Sejarah Palestina dan Rakyatnya (Bagian 2)

Sejarah Palestina dan Rakyatnya:

(Bag ke-2)

Geografi Palestina (Relief Tanah dan Iklim)

Oleh: Tim dakwatuna.com

Sumber: www.dakwatuna.com


2

Secara mendasar, wilayah Palestina mungkin dapat kita bagi (dengan memotong garis bujur) menjadi tiga wilayah. Yaitu wilayah pinggiran pantai, dataran tinggi pegunungan yang menyebar di hampir seluruh wilayah Palestina dan galur Yordan (wilayah dataran rendah Yordan). Wilayah pinggiran Palestina menyempit karena bersebelahan dengan gunung Karmel di Haifa sampai 200 meter dan meluas ke arah selatan mencapai 30 kilometer di wilayah Gaza. Di wilayah inilah terkonsentrasi pemukiman penduduk dan kegiatan ekonomi dalam skala besar. Saat itu sekitar tiga perempat penduduk Palestina terkonsentrasi di wilayah ini, di tambah aktifitas ekonomi di pelabuhan khususnya di Haifa, wilayah-wilayah ini merupakan pusat kegiatan pertanian strategis terutama produksi asam. Adapun dataran tinggi di wilayah tengah Palestina, meliputi pegunungan Nablus, al Khalil (Hebron) dan perbukitan Nagev yang luasnya mencapai 1000 meter. Kemudian gunul Halhul mencapai 1020 meter, gunung Jurzaim dan ‘Aibal mencapai 940 meter. Dan di rangkaian pegunungan el Jalil di wilayah utara Palestina, di situ ada gunung tertinggi di Palestina, menjulang gunung el Jurmeq luasnya mencapai 1208 meter.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Sejarah Palestina dan Rakyatnya (Bagian I)

Sejarah Palestina dan Rakyatnya

(Bag ke-1)

Tanah Palestina

satu

Oleh: Tim dakwatuna.com

Sumber:  www.dakwatuna.com

Muqaddimah

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, shalawat serta salam semoga terjurahkan kepada junjungan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan seluruh shabatnya.

Tulisan yang ada di hadapan pembaca ini adalah bagian pertama dari seri “diraasat manhajiyah fiil qadhiyah al filistiniyah” (kajian sistematik/metodologis tentang issu Palestina). Kajian ini dimaksudkan untuk melakukan ekstensifikasi kepedulian intelektual dan kebangsaan berkenaan dengan issu Palestina.  Ini merupakan seri kajian ilmiah dan dokumentatif yang membahas berbagai sisi dalam masalah issu Palestina, sebagai pengantar bagi siapa saja yang ingin – kelak di kemudian hari – melakukan kajian dalam bidang yang lebih spesifik (spesialis keilmuan tentang Palestina).

Buku “ardhu filistin wa sya’buha” (Tanah dan Bangsa Palestina) ini berbicara tentang tanah Palestina dari sisi sejarah dan geografi, kedudukannya dalam Islam, menangkis klaim-klaim Yahudi yang menyatakan mereka lebih berhak atas tanah Palestina. Juga berbicara mengenai perkembangan permukiman Yahudi dan perampasan mereka atas tanah Palestina, mengungkapkan kebohongan dan kepalsuan klaim-klaim yang mengatakan bahwa rakyat Palestina telah menjual tanah mereka kepada orang-orang Yahudi. Kemudian berbicara mengenai al Quds dan tindak penodaan terhadap tempat-tempat suci Islam berupa upaya-upaya penggusuran, pencaplokan, penghancuran dan yahudisasi.

Selanjutnya buku ini berbicara tentang pembentukan komunitas bangsa Palestina sepanjang sejarah, mengenai rakyat Palestina yang berada di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948, mengenai kehidupan mereka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, kondisi mereka di luar Palestina dan menjelaskan penderitaan orang-orang Palestina serta berbagai aksi pembantaian dan penyiksaan yang mereka alami. Kami memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar menjadikan amal ini tulus karena-Nya, Dzat Yang Maha Mulia.

Penulis

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

GAZA.. GAK ADA MATINYA…


Jalur Gaza adalah sebuah wilayah di Palestina, luasnya sekitar 365 km persegi, dihuni oleh sekitar 1,5 juta orang, terkenal banget karena perjuangan rakyatnya yang heroik, gigih ‘n gak kenal lelah ngelawan penjajah Zionis Israel. Selama 2 tahun lebih or setelah kemenangan HAMAS (Harakah Al Muqawamah Al Islamiyah) pada pemilu yang berlangsung hari Rabu, 25/1/2006, Gaza diembargo, diblokade oleh Zionis, tapi Gaza gak mati, Gaza tetep idup walaupun dalam penderitaan yang begitu dahsyat..

