengan rendah hati dan ikhlas ortu memafkan kita. Kadang sebelum kita meminta maaf ortu udah memafkan kita. Sebaliknya, kadangkala kita yang tak tahu diri, egois tak tahu berterima kasih kepada kedua ortu kita. Orang tua juga manusia biasa kadang punya kesalahan pada kita. Sedikit kesalahan ortu terhadap kita yang belum tentu itu salah, mungkin hanya penilaian kita saja karena tidak sesuai dengan keinginan kita yang akhirnya kita anggap salah, padahal menurut Allah belum tentu salah. Kita serng tidak terima, bahkan ada yang sampai dendam berkepanjangan. Ngak mau kita menyapa ortu kita, kita cemberut padanya. Sobat, tak sepantasnya kita berbuat demikian dengan orang yang dipercaya Allah untuk mengurusi kita. Kedua orang tua kita adalah tangan kanan Allah, sampai-sampai ridho dan murka Allah ada pada ridho dan murka orang tua kita.

Sobat, mumpung Orang tua masih ada di alam yang sama dengan kita. Mumpung masih bisa tersenyum dan menyapa kita. Mumpung belum telat sobat. Mumpung malaikat pencabut nyawa belum mencabut nyawa orang tua kita, mumpung mereka belum terbujur kaku dalam pembaringan panjang. Yo’ kita kita bersimpuh dikakinya sambil mencium tanganya, mengakui semua kesalahan dengan tulus. Dan berjanji untuk berbuat baik kepada keduanya. Sebagai tanda kecintaan dan ketaatan kita kepad Allah.

Sobat, jika orang tua sobat yang udah di alam barzah. Dan kita belum sempat bersimpuh mengakui segala kesalahan kita. Tak ada guna kita menangis merengek diatas pusaranya walaupun sampai air mata kita mengering. Atau menabur bunga setaman sebagai balasan atas kesalahan kita masa lalu dengannya. Semua sudah terlambat, waktu tidak bisa diputar kembali dimasa lalu.

Sobat, jika itu terjadi. Hadapkan wajah kita dihadap Allah yang mengatur jagat raya dan isinya. Mintalah ampunan Allah atas dosa besar kita karena telah tidak berbakti kepada orang tua kita. Dan berbaktilah kepada orang tua kita yang telah tiaa seperti yang rosululah ajarkan.

“Bahwa Rasulullah saw, ditanya: Masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia?. Rasulullah saw menjawab: “Ya, masih ada empat perkara, mendoakan ibu bapak itu kepada Allah dan memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, menghormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kamu kecuali dari pihak mereka. Maka inilah kebaktian yang masih tinggal yang harus kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia”. (H.R. Ibnu Majah)

Setelah orang tua kita tiada, kita masih harus berbakti kedanya dengan cara ;
Mendokannnya; Do’a anak yang sholeh mampu menembus alam barzah yang pahalanya mengalir selalumenyertai oran ua kita dalam tidur pajangnya di alam barzah. Sehingga ampunan Allah atas dosa-dosa orang tua kita saat masih hidup masih terbuka. Sebesar apapun dosa orang tua kita saat itu jika Allah berhendak menerima doa ampunan yang kita panjatkan untuki nya insaAllah Allah bisa dimaafkan oleh Allah.

Menunaikan Janjinya; Janji atau nadzar adalah hutang yang wajib dibayar olehnya. Walaupun yang bernadzar atau berjanji telah meninggal, tetap dihitung hutan oleh Allah. jika tidak dibayar sampai hari kiamat maka amal baiknya yang dijadikan jaminan untuk membayarnya. Sebagai tanda kebaktian kita pada orang tua kita kita boleh menunaikan janji aytau nadzar orang tua kita.

Menghormati teman orang tua saat masih hidup; Orang-orang yang menjadi sahabat orang tua kita saat masih hidup harus kita hormati. Menghormati bisa berarti tidak menghina, tidak melupakannya dan memperlakukan dengan baiak. Alangkah indahnya bila kita sanggup menjalinya kekeluargaan dan ikatan silaturahmi dengan sahabat-sahabat ortu kita.

Menyambung silaturahmi keluarga orang tua; Keluarga orang tua merupakan orang-orang yang masih ada hubungan darah dengan ortu kita. Seperti kakak dari ortu kita, adik dari ortu kita, keponakan ortu ita dll. Pada dasarnya keluarga ortu juga keluarga kita juga, jadi sudah sewajarnya kita juga menyambung silaturahi pada mereka. Selain kewjiban sebagai sorang muslim juga sebagai wujud berbuat baik kita pada ortu kita.

Menentang Ortu…

Menentang perintah orang tua jika perintahnya tidak bertentangan dengan aturan islam merupakan dosa besar. Tetapi jika perintah ortu bertentangan dengan aturan islam,maka “wajib ditolak”.

Saad Abu Waqqas, ia berkata: “Tatkala aku masuk Islam ibuku bersumpah bahwa beliau tidak akan makan dan minum, sebelum aku meninggalkan agama Islam itu”. Untuk itu pada hari pertama aku mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau menolak nya dan beliau tetap bertahan pada pendiriannya. Pada hari kedua aku juga mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau malah tetap pada pendiriannya. Pada hari ketiga aku mohon kepada beliau agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau tetap menolaknya. Karena itu aku berkata kepadanya: “Demi Allah, seandainya ibu mempunyai seratus jiwa, niscaya jiwa itu akan keluar satu persatu, sebelum aku meninggalkan agama yang aku peluk ini”. Setelah ibuku melihat keyakinan dan kekuatan pendirianku, maka beliaupun makan”. Kisah ini yang melatarbelakangai muncul Firman Allah;

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Q.S.Luqman:15)
Kita mesti rela berkorban demi kepentingan keduanya. Baik korban harta benda sampai korban perasaan sekalipun. Sobat, alangkah besar pahala kita jika orang tua kita yang udah tua en pikun yang punya keinginan dan tingkah laku seperti anak balita hidup bersama-sama kita. Kita rawat dan kita layani dengan keihlasan dan penuh kasih sayang. Kita curahkan sebagian waktu kita untuk menyenangkan hati keduanya, sehingga ibu/bapak selalu tersenyum saat bersama-sama kita

Kadang kita merasa sudah dewasa, merasa anak modern dan merasa yang kita lakukan adalah benar. Nasehat dan wejangan ibu kita anggap angin lalu. Kadang kita mebentak dan berkata kasar walau dalam hati. Mungkin kita pernah merasa nggak PeDe kalau ada teman berkunjung kerumah dan memperkenalkan ibu atau ayah kita, karena malu rumah kita sederhana dan jauh dari kota. Tak imbang dengan gaya dan mode yang kita tunjukan pada temen-teman. Ibu dan ayah yang tua berwajah desa, dengan penampilan sederhana apa adanya. Sangat bertolak belakang dengan perilaku kita yang selalu bertingkah serasa anak gedongan yang bergelimang kekayaan.

Sobat, mumpung semua belum terlambat, kesempatan untuk mencium tangan dan mohon maaf pada ortu masih terbuka. Pintu do’a ortu mumpung masih belum terkunci. Kita harus sadar betul bahwa ridhonya Allah tergantung pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua ortu kita. Yo’ kini saatnya kita berusaha berbuat baik kepada kedua ortu kita. Apa saja yang bisa kita perbuat untuk ortu kita. Kita senangkan hatinya dan tidak membuat luka dalam hatinya. Walau kita tidak bisa memberi harta atau kemewahan dunia. Cukuplah kita membuat keduanya tersenyum dan mendoakan untuk meraih syurga.

Belajar dari “Ismail “…

Sobat, kisah Nabi Ismail saat kecilnya tatkala ayah beliau Ibrahim as mendapatkan wahyu dari Allah untuk menyembelih anak semata wayang itu. Dengan tegar demi kecintaan dan ketaatanya kepada Allah Ibrahim menyampaikan perintah tersebut pada ismail yang saat itu berusia 13 tahun, seperti yang tertulis dalam surat Ass-shaffat : 102.
“ …Wahai anakku. Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, bagaimana pendapatmu…. “

Sobat, kira-kira nih! Kalo kita yang ditanya kaya’ gitu gimana ngejawabnya?…jangankan disembelih, baru dimarahin aja yang jelas-jelas kita salah. Weh,…udah ngak mau makan seharian….(tapi kalo ortu lagi meleng santap habis tuh makanan..).

Sobat, ternyata ismail yang masih belia menjawab dengan jawaban yang mengharukan sang ayah Ibrahim.
“ Wahai ayahku! Laksanakan apa yang telah diperintahkan Allah kepada ayah. Engkau akan menemuiku insaAllah sebagi anak yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu; pertama: sebelum meyembelihku, ikat erat-erat diriku agar aku tidak banyak bergerak yang bisa menyusahkan ayah dalam menjalankan perintah Allah, kedua: ayah, tanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang bisa mengurangi pahalaku dan bisa membuat ibu bersedih bila melihatnya, ketiga: tajamkan pisaunya ayah, dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa sakit yang kurasa. Dan terakhir: ayah, sampaikan salamku pada ibu, tolong berikanlah pada beliau pakaianku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihannya dikala merindukanku, dan sebagai tanda mata serta kenang-kenangan terakhir dari dariku.

Mendengar jawaban itu, Ibrahim langsung memeluk dan menciumnya . Ibrahim tak sanggub menahan air mata karena terharu dan rasa bangganya. Ibrahim memeluk erat dengan penuh cinta, sambil mengatakan.
“ Bahagialah aku mempunyai seorang anak yang taat pada Allah, baktipada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan diri untuk melaksanakan perintah Allah”.

Sobat, perintah Allah diatas segala-galanya. Kecintaan Ismail kepada ayahnya merupakan wujud cintanya kepada Allah. maka disaat Allah memerintahkan ayahnya (Ibrahim) untuk menyembelih dirinya, dengan ihklas ismail kecil menjalankannya. Itulah wujud ismail berbakti kepada ayahnya dan wujud ketaatan kepada Allah sembahannya, walaupun harus menyerahkan nyawa.

Sobat, kalo dibandingkan antara kewajiban berbuat baik kita terhadap ortu dengan jerih payah dan pengorbanan yang dikeluarkan orang tua kita sejak kita mulai hadir didalam perut ibu sampai sekarang ini tidak lah sebanding. Sobat, coba kita renungkan; saat kita dalam perut ibu di usia kandungan tiga bulan pertama, hari-hari selalu mual, muntah, makan tak enak, sering kali kepala ibu pening, kadang ada yang sampai ibu tak bisa makan dan harus masuk rumah sakit. Selama sembilan bulan kita didalam perut menghisap darah ibu. Ketika mau lahir, ibu bertaruh nyawa antara hidup dan mati. Derita sakit yang tiada terperi dengan simbahan darah akhirnya kita lahir. Saat tangisan bayi terdengar hilanglah sudah rasa sakit yang dirasa ibu, satu persatu jari kita dibelai. Dalam hati ibu berharap “ kelak kamu akan jadi anak sholeh nak! Berbakti pada ibu bapak, dan membanggakan keluarga”. Sobat, sudahkah kita memenuhi harapan orang tua kita?. Tetesan keringat yang dikeluarkan orang tua kita untuk merawat dan menyekolahkan kita sampai sekarang, tidak perlu kita kembalikan dalam wujud uang atau sejenisnya saat kita udah mampu nanti. Orang tua tidak butuh balas jasa, tidak butuh balas budi, tapi mereka mengaharapkan kita jadi anak yang soleh solehah yang berakhlak mulia. Yang mampu membahagiakan orang tua dengan keluhuran akhlak kita dan mendokan saat mereka telah tiada didunia lagi.

Komentar bertahan »

Sahabat Sejati…Hingga Akherat nanti

a_003.gifUdah dari sononya alias sunatullah kalo manusia itu tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan yang lain. Mau beli sesuatu kita butuh penjualnya. Adanya nasi pasti ada petani menanam padi. Adanya baju pasti ada penanam kapas dan tukang jahitnya. Jadi semua-mua tidak bisa kita lakukan sendiri tanpa ada jerih payah orang lain. jadi BGL deh!…Bokis Githu Loch! kalo ada sobat yang merasa tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya.

Sobat, alangkah asyiknya kalo dalam hidup ini ada orang yang mampu ngertiin kita sepenuh hati. Saat ditanya selalu keluar jawaban yang menyejukan hati yang gersang. Saat kita gelisah dan gundah gulana ia menjadi jamu manjur yang mampu memberikan ketenangan dan pelipur lara. Dari mulutnya selalu keluar kata-kata bijak mengingatkan ke jalan yang benar.

Tutur katanya, indah menyejukkan, menyiratkan kedalaman ilmu dan ketulusan hatinya sehingga menghasilkan rentetan hikmah. Hidup rasanya lebih bermakna, tidak sempit serasa dipenjara, weh , emang udah pernah dipenjara?. Coba sobat bayangin! Kalo semua masalah hanya kita hadapi seorang diri tanpa ada temen yang diajak berbagi. Padahal semakin bertambah usia dan seiring dengan perkembangan jaman masalah bukan makin menghilang, justru makin silih berganti dengan bobot yang lebih berat. Kita butuh pendapat dan masukan orang lain walaupun semua kita penentu keputusannya, paling tidak kita telah mengungkapkan “unek-unek” dalam hati. Biar agak ploooong…atau wes..hewes..hewes..bablas masalaheee….

Nggak seru juga kalo kita sedang mendapat kegembiraan, kita tepuk tangan untuk diri sendiri or ngasih selamat pada diri sendiri atao ketawa sendirian, jadi mirip… “Orgil” Orang gila. Kegembiraan terasa tak banyak makna tanpa ada temen lain yang bisa ikut menikmati kegembiraan kita. Kesendirian kita bisa menjadikan kita mudah tergoda bujuk rayu syetan. Agama kita (Islam) mengajarkan kita untuk memperbanyak teman. Sobat masih inget kan! Sesungguhnya muslim satu dengan muslim yang lainnya adalah sahabat. Nah, kalo hare gene sesama temen sekelas atau sesama muslim beratem atau diem-diemanan alias nggak tegur sapa harus cepet-cepet baikan deh!. Apalagi nggak tegur sapa sampai tiga hari, bakalan disebut kafir loh sama Allah. Wah, bisa celaka dunia akherat. Udah cepetan samperin temen yang ngediemin kamu lalu minta maaf (walaupun kamu nggak merasa bersalah) sobat ngak perlu gengsi untuk mengucapkan kata maaf. Kalo permintaan maafmu nggak diterima, itu tingal urusan dia dengan Allah, urusan sobat udah beres alias aman dari dosa.

Sobat, pertahankan persahabatanmu yang udah terjalin baik. Nggak apa kita mengalah sedikit demi kelanggengan persahabatan. Bagi yang belum punya sahabat ayo’ kita kita datengin temen kita yang pendiam atau malu untuk bergabung bersama kita. Dan kita buka hati kita untuk menerima siapa saja yang mau bersahabat dengan kita. Tanpa melihat kekayaan, kecerdasan atau yang lainnya. Yo’ kita keluar rumah atau keluar kelas sambil tengok kira dan kanan, tuh disudut sana ada temen sekolah kamu yang lagi sendiri, deketin aja en ngobrol…..et, awas dan ingat! Batasan-batasan dalam pergaulan …

Sobat jangan ngaku orang mu’min deh, kalo tidak mau bersahabat. Emangnya kena apa?. Inget pesan Rosulullah Saw;
“ Orang mukmin itu menjalin persahabatan dan mau dijalin, tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau menjalin persahabatan dan tidak mau dijalin. Sebaik-baiknya orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Wah, teng kayu udah di ingetin..thank you! kali. Ternyata kita nggak ada kebaikan kalo kita hidup sendiri tak mau menjalin atai dijalin persahabatn. Emang sih, hidup kita tak banyak makna kalo hidup ini hanya untuk ngurusin, merhatiin en mikirin diri sendiri. Duh, sedih banget kalo adanya kita seolah dianggap tidak ada oleh yang lain. Berarti kita mesti punya sahabat agar hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan kita bisa digolongkan orang-orang yang baik. Aduh senangnya disebut orang baik oleh Rosulullah SAW.

Sekarang sobat nggak usah takut menjalin persahabatan atau dijalin persahabatan, karena bersahabat merupakan ciri orang mukmin. Dan yang menolak untuk bersahabat tidak ada kebaikan padanya, berarti dia bukan mukmin sejati. Sobat, ada yang lebih membahagiakan lagi loh! Rosulullah juga telah memberitahukan, kalo dua orang yang bersahabat bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, akan dinaungi disyurga. Masuk syurga men!…masuk syurga….apa nggak ngiler….Nah sekarang, sahabat seperti apa sih yang sobat diidamkan?

Mana Sahabat mu…?

Apakah sahabat yang kamu pilih yang berwajah menarik saja? Seperti halnya dirimu yang merasa mempunyai mempunyai wajah ayu rupawan atau ganteng menawan! Terus membuat geng “Cowok-Cowok Kece” atau “ Cewek-Cewek Kece”. Wah sedih amat ya, kita-kita yang nggak kece bakal tereliminasi. Atau sahabatmu hanya sama temen-temen yang banyak duitnya aja, terus membuat geng “ Anak-anak Tajir”, yang miskin minggiiiir…! Atau sahabat yang kamu pilih orang yang selalu setuju dengan pendapatmu!, selalu membenarkan yang kamu lakukan!, yang nurut dengan perintahmu!, mendukung semua rencanamu! Ya udah bayar orang aja…

Jangan sobat, persahabatan seperti itu dijamin nggak bakalan lama. Wajah cakep, cantik atau ganteng yang kita miliki hanya titipan Allah semata. Jika allah ingin mengambilnya sewaktu-waktu sangatlah gampang, segampang membalikan telapak tangan bahkan lebih gampang dari itu. Wajah tidak bisa kita jadikan patokan untuk memilih sahabat. Sama halnya dengan harta. Kekayaan yang kita miliki atau orang tua kita miliki juga titipan Allah. Sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Allah dalam sekejab jika Allah menginginkannya. Persahabatan yang dasarkan oleh hal kebendaan duniawi baik harta, wajah, kecerdasan dll. Tidak akan menjadikan persahabatan yang membuahkan ketenangan hati bahkan mungkin sebaliknya, keresahan dan kegelisahan jiwa yang didapat. Sobat, hanya persahabatan yang didasarkan atas ridho dari Allah lah yang mampu menjadikan persahabatan kita menghasilkan ketenagna jiwa, peningkatan iman dan keberkahan bagi semuanya, baik didunia maupun diakhirat. Itulah sahabat sejati.

Dalam hal memilih sahabat kita perlu berhati-hati. Karena kata Rosulullah SAW.,
“Seseorang itu sejalan dan memiliki gaya hidup yang sama dengan sahabatnya, maka hati-hatilah dlam memilih sahabat ” (HR. Ahmad). Dan pesan Rosulullah lainnya;
“Seorang mukmin adalah cerminan bagi mukmin yang lain, apabila melihat aib padanya ia segera memperbaikinya” (HR.Bukhari).

Sobat, diakui atau tidak! Kebiasan kita akan sama dengan kebiasan temen-temen kita. Jika kita awalnya kita lebih baik dari mereka, secara perlahan namun pasti kebiasan baik kita akan terkikis sampi akhirnya sama seperti temen-temen tersebut. Perilaku kita sehari-hari akan sama dengan kebiasan sahabat kita, karena kita adalah ceminan dari sahabat kita dan sebaliknya. Lingkungan kita memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukan kepribadian dan perilaku kita. Bersyukurlah kalo kita telah memiliki sahabat dan lingkungan yang baik, sehinga mampu menuntun dan mendewasakan kita ke arah yang lebih baik.

Tidak sedikit sobat-sobat kita yang dulunya baik, rajin ibadah, jauh dari kemaksiatan, ngak kenal minuman haram, dll. Mereka berbalik tiga ratus enampuluh derajat karena pengaruh sahabat-sahabatnya. Atas nama persahabatan mereka rela menggadaikan keimanan; atas nama persahabatn rela meninggalkan sholat yang menjadi tanda takut pada Allah, atas nama persahabatan mereka rela meneguk minuman yang diharankan oleh Allah, atas nama persahabatan mereka rela membuka aurat yang menjadi symbul kesucian rohani, atas nama persahabatan mereka rela berbuat maksiat bahkan sampai perbuatan zina yng menjadi tanda kesucian diri, dan atas nama sahabat mereka rela meninggalkan syurga yang didambakan seluruh mahluk ciptaan Allah dan rela masuk neraka bersama-sama musuh-musuh Allah syetan laknatullah, naudzubillah mindzalik.

Sobat, rasanya belum terlambat deh! Untuk merubah hidup kita dari kebiasaan bersama sahabat-sahabat kamu yang bertentangan dengan aturan islam. Mumpung masih muda usia en umur masih nempel pada badan ini. Ayo’ kita ajak sahabat kita mengikuti jalan yang lurus yaitu jalan menuju syurga. Jika mereka menolaknya, mau tidak mau kamu mesti berani memutuskan persahabatan itu demi mempertahankan keimanan dan keislaman kamu dan demi besarnya cinta dan ketaatan kamu pada Allah.

Lewat Rosulullah SAW, Allah memberikan jaminan Kabar gembira bagi orang-orang yang bersahabat karena Allah, yaitu persahabatan yang didasarkan pada kesamaan makhluk ciptaan Allah tanpa memandang kecantikan, ketampanan, harta atau hal keduniaan yang lain. Mereka saling mengingatkan kejalan kebaikan, saling mengunjungi demi eratnya persahabatan. Itu semua mereka lakukan dalam rangka mencari keridhoan Allah.

“Sesungguhnya disekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang diatasnya suatu kaum yang pakaian dan wajahnya bercahaya. Mereka bukan para nabi, juga bukan para syuhada. Mereka dikelilingi para nabi dan syuahada itu. Bertanyalah para sahabat kepada Rosulullah, “ Wahai Rosulullah, sebutkan sifat-sifat mereka itu kepada kami,” Rosulullah Saw. menjawab “ mereka adalah yang saling mengasihi dijalan Allah, mereka adalah yang duduk berdampingan karena Allah, dan mereka adalah yang saling kunjung-mengunjungi karena Allah ” (HR. Nasa’i).

Ini Sahabat Sejati ku..!

Sobat, kita bisa menilai sahabat yang kita punya. Dia deket dengan kita benar-benar tulus ingin menjadi sahabat sejati kita atau ada rencana yang tersembunyi dari kita. Dibawah ini beberapa ciri yang dimiliki sahabat yang benar-benar sejati, jika sebaliknya mendingan kelautin aja…

• Dia ada saat kita dalam kesulitan
Biasanya, saat kita sedang menuai keberhasilan , kemenangan atau posisi diatas. Banyak orang yang datang menghampiri untuk menjadi sahabat kita. Dan sebaliknya saat kita sedih, menderita dan membutuhkan pertolongan, tak satupun yang datang menghampiri. Tapi tidak untuk orang-orang yang mencari keridhaan Allah, orang-orang yang memburu kebahagiann negeri akherat.

Sayidina Ali ra. pernah ditanya tentang jumlah kawannya, Beliau menjawab “ Aku tidak tahu karena sekarang ini dunia sedang mendatangiku (masa jaya), dan kawan-kawanku mendatangiku. Aku dapat mengetahui kelak bila dunia membelakangi aku. Sebaik-baiknya kawan ialah mereka yang mendatangi anda disaat dunia meninggalkan (membelakangi : kemiskinan, kegagalan, musibah, de el el ) anda.

Ada pepatah bijak’ “ Kawan yang paling setia adalah kawan yang menjaga kesetiakawanan dalam tiga hal : ketika anda terkena musibah, ketika anda tidak disampingnya dan sesudah anda wafat.

• Dia rela berkorban tanpa mengharap imbalan

Mereka melalukan semua demi persahabatnya bukan untuk mengharapkan imbalan berupa apapun dari kita, baik materi, perhatian, kasih sayang, de el el dari sahabatnya. Yang dirindukan adalah syurga

Sabda Rosullallah Saw, “ Ada seseorang yang mengunjungi saudara/shabatnya karena Allah semata, kemudian Allah mengutus malaikat untuk menemuinya dan bertanya,” Hendak kemana Anda?’ Orang itu menjawab Aku hendak mengunjungi saudara/sahabatku.” Malaikat bertanya lagi, ‘Apakah karena anda memerlukan sesuatu darinya?’ Orang itu menjawab ,’Tidak.’ Malaikat bertanya lagi. ‘ Apakah anda memiliki hubungan kerabat dengan dia?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak. ‘Malaikat bertanya lagi, Atau karena sesuatu kenikmatan yang anda inginkan darinya?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak.’ Malaikat bertanya lagi, lalu karena apa?’ Orang itu menjawab. ’Aku mencintai karena Allah.” Malaikat berkata, ‘ Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan berita gembira kepadamu, bahwa Allah mencintaimu karena cintamu kepada saudara/sahabatmu, bahkan Allah telah menetapkan syurga bagimu. Sobat gamma, itulah yang mereka rindukan. Apakah sobat juga merindukannya?

• Kehadirannya menambah ketenangan jiwa, dan

Sahabat sejati kita dapat membuat hati kita tenang dan tentram. Tutur katannya yang santun penuh dengan ilmu dan juga menghibur. Perilakunya yang memberikan inspirasi untuk kita berubah labih baik. Tidak selalu menyalahkan tetapi selalu mengingingatkan. Hanya orang-orang yang berjalan dengan keihlasan-lah yang mampu membuat ketenangan jiwa kita.

Bukan malah sebaliknya. Jika sahabat kita ada, suasana jadi runyam, kepala jadi pusing, semua yang kita lakukan selalu salah. Jika dia ada disitu pula kemaksiatan akan muncul, jika dia muncul disitu pula awal dari perbuatan dosa dimulai. Jika seperti itu yang terjadi untuk apa dipertahankan?…

• Dengannya menambah dekat dengan Allah.

Tidak sedikit sahabat-sahabat yang kita pilih membuat kehancuran masa depan kita, keimanan kita dan menyesatkan aqidah kita. Sehingga keberadaannya membuat kita semakin jauh dengan Allah. Itu bukan cerminan sahabat yang sejati. Semestinya sahabat kita, dengan kecintaannya kepada kita membuat kita semakin dekat dan merapat pada ajaran Allah (Al-qur’an dan Hadist). Sobat, mesti ingat sabda Rosulullah SAW,
“ Seseorang akan berkumpul dengan siapa yang dicintainya (walaupun nanti di akhirat)”. (HR.Buchari Muslim).

Sobat, kita akan bisa selalu bersama-sama dalam kebahagiaan baik didunia hingga di akherat. Di dunia kita bisa tenang dan tentram bersamanya dan saat di akherat kita juga bersa-sama dalam syurga Allah yang penuh kegembiraan. Jika kecintaan pada sahabat kita mampu membuat kita semakin dekat pada Allah dengan mengejar ridho-Nya.

Sobat, kita juga bisa selalu bersama-sama dengan sahabat kita di dunia hingga di “Neraka” kelak, jika kecintaan kita pada sahabat kita menjadikan semakin jauh dengan ajaran Allah. Atau cinta yang kita miliki pada sahabatkita hanya cukup sampai didunia saja jika satu diantara kita terpisahkan syurga dan neraka.

Alangkah indahnya cinta yang kita miliki pada orang yang kita cintai, jika bisa selalu bersama-sama mereguk kebahagiaan didunia dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada. Dan akan bersambung dan berkelanjutan tuk diraih bersama mereguk kembali cinta yang kita miliki di syurga kelak. Dengan kenikmatan yang lebih daripada kenikmatan saat di dunia. Semoga kita bisa berkumpul selalu dengan …my love… didunia hingga di akherat… amin. (‘Athaya).

Komentar (8) »

Bukan ku tak mencintaimu!!!, tapi…..

Alya duduk di kelas tiga SMU. Seperti wanita seusianya, Alya merindukan perhatian dari seseorang yang special dalam hatinya. Belekangan ini Alya mulai mengagumi Iqbal temen sekelasnya, suit…suiiiiiit. Maklum, iqbal memiliki semua yang diidolakan wanita. Berwajah tampan, badan atletis, otaknya smart alias cerdas, banyak duitnya maklum anak orang tajir en ketua osis lagi. Cewek mana yang tak tergoda ingin jadi temen spesialnya. Wajar aja kalo Alya sering curi-curi duit et salah curi-curi pandang pada iqbal.

Ternyata eh ternyata tanpa sepengetahuan Alya, Iqbal-pun tertarik sama Alya. Alya merupakan kriteria wanita yang disukai Iqbal, mak gonjrengggg. Pada suatu hari, setelah jam pulang dengan sengaja Iqbal berpura-pura menanyakan soal fisika pada Alya, maklum Alya terkenal jagonya fisika di kelas tiga IPA. Kura-kura didalam perahu,ikan bakar enak dirasa. pura-pura Iqbal berguru ternyata mau mengungkapkan rasa.

“… thank’s Alya atas waktu en kesedianya ngajarin gue. Titip ini, jangan dibaca disini ya, nanti aja dirumah..”. Sepucuk surat warna merah jambu di berikan ke Alya. Dengan perasaan gado-gado alias nggak jelas penasaran dicampur keGe-R an Alya menerima surat itu. Saat malam tiba, selepas sholat isya’ surat itupun dibuka….
”Assalamu’alaikum wr.wb. Alya, telah lama kupendam rasa, namun berat mulut tuk berkata. Kekagumanku padamu membuat diri ini. …………..Alya, maukah kamu jadi teman istimewaku?……yang selalu mencintaimu Iqbal.

Bagaiman nggak rontok isi dada Alya sangking kencangnya detak jantung. Orang yang diimpikannya ternyata mengatakan cinta. Keesokannya Alya memberi balasan surat, yang penggalan isinya, “……bukan aku tak mencintaimu iqbal, tapi aku tak bisa pacaran dengan mu…..lo kok gitu sih.

Sobat gamma heran kan? kenapa Alya menjawab begitu. Dia punya Dua alasan, pingin tahu nggak? Pertama, Alya ingin menikmati indahnya rasa cinta, kedua Alya paham, pacaran bukan solusi gejolak cintanya. Wah dasyat abis kan!, Sosok Alya inilah yang patut dibilang fungky, setuju..?

Cinta memang indah

“ Wahai kau cinta../sungguh tak ada yang bisa../mampu berpaling darimu../Bila terlanjur sayang../Wahai kau cinta../yang luluhkan hati ini../membuat segalanya indah../semua karena cinta….”

Lagu siapa nih?.. coba tebak? Pasti kenal….sobat, emang betul kata grop band favoritmu tadi “Radja”. Kita tak akan mampu berpaling dari kehadiran cinta. Mencintai dan dicintai itu hak setiap orang. Cinta tidak bisa dipaksa. Akan datang dan pergi sesukanya. Biarkan seseorang mencintai kita, atau kita mencintai seseorang. Namun kita tidak bisa memaksakan pada orang untuk mencintai kita dan sebaliknya orang lain tidak boleh memaksakan cintanya pada kita. Jika ada pemaksaan cinta berarti telah melanggar kode etik percintaan.. (diatur dalam KUHP- Kitap Undang-undang Hukum Percintaan yang dibuat oleh Republik Cinta, weh,..sembarangan..)

Cinta mampu meluluhkan hati yang membatu. Merubah semua jadi indah. Merubah semua jadi mudah. Tidak ada yang sulit jika kita lakukan karena cinta.

Kalo cinta menurut Bang Roma, lain lagi. Yo’ sekarang kita berdangdut ria, tapi tidak boleh sambil goyang..
”Bila kamu…/ di sisi ku../ hati rasa..sahdu. Satu hari /tak ketemu../hati rasa…rindu../ kuyakin i..ni semua/ perasaan..cinta……”

Bila kita deket ama sameone ato samethink yang kita cinta, gimana perasaan hati sobat? Syahdu khan…nyaman… enjoy dan tenang, pokoke nikmat deh. Tapi kalo nggak ketemu sehari rasanya sewindu (sewindu berapa bulan sih..? banyak banget), yang pasti kerinduan yang membara. Disitulah indahnya cinta. Ada kerinduan, ada perasaan aneh, yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Sobat, perasaan seperti ini menurut Anis Matta disebut Shifting, perasaan berbunga-bunga. Perasaan selalu Husnudzon prasangka baik pada orang lain. Tidak ada kejelekan di mata kita, yang ada pemakluman yang tinggi. Yang selalu memberi maaf pada setiap kesalahan, yang selalu membantu jika kesusahan. Puncak hadirnya rasa perhatian yang tinggi. Kadang diri dikorbankan demi yang kita cintai. Dipertaruhkan waktu, harta, bahkan sampai nyawa.

Sobat, indahnya cinta terletak pada rasa. Kalo rasa cinta sudah bercampur dengan keinginan untuk memilikinya. Ingin selalu bersama, ingin menjadi teman spesial dalam hidup atau ingin menjadi pacarnya. Maka, nafsu akan hadir menyertai cinta tersebut. Kalo boleh gamma katakan, indahnya cinta itu ada saat kita jatuh cinta. Makanya kita pertahankan rasa cinta ini seperti apa adanya, tanpa tercampur nafsu.

Yo’ kita isi hidup kita dengan cinta. Tak terbatas cinta pada lawan jenis, tapi kita mencintai apa yang sedang kita lakukan. Saat kita sekolah kita cintai pelajaran (kalo cinta gurunya gimana?…) nanti tanyakan jawabannya pada guru tersebut ya. Saat kita bekerja kita cintai pekerjaan kita. Tapi sobat perlu waspada jangan sampai tertipu dengan nafsu yang berkedok cinta. Dengan dalih pembuktian cinta, akhirnya maksiat menjadi sah-sah saja naudzubillah.

Sobat, Cinta membuat orang tak rela jika kekasihnya tersakiti. Tak ingin kekasihnya menderita, dan teraniyaya. Terlebih utama, cinta membuat orang takut berbuat dosa. Maka sobat gamma jangan percaya kalo dia itu cinta ama kamu, kalo hobinya menyakiti, mengkianati, ngebohongin, setiap kali ketemu malah ada maksiat. Malahan maksiat sebagai syarat afdolnya cinta, wah gawat bin menyesatkan tuh…so pasti makin jauh deh ama Allah. Cinta seperti itu dijamin nggak ada indahnya, sobat Itu bukan cinta namanya tapi NGL..nafsu githo looh…. Maka, cintanya perlu ditinjau ulang atau diresufl ( kaya’ kabinet aja)…perlu ke-lautin aja, dari pada masuk neraka. Setuju nggak!

Pacaran bukan Solusi

Sobat masih ingat alasan Alya yang kedua mengapa dia tidak bisa pacaran?..Ya, karena Alya paham pacaran bukan solusi tuk mengekpresikan gejolak cintanya.

Emang nggak bisa disangkal kalo gejolak nafsu remaja bagaikan gelombang samudra yang mampu menghancurkan batu karang. Gemuruh bagai halilintarItu semua terjadi karena tuntutan perubahan fisik dan kejiwaan yang dialami remaja. Jika rasa suka pada lawan jenis mulai muncul, berkembang menjadi rasa sayang. Bersamaan dengan itu lahir perhatian yang berlebihan atau membutuhkan perhatian yang lebih dari lawan jenisnya. Maka mulailah hilang sebagian kesadaran akal. Rasa malu mulai berkurang, darah mulai bergejolak dan nafsu mulai memuncak. Sobat, disini akan muncul kegelisahan. Tak pelak lagi bagi yang kurang iman akan melampiaskan dengan kemaksiatan. Status pacar sering dijadikan kesempatan dan sasaran asmara. Akhirnya mereka terjerembab ke dalam kondisi dikuasi nafsu. Lupa akan dosa, lupa akan neraka, lupa akan masa depan. Singgasana hati sudah diduduki syetan. Seluruh langakahnya sudah dikendalikan syetan, kini mereka telah jatuh di pelukan setan. Naudzubillahi mindzalik.

Bagi pemuda yang sedang pada kondisi ini, Rosullallah SAW memberikan solusi.

” Wahai pemuda! jika kamu telah sanggup untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu akan menjaga kehormatanmu. Kalo belum mampu maka tundukanlah pandanganmu dan berpuasalah. Karena itu adalah benteng bagi kamu. (HR.Al-Hakim).

Sobat gamma, kalo kita merasa masih jauh dari kesanggupan untuk menikah. Tidak ada jalan lain kecuali menundukan pandangan dari hal-hal yang bisa merangsang nafsu syahwat dan memperbanyak berpuasa. Tapi kalo emang sobat udah mampu menikah?…menikah aja..

Ada empat indikator kemampuan yang mesti sobat siapkan kalo ingin menikah; mampu Ilmunya yaitu memahami makna pernikahan, hak dan kewajiban sesuai ajaran islam , mampu memenuhi tanggung jawab sebagai suami atau sebagai isteri, mampu mental yang siap menghadi problema keluarga dan mampu ruhiyah yaitu dengan menikah menjadikan semakin dekat pada Allah. Apa kira-kira sobat udah sanggup…?

Nah,Kalo sobat masih ngotot ingin pacaran!… Coba sekarang tanyakan ama temen kamu yang pernah pacaran. Banyak sakit hatinya ato banyak maksiatnya… ato dua-duanya. Emang sih, kalo sobat nggak takut dosa en masuk neraka, pacaran itu nikmat. Tapi bagi sobat yang takut dosa en ingin masuk syurga so pasti pacaran bukan solusi. By the way. Sobat, ternyata pacaran itu banyak ruginya, diantaranya;

• Lupa tujuan Hidup; bukan cerita lagi karena sibuk ngurusin cinta sekolah jadi kacau, prestasi jadi anjlok alias menurun. Dulunya peringkat pertama setelah mengenal cinta jadi peringkat terakhir. Hari–hari dibuat pusing oleh sang pacar. Disekolah hanya terisi oleh aktivitas bersama si dia. Dari berangkat sekolah bersama sampai pulang sekolah bersama. Memang sih jadi rajin kesekolah. Tapi bukan untuk cari ilmu, tapi pingin ketemu pacar. Rajin bukan takut ketinggalan pelajaran tapi kangen sama pacar. Lha kalo begini terus kapan belajarnya jo!.. sobat mesti inget tujuan utama sekolah adalah mencari ilmu, bukan mencari pacar. Orang tuan kita menititipka disekolah ini supaya kita jadi orang yang berilmu.

• Sulit Kosentrasi, gimana mau kosentrasi. Mau makan ingat si dia, mau tidur ingat si dia, mau belajar ingat si dia. Bayangannya selalu menggoda. Kenangan indah selalu menghiasi rasa.Dia selalu hadir dipelupuk mata, saat terpejam ataupun terbuka..weh blegedes. Akhirnya waktu habis untuk ngelamunin si dia. Apalagi saat-saat marahan. hari-hari terasa membosankan. Pikiran pusing, kesal, jengkel dan sakit hati, boro-boro mikir pelajaran. Dan

• Terjerumus dalam zina, surve membuktikan jreng..jreng..bahwa remaja yang berpacaran cenderung dikuasai oleh syetan. Akhirnya lupa segalanya. Lupa dengan dosa, lupa dengan neraka, lupa dengan makan nggak ya..
Hasil surve kru DETEKSI (Jawa Pos) tahun 2003 di Jakarta dan Surabaya dalam Saatnya harus pacaran, Didik Hermawan 2003,. Dari 1522 remaja yang dijadikan responden, dengan pertanyaan;

Pernah cium bibir ? …Pernah : 47.5% , Tidak pernah : 52.6%
Pernah hubungan sek diluar nikah ? …Pernah :11.7% , Tidak pernah : 88.4%
Dengan siapa berhubungan badan ? …Pacar : 76.5% , Teman : 14% , PSK : 8.3 %

Data diatas menunjukan bahwa hampir separoh dari remaja yang berpacaran berciuman bibir.memang hubungan seks diluar nikah hanya hampir 12 %, berarti dari sepuluh remaja yang berpacaran sekitar satu sampai dua orang melakukan hubungan sek (zina). Dan hampir 80% pacar merupakan sasaran utama untuk melampiskan gejolak seksual remaja

Sobat, bisa kita simpulkan seperlima dari remaja yang berpacaran sudah tidak perawan lagi. Dan separuh dari yang pernah berpacaran dijamin bibirnya sudah tidak perawan, hiii…bekas.
Sobat gamma, mesti waspada dengan nafsu yang berkedok cinta. Mulainya biasa-biasa saja. lama-lama kalo cewek-cowok berdeketan pasti nyetrom. Apalagi ama orang yang dikagumi. Seperti syair Ibnu Qoyyim;
” entah pesona yang memikat atau akalku yang tidak di tempat. Mungkin dia terlalu memikat hati sehingga kemaksiatan terjadi, atau emang akal kita yang hilang”.

Setelah kita terpesona lalu hati kita terikat oleh rasa dan taklama kemudian kita terpedaya oleh jeratan maksiat, akalpun jadi hilang seiring hilangnya rasa malu dan rasa ragu. Syetan menyusup diantara ubun-ubun kita sambil kipas-kipas karena kita sudah menjadi temanya, dan akhirnya terjerembablah kita keladam lumpur dosa. Naudzubillah. Terbuktilah wejangan Rosulullah, jika laki-laki dan perempuan berkholwat (berduaan ditempat sepi), maka ketiganya adalah setan.

Sobat, perbuatan maksiat seperti kecanduan. Akan membuat pelakunya memiliki kecenderungan untuk mengulangi dan penasaran ingin mencoba yang lain lagi. Tepat memang apa yang dikatakan sang jawara cinta Ibnu Qoyyim.
“…bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cinta rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya,” … nah lo, bener nggak!..

Mungkin awalnya sobat menolak untuk melakukannya (ciuman) dengan pacar karena dilarang agama. Rayuan sang pacar yang gencar dan rasa sayang yang mendalam serta takut pacar marah, maka sobat tak sanggup lagi menolaknya. Begitu sekali terjadi maka keesokan harinya akan terulang lagi dan lagi. Setelah itu secara perlahan dan pasti tanpa sobat sadari nafsu akan terus menggerakan untuk melakukan yang lebih dari itu, lebih lagi dan lagi.

Sekedar Solusi..

Sekarang semakin gamblang kalo pacaran bukan solusi untuk mengekpresikan cinta. Biarkan cinta mengalir indah bagai air mengalir dari sumbernya. Jernih-bersih, jangan kita kotori dengan perilaku yang dapat mencemainya. Ketika cinta sudah dikendarai dengan pacaran, maka kejernihan cinta akan pudar, keindahan cinta akan sirna. Yang ada tingalah nafsu yang menjelma seolah puncak dari cinta yang suci.

Sobat, Cintanya remaja muslim bukan obat pelepas rindu yang membelenggu, namun dapat membangkitkan semangat untuk mencari ilmu. Cintanya remaja muslim bukan sarat dengan maksiat, namun lekat dengan ibadah taat. Dan bermuara cinta remaja muslim bukan pada pelampiasan nafsu, namun ridho Allah-lah yang dituju.

Andai… sobat bersedih karena memutuskan cinta dengan kekasih yang selama ini selalu mengisi hari demi hari bersama. Andai…sobat berani berkata “tidak” untuk berpacaran walaupun dengan orang yang selama ini dikagumi dan sangat dirindukan. Andai …sobat berani menolak bujuk rayu kekasih yang dicinta untuk bermaksiat walaupun gejolak bergelora tak terkira. Sehingga air mata ini mengalir …hati ini menjadi luka untuk sekian waktu. Sobat setiap tetesan air mata yang mengalir, setiap isakan tangis yang keluar, Insya Allah akan ditulis Allah sebagai amal soleh.

Sampaikan padanya ….“ Kita berpisah bukan karna tak cinta, tapi kita berpisah untuk mendapatkan syurga” amin.

Agar kita tidak selalu ingat kisah-kasih masa lalu bersamanya, resepnya: hilangkan semua pemberian dari si dia berupa apapun ( foto, surat, kado de el el); Jauhi tempat-tempat yang pernah disinggahi bersama dia, agar tidak membangkitkan kenangan lama; jangan menonton tayangan yang beraroma cinta (sinetron atau acara cinta lainnya), ganti dengan tontonan lucu atau relak lainnya; dan singkirkan buku-buku tentang cinta, ganti dengan buku kisah-kisah tentang aklak mulia atau lainnya, jangan sering menyendiri dan berkumpulah dengan sobat-sobat yang bisa membawamu ke arah yang lebih baik. Sobat, sedikit atau banyak yang telah kita perbuat untuk merubah diri ini nggak ada yang sia-sia. Semua punya nilai dan makna di hadapan Allah. Jika Allah udah ridho denganapa yang kita usahakan, pastilah alam semesta dan isinya akan ridho. Wallahu a’lam bishowab. (Athaya)

Komentar (3) »

Cintaku Hanya Untuk-MU

a_004.gifNgomong-ngomong cinta, Bulu kudu’ jadi merinding jadi merinding en jantung jadi berdebar-debar, dak…dik…duk….“Cinta memang indah namun deritanya tiada berakhir” kata si Pat kai temennya Sung go kong. Kalo kata si petualang cinta yang suka hinggap sana-sini sih beda lagi. Cinta diartikannya sebagai Cerita Indah Namun Tiada Arti”, hambar amat, ya….

Nah, lain halnya bagi sobat yang sedang jatuh cinta, alias fall in love, katanya “Cinta itu indah, keindahannya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya bisa dinikmati oleh rasa ”. Semua jadi indah, semua-mua bisa bicara, daun melambaikan tangan sebagai tanda merestui cintanya. Gemericik air seperti irama cinta yang menambah syahdu suasana. Semua hati jadi sejuk, sesejuk embun pagi. Sengatan matahari terasa hangat dibadan, menambah gairah cinta. Semua jadi enak dan menyenangkan. Singkong terasa keju, oncon terasa sagu, air putih terasa madu,…weleh-weleh romantis abis deh..awas air liur keluar.

Kalo kata sobat muslim yang sedang patah hati lain lagi ceritanya. Cinta itu katanya bulsit penuh dengan kebohongan dan menyakitkan, kecian deh. Keindahannya semu yang penuh tipu daya. Manisnya laksana tebu, jika habis manis sepah dibuang,…masak sepah ditelan, yang bener aja. Dunia terasa kiamat, semangat jadi lenyap, harapan tinggal kenangan, kini tinggalah kesedihan dan keputusasaan, makan jadi tak enak, tidur jadi tak nyeyak,..banyak nyamuk kaliii.

Sobat, semua orang berhak memaknai cinta sesuai keinginannya. Cinta itu indah, cinta itu pahit, cinta itu manis, cinta itu derita, cinta itu buta, cinta itu seni, cinta itu sex, cinta itu motivasi de el el. Semuanya seperti yang mereka rasakan.

Dari cerita diatas Gamma jadi inget pendapat Ulama beken Ibnu Qoyyim Al-Jauziah, ”Bahwa cinta itu kesenangan jiwa, hiburan kalbu pembersih akal dan penghilang kegundahan. Cinta mengharuskan kepada yang sedang terpanah olehnya untuk mengkususkan cintanya kepada yang dicintainya. Dan janganlah menyekutukan cinta kepada kekasihnya dengan sesuatu yang lain. Karena seseorang tidak bisa membagi-bagi cintanya dengan adil”. Wao, mantep banget, baca sekali lagi ah .

Kalo menurut kamus bahasa arab cinta dari kata Al-Mahabbah yang berarti Inti atau benih. Cinta merupakan cikal bakal munculnya kehidupan. Manusia hadir dibumi karena cinta, tumbuhan hidup karena cinta, bahkan jagat raya ini ada karena cinta.

Al-Mahabbah berasal dari kata Al-Mahabbath artinya air yang meluap karena hujan yang lebat. Dapat diterjemahkan; suatu luapan rasa sayang yang sangat, rasa ingin sekali untuk bertemu, selalu ingin berkata, ingin ber-ekspresi dengan mencurah- ruahkan kepada yang dicintainya dengan sepenuh jiwa raga.

Sobat muslim setuju nggak bahwa Cinta itu fitrah. Semua orang berhak memiliki cinta, semua orang berhak mencintai dan dicintai. By the way …sobat punya cinta nggak?, tentu punya donk!. Sobat harus inget bahwa Cinta harus punya makna, jangan sampei cinta kita hambar bagai sayur tanpa garam, bagai kendaraan tanpa kemudi or bagai berjalan tanpa tujuan. Awas nabark loooh!. En sobat juga perlu waspada kalo Cinta juga bisa merubah segalanya, pemalas menjadi semangat, penakut jadi pemberani, sedih jadi bahagia. Dan Cinta perlu muara, bagaikan air yang mengalir perlu ditampung agar tidak berantakan. Hasrat cinta yang bergejolak perlu dicurahkan. Lalu, kemana cinta kita akan bermuara???…. makin seru, khan.. Yuk, kita bahas satu per satu.

Cinta itu fitrah

Ahhhh… jadi inget waktu itu. Saat pertama menjadi remaja. Tak tahu penyebab awalnya, yang jelas aku sudah bisa membedakan kalo temenku Desi berwajah cantik rupawan, si Anto wajahnya genteng menawan. Eh… ternyata pada suatu malam aku mimpi melihat bebek berduaan, saling kejar-kejaran, bercanda riang. Dan,disaat bersamaan …weleh, celana basah… kenapa?. Ternyata aku sedang mimpi basah (ihtilam). Tanda sudah baligh dan sudah terbebani tanggung jawab semua perbuatan yang dilakukan (mukallaf). Dan Itulah (…ssttt, jangan ngomong-ngomong ya…) awal ada perasaan tertarik sama same one temen sekelas. Itu kali ye.. namanyee cintee..cihuii…deh!

Kalo kakak ku yang cewe’ beda lagi. Waktu itu kakak pulang sekolah berlari sambil menangis dan langsung memeluk ibu. Cerita kakak ke ibu, sambil kakak ketakutan, “ Buk bahaya buk, cepet kakak bawa kedokter. Ada kelainan dan luka dalam tubuh kakak, nih banyak darah segar (sambil kakak menunjuk darah yang ada di roknya)”.

Ibu hanya tersenyum, kata ibu “, tidak ada yang perlu dihawatirkan, itu tandanya kakak sudah remaja, sudah baligh. Mulai sekarang kakak harus makin rajin ibadah karena semua sudah ditulis sebagai amal kakak sendiri, baik dosa atau pahala.

Bener kata ibu tadi, seperti sabda Rosullallah :
“ Diangkat pena ( tidak dicatat amal perbuatan) dari tiga anak manusia; Orang yang tidur sampai ia terbangun, anak hingga baligh, dan orang yang gila sampai ia sembuh”.

Secara alami perasaan tertarik dengan lawan jenis akan muncul ketika anak muda sudah baligh. Lihat tuh, sobat cewe’ lagi ngaca di jendela, pake minyak wangi lagi. Itu teh (gak peke’ teh) agar menarik perhatian kita (cowo’)…ke GR-an. Pasti kalo mau berangkat sekolah dandannya lama, puter kiri, puter kanan, angkat bahu dikit, senyum baru jalan, deh. Heh!, ngapain sih! ngurusin orang lain, jangan-jangan kita tertarik ama dia?..ya kali.

Wajar khan! Sebab, rasa cinta itu ada pada semua mahluk hidup. Cowo’ cinta ama Cewe’ atau sebaliknya. Nggak normal jika cewe’ cinta sama cewe’ atau cowo’ cinta sama cowo’, ati-ati lo dikutuk Allah seperti kaum Adt, yang hoby homo en lesbi. Walaupun rasa cinta itu halal kita miliki, tapi cara mengespresikannya mesti sesuai dengan aturan agama. Jangan seperti hewan, saat hasrat bergejolah, tak memandang maksiat, main sikat saja. Wah..wah.. bisa yabaha, …kebalik tuh…bisa bahaya.

Sobat mesti dicatet, ayo ambil pena…Cinta yang kita miliki bukan hanya cinta pada lawan jenis aja. Tapi cinta lain yang kudu ada, seperti cinta kita terhadap orang tua, cinta kepada adik dan kakak, cinta pada pelajaran, en yang kalah pentingnya Cinta kepada Allah subhanallahu wata’ala.

Cinta harus bermakna

Sobat pernah ngrasain nggak!. Kalo cinta itu bisa menyenangkan jiwa, mengibur kalbu yang lara. Pembersih akal yang penat karena masalah yang menghimpit, atau malahan cinta bikin mumet?…Yang pasti cinta dapat menghilangkan jiwa yang gundah-gulana.

Baru denger saja, kata cinta mampu membuat pikiran melayang, bagi yang sedang mabuk kepayang dilanda asmara. Namun getir dirasa bagi yang terluka oleh panah asmara, tertipu rayuan cinta yang tak tertata atau terbuang oleh jebakan cinta berujung dosa.

Cinta memaksa kita untuk serius, nah lo. Tidak bisa asal cinta, iseng-iseng bercinta atau latihan bercinta. Karena cinta bukan barang mainan yang bisa kita permainkan sekehendak kita. Cinta melibatkan perasaan dua hati yang mencoba saling menyatu. Cinta hidup menyatu dalam jiwa manusia yang tidak bisa diraba oleh tangan didengar oleh telinga atau dilihat oleh mata. Cinta hadir tidak memerlukan fisik ataupun pembuktian fisik. Cinta hadir untuk mendatangkan rasa indah. Cinta hadir untuk membuat suasana sekeliling penuh warna. Cinta hadir untuk membangkitkan gairah hidup. Dan cinta hadir tuk menjadikan semangat ibadah pada Allah.

Sobat, jangan terpedaya oleh bujuk rayu nafsu. Yang menjadikan topeng cinta tuk mengumbar syahwat. Karena cinta tidak mesti butuh fisik sebagai pembuktian. Jelaslah, bahwa ciuman, pegangan, dan sebangsanya bukan mutlak wujud dari cinta, tapi wujud nafsu syahwat.

Sobat, cinta yang kita miliki harus punya tujuan, agar cinta punya makna. Kemanapun cinta melangkah harus berpegang pada aturan islam. Sehingga cinta bisa melangkah pasti, dan mampu menerjang aral melintang. Seperti “Cinta Monyet”, jangan bilang monyet dong! Yang bercinta kan bukan monyet…. kalo gitu cinta Onyet..deh. Dalam kamus Bahasa Indonesia, Cinta Monyet diartikan “Rasa kasih antara laki-laki dan perempuan berdasarkan kemesraan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah, mengikuti nafsu). Percaya deh, sobat Gamma bukan o-nyet, jadi nggak punyak cinta monyet. Cinta ini hadir seiring dengan pertumbuhan fungsi argan-organ biologis. Perkembangan dari anak-anak menuju remaja, dan sekaligus sebagai ujian awal keimanan mereka untuk menundukan hawa nafsu. Jadi dalam islam cinta monyet nggak mesti ada.

Sebelum kita menjatuhkan cinta kita pada sesuatu, ada dua pertanyaan yang mesti dijawab oleh hati nurani kita. Mengapa aku mencintainya? dan Untuk apa aku mencintainya?, ko’… mirip judul lagu ya?… Sobat bisa dipasti-in akan muncul beribu kemungkinan jawaban. Tentunya bervariasi, tergantung keinginan yang mendorong dia bercinta. Yuk kita… lihat.
Mengapa Aku mencintainya?…. mungkin karena: dia cantik dan berkulit putih; atau mungkin dia tampan dan bertubuh atletis; bisa juga karena dia seksi dan matanya belo’; or karena dia punya mobil dan funky; bisa jadi karena dia rajin ngaji dan murah senyum; atau karena dia pemarah dan galak. Semua jawaban kita benar, karena itu pilihan cinta sobat sendiri. Setelah itu baru pertanyaan berikutnya.

Untuk Apa Aku mencintainya?… apa untuk : menghilangkan kesepian dan teman curhat ….abis pusing dirumah sendirian; mungkin untuk penghibur hati yang luka oleh mantan do’i (dia mirip banget sih); or mungkin agar ongkos gratis bisa numpang setiap hari; atau inging menikmati keseksiannya. Wah..wah…Semua sah-sah saja, karena itu pilihan cinta kamu.

Tapi inget lo…Semua pilihan jawaban kita akan dipertanggungjawabkan kehadapan Allah. Apakah pilihan kita berbuah dosa atau berbuah pahala. Yang pasti, jangan sampai cinta kita berlumuran dosa sehingga menjadikan kita penghuni neraka, naudzubillah. Yang kita harapkan, cinta yang kita miliki dapat menghantarkan kita masuk syurga, enak tenan…ngikut yuuuu’. Bagai mana caranya donk !…..

Begini Sobat, Jika kita mampu menjadikan perjumpaan dan perpisahan pada orang yang kita cintai karena Allah. Bukan karena nafsu kita ingin ketemu, dan bukan karena cemburu kita berpisah. Tapi karena besarnya cinta kita kepada Allah dan Rosulallah kita saling mencinta. Insyaallah di akhirat akan mendapatkan syurga.

Ingat pesan Rosullallah :” Ada tiga hal yang barang siapa memilikinya, maka dia telah menemukan hakikat manisnya iman. Pertama, hendaknya Allah dan Rosulnya lebih ia cintai daripada selainnya, Kedua, Hendaknya ia mencintai seorang hanya karena Allah, ketiga, Dan hendaknya ia membenci untuk kembali kufur pada Allah dari kekufuran tersebut sebagai mana ia membencinya akan dilemparkan kedalam api neraka” (HR. Bukhori dan Muslim dari Annas).

Sobat, kita perlu bersyukur menjadi umat Muhammad salallahu alaihi wassalam, yang selalu diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dari semua kesalahan yang telah kita perbuat. Sebagai bukti bahwa kita mencinta Allah diatas segalannya adalah hendaknya kita segera mungkin kembali kejalan yang di sukai Allah. Allah menjanjikan ampunan kita bertaubat, itulah bukti cinta Allah pada kita. Seperti yang Allah tuturkan dalam surat Ali-Imron:31.

“ Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa –dosamu, Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”

Cinta bisa merubah segalanya

Sobat, sempet merhatiin nggak. Tuh ” Suny’ temen kita yang dulu waktu kelas satu pendiam banget bak patung pancoran. Sekarang, tuh …weleh-weleh… agresif sekali seperti gosokan. ”Bunga” juga, temen kita yang sangat pemalu itu, inget nggak!. Sekarang dia jadi malu-maluin maksudnya tidak pemalu lagi. Yang dasyat lagi, si Roy anak kampung sawah. tuh yang dulunya paling males masuk sekolah, hoby mbolos dan paling oneng dikelas, tapi sekarang jago abis men!, ringking dua di kelas. Luar biasa…. apa sih rahasianya! Entar sabar dulu pasti dikasih tahu rahasianya. Ada lagi yang sebaliknya, apa lagi!…si Wulan setelah deket ama Yoyo’, ko jadi gitu ya. Dulu dia selalu paka rok panjang, kerudung selalu panjang, kalo jalan selalu menundukan kepala, en nilainya ulangannya selalu mantab habis, delapan selalu kepegang. Tapi sekarang, wah, berbalik 370 derajat…kebanyakan itu… 180 derajat githuh. Rok panjangnya dibuang kelaut diganti celana panjang ketat. Kerudung yang panjang dilelang jadi kerudung yang hanya menutup kepala dan sisanya dilipat pada leher, en nilai ulangan hancur mina. Jangankan nilai enam, empat aja nggak kepegang. Sekarang jelaskan apa penyebabnya….?

Tenyata, usud demi usud. Tenyata mereka kepanah asmara alias jatuh cinta. Ko’ bisa sih cinta membuat mereka berubah githu’. Yang dulu pendiam jadi agresif, pemalu jadi pemberani, pemalas jadi rajin, perokok jadi taubat, jarang sholat jadi males sholat eh … bukan jadi rajin sholat. Dan bisa sebaliknya; periang jadi pemurung, murah senyum jadi cemberut always, males mandi jadi nggak pernah mandi… bau’ tau… de el el. Ternyata kekuatan cinta mampu merubah segalanya. Bisa berupah menuju semakin baik, semakin berprestasi, semakin beriman. Atau sebaliknya, semakin kurang baik, semakin anjlok prestasi en semakin banyak maksiat. ….koreksi diri dulu ah, kalo aku semakin apa ya….

Energi potensial cinta mampu diubah menjadi energi gerak. Energi panasnya api asmara mampu membangkitkan sel-sel syaraf yang rusak ,sehingga peredaran darah jadi lancar menjadikan suplai oksigen keseluruh tubuh normal, wah kaya’ ahli fisika beneran aja!. Ternyata energi cinta emang dasyat abisss! Lebih dasyat lagi kalau energi cinta ini kita gunakan untuk mengubah kebiasaan kita yang masih jahilliyah alias perilaku yang buruk, menjadi kebiasaan yang syar’i sesuai dengan ajaran Allah subhanallahu wata’ala dan Rosulullah salallahu alaihi wassalam.

Demi cinta jangankan harta benda, kadang nyawapun akan dipertaruhkan. Sobat, andai bukan hanya cinta kepada lawan jenis saja kita bisa rela menyerahkan harta bahkan nyawa kita, tapi demi cinta kepada agama Allah dan Rosul-Nya harta dan nyawa kita korbankan. Bukankah kalo kita memperjuankan agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Sobat, yo’ kita berlatih dari sekarang menjadikan cinta kita pada Allah merupakan cinta tertinggi kita diatas kecintaan kita pada yang lain.

Sobat, kadang gunung yang tinggipun akan kita seberangi lautan luas akan kita daki, apa nggak kebalik ? Emang cinta kadang kebolak-balik. Yang biasanya terlihat biasa-biasa saja, karena kita cinta nampak indah mempesona. Dan sebaliknya, yang sebenarnya emang mempesona karena kita nggak cinta, akan nampak biasa-biasa saja. Cinta memang aneh..ya…

Sobat, bagaimana jika yang kita cintai memanggil kita . Apakah kita akan menunda-nundanya?… atau segera datang untuk menemuinya!.. Kalo emang kita cinta padanya tentu akan nurut apa katanya. Tuul nggak!. Nah sekarang, kalo emang kita ngaku cinta ama Allah, saat Allah memanggil kita lewat adzan yang berkumandang. Apakah kita langsung menemuinya dengan sholat, atau nggak! Terus, Apakah kita sudah mentaati perintahnya? Dan apakah kita sudah menjauhi apa yang dilarang-Nya?… Jika jawabnya sudah, maka Allah sudah menjadi kekasih kita.

Cinta perlu muara

Jika cinta telah datang, bagaikan air yang meluap karena hujan lebat. Bergelombang bagaikan air laut yang siap menerjang batu karang. Bergemuruh laksana banjir bandang. Jika tidak terkendali maka cinta bisa menghancurkan segala yang menghadang. Jika terarah dan tertata energinya mampu mengubah segalanya.

Sobat, cinta akan terus mengalir seiring perkembangan usia. Meluap mengikuti Daerah Aliran Cinta (DAC), sampai habis dimuara. Muara cinta tergantung pada tujuan kita bercinta. Jika cinta bermuara pada kepuasan nafsu, maka disepanjang Daerah Aliran Cintanya akan dihiasi dengan perbuatan yang mengumbar nafsu syahwat. Ayo…ngrasa nggak….Jika cinta yang dimiliki bermuara pada materi, maka sepanjang daerah aliran cintanya selalu dihitung untung dan rugi secara materi. Namun, jika cintanya bermuara pada Allah, maka sepanjang daerah aliran cintanya selalu membuat semakin dekat pada Allah.

Cinta yang bermuara pada Allah inilah cinta muslim yang fungky. Jangan pernah menganggap diri kita fungky kalu cinta yang kita miliki menjadikan jauh pada Allah…Sobat udah fungki or belum?. Sobat muslim, disepanjang perjalanan cinta dalam menyusuri DAC hingga ke muara, akan digangu kebersihannya oleh sampah-sampah cinta. Tiada lain; pergaulan bebas remaja yang sarat kemaksiatan, budaya-budaya yang merusak moral, dipasrahkan segalanya demi cinta, mengejar kebahagiaan yang semu de el el. Kalo sampah terus mengganjal daerah aliran maka lambat laun cinta akan macet bahkan mungkin cintanya tak mengalir lagi. Kalo cinta seseorang kepada kita macet dan tak mengalir lagi, maka akan ada putus cinta. Alhasil hati kita terluka dan bermuram durja. Tapi sobat, kalo cinta Allah kepada kita macet or tidak mengalir lagi alias Allah memutuskan cinta-Nya pada kita. Maka kesedihan dunia akhirat yang akan kita rasa. Gimana nggak sedih, syurga terbuka hanya untuk orang-orang yang dicintai Allah saja. Jika demikian, kita yang duputusin cinta oleh Allah akan menjadi penghuni neraka, naudzubillah min dzaliq.

Jelasnya, semua cinta yang kita punya harus bermuara pada Allah. Kita cinta dan sayang pada orang tua, bukan semata-mata karena orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita atau sebagai tanda balas budi pada keduanya, tetapi karena Allah lah yang menganjurkan kita berbakti dan berbuat baik pada keduannya. Jadi berbakti kapada kedua orang tua kita merupakan wujud ketaatan kita pada Allah.

Sobat, kita ngga’ dilarang mencintai lawan jenis kita. Karena cinta itu sebahagian dari nikmat Allah untuk hambaNya. Namun, kalo cinta pada yayang menjadikan kita semakin jauh kepada Allah atau mendatangkan kemaksiatan tentu diharamkan. Terus bagaimana dong! cara mengurangi cinta yang bergelora ?…… kebanyakan remaja masa kini dengan Berpacaran. Bisakah itu???…Kalu pacaran bisa membuat cintamu kepada Allah semakin besar, maka pacaran diperbolehkan. Tetapi kalu pacaran membuat kamu jauh dari Allah dan dijadikan ajang kemaksiatan, maka pacaran tidak diperbolehkan.
Ada nggak pacaran dan da’wah!…atau pacaran sambil ngaji !. Yang ada pacaran dijadikan alat melegalkan kemaksiatan, mengumbar birahi dan kegiatan yang disayang setan. Ingat muara cinta kita hanya pada Allah, dan semua aktifitas harus bermuara kepadaNya.

Kalo kita-kita yang fungky cara membendung gejolak muda , seperti resep Rasulullah. Sabda Rasulullah saw: “Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Komentar (1) »