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

KUPU-KUPU

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Doa untuk Kekasih…


untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa…


Allah yang Maha Pemurah…

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat – saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU…

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit

Author: Abu Saifulhaq Asaduddin


Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :

Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata: / ‘Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.’ / Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat: / Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.

Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : ‘Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.’

Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.

  • Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin �eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.
  • Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.
  • Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.
  • Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria ‘Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !’ Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.
  • Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.
  • Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.
  • Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim �eAlaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan. Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »

Rasakanlah Getarannya Saat kita Membaca Al-Qur’an


“Akhi… ana seneng deh kalau antum yang baca al-Qur’an, rasanya hati tuh tenang banget.” kata seseorang kepada temannya.

Ada orang yang mengatakan saat-saat paling bahagia adalah saat-saat ia membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Hal ini bisa saja terjadi dan tidaklah ia berlebihan. Bersyukur deh bagi kita yang sudah dapat merasakan ketenangan saat membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Sebaliknya banyakin istigfar kalau kita tidak merasakan apa-apa saat al-Qur’an dibaca atau dibacakan. Barangkali dosa-dosa kita lah yang sudah menutupi hati-hati kita sehingga kita tidak merasakan manfaat al-Qur’an. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

RUANG RINDU

Lama tak sua. Tiap kali Save us lama gak hadir ke hadapan pelupuk mata kalian, selalu aja ada berita-berita miring, ada yang bilang Save us udah mati lah. Ada yang mau coba ngidupin Save us lagi… eh sembarangan, emangnya Save us udah jadi mayat. Kemarin setelah lama gak buka blog, bahkan ada yang nyeletuk jangan-jangan gue udah bosan dakwah…. Yee.. enak aja, nggak gue banget gituh. Padahal kan udah gue wanti-wanti jauh-jauh hari. Save us itu media yang serba gak jelas, bentuknya gak jelas, yang bikin gak jelas siapa, isinya gak jelas, aturan edisinya gak jelas (loncat-loncat), kapan pertama terbit gak jelas, terbit tiap kapan gak jelas, dan kapan mau terbit lagi juga gak jelas, termasuk yang ngebaca kayaknya juga gak jelas.

Nah, untuk menghadapi gosip-gosip gak sedap itulah (yah, ternyata Save us udah jadi selebritis makanya ikut-ikutan digosipin) akhirnya…. Jreeeengg…. Save us mau gak mau mesti muncul lagi.

“Hahaha… paling-paling sekitar satu dua edisi lagi juga ngilang lagi… itu biasa mah… dulu-dulu juga gitu” celetuk seseorang dari ujung sana.

Ya… biarin.. semau gue dong.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Menemukan Syahadat yang Hilang….

Jika diantara kita ditanya, “bisa baca syahadat pa tidak?” so pasti kita akan menjawab “ ya, pasti bisa-lah...”. Malahan ada juga yang merasa tersinggung dengan pertanya itu dikiranya ngeledek. Memang benar sih, syahadat itu mudah untuk diucapkan dan dihafalkan. Kalimat yang berbunyi “Asyhadu Alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah”, memang tak asing terdengar ditelinga kita. Maklum sejak bayi lahir kita sudah mendengar kaliamat itu lewat adzan dan iqomah yang diperdengarkan ditelinga kanan dan kiri kita. Saat ustazd ceramah tak lupa mengucapkan kalimat itu. Saat ijab qobul pernikahan selalu diawali dengan syahadat, juga saat terakhir mayat dikebumikan tak lupa ditalkin dengan kalimah syahadat. Kalimat ini sudah menjadi budaya masyarakat kita untuk diucapkan dalam berbagai acara. Dasyat memang! Ikrar suci sudah menjadi tradisi seolah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Tapi benarkah ikrar suci terbukti nyata dalam fakta kehidupan kita?

Sobat, bibir tipis kita sering berkata ” Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosullullah” yang artinya ”saya bersumpah tiada ILLAH (Tuhan : pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan mahluknya, yang patut disembah, yang patut di ibadahi, yang patut dituruti semua perintahnya) selain Allah, Dan saya bersumpah bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah”. Apakah saat bibir kita berucap kata ikrar mengucap dua kalimah syahadat , kedua teliga kita juga ikut mendengarkannya? Apakah hati kita ikut meyakinininya dan apakah kaki tangan dan semua panca indera kita ikut membuktikannya dengan gerak dan langkah perilaku hidup kita?

Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

PROSA CINTA BUAT BUNDA

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana,

Bukan!, kau lebih dari itu,

Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah Sinopsis semesta

Itu saja.

***

Tangan bunda adalah perpanjangan tangan Tuhan, begitu yang pernah gue baca. Bahkan, kata sebuah hadits, seandainya di dunia ini ada makhluk yang pantas disembah, maka makhluk itu adalah ibu. “Ibumu…… Ibumu…… Ibumu….” Begitu ulang lisan mulia Rasulullah hingga tiga kali, ketika salah seorang sahabat menanyakan siapa yang paling pantas untuk dihormati. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